Home » KKMP Demangan Desak Agrinas Turunkan Bantuan Transportasi dan Manajer Bisnis

KKMP Demangan Desak Agrinas Turunkan Bantuan Transportasi dan Manajer Bisnis

by Muhammad Fais Hakim Rasyid
Listen to this article

Yogyakarta, satumenitnews.com – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Demangan terus mendorong percepatan penguatan kelembagaan. Langkah ini penting agar koperasi mampu berkembang sebagai entitas ekonomi mandiri dan produktif.

Ketua KKMP Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, menyampaikan pernyataan sikap tersebut. Ia hadir bersama Sekretaris KKMP Demangan, Moh Fais Hakim. Keduanya menerima kunjungan enam mahasiswa S2 UGM pada Rabu (5/11/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Analisis Kebijakan Publik. Mahasiswa mengkaji evaluasi dan implementasi kebijakan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Rombongan mahasiswa UGM ini terdiri atas Rian Solihin, Aisyah Durrotussa’adah, dan Muhammad Faiz Marhaditya. Hadir pula Robi Saputra, Mokhamad Fadlillah, serta Nur Izzaturrahmah.

Desak Bantuan Transportasi Agrinas

Mahasiswa menggali ragam informasi pelaksanaan kebijakan KDKMP dan perkembangan kelembagaan. Mereka juga menanyakan kondisi operasional, tantangan usaha, dan kebutuhan dukungan pemerintah pusat.

Baca juga :  Fokki Dukung Gerakan Pemuda Marhaenis Berpihak pada Pemimpin Sipil Pemilu 2029

Ketua KKMP Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, menyampaikan aspirasi utamanya kepada para mahasiswa. Ia mendesak pemerintah segera merealisasikan bantuan alat transportasi dari Agrinas.

Menurut Fokki, pendekatan pemberian bantuan pemerintah kepada KKMP harus mulai bergeser. Pemerintah tidak boleh hanya menggunakan indikator fisik gerai sebagai ukuran keberhasilan. Kesiapan dan keberlangsungan operasional bisnis koperasi jauh lebih penting.

“KKMP Demangan sudah menjalankan fungsi gerai online sebagai aktivitas bisnis. Karena itu, bantuan alat transportasi dari Agrinas harus segera turun,” tegas Fokki.

Fokki mengingatkan agar kebijakan bantuan tidak sekadar berorientasi pada pembangunan gerai fisik. Kebutuhan riil operasional bisnis koperasi harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Alat transportasi sangat krusial untuk mendukung mobilitas distribusi barang dan pelayanan anggota. Kendaraan ini juga penting untuk mengembangkan jaringan pemasaran dan memperluas jangkauan usaha.

Baca juga :  Daftar Calon Sementara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil 5 Wonosobo

Kebutuhan Manajer Bisnis Profesional

Bantuan kendaraan harus berfungsi sebagai instrumen penguatan rantai pasok ekonomi. Kendaraan ini tidak boleh sekadar menjadi fasilitas pelengkap keberadaan bangunan gerai.

Selain transportasi, KKMP Demangan juga mendesak penempatan manajer bisnis profesional. Pemerintah pusat harus segera menempatkan figur manajer di masing-masing KKMP secara merata.

Menurut Fokki, koperasi tidak cukup terbangun dari struktur organisasi dan sarana fisik semata. Koperasi sangat membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi manajerial tinggi.

Manajer harus mampu membaca peluang pasar dan mengembangkan model bisnis modern. Mereka bertugas mengelola distribusi dan memastikan keberlanjutan usaha koperasi ke depannya.

“Kalau pemerintah serius membangun KKMP, harus ada manajer bisnis profesional. Pengurus koperasi murni menjalankan fungsi organisasi dan pengawasan internal,” ujarnya.

Harapan Atas Kajian Akademis UGM

Pengembangan operasional bisnis harus ditangani oleh tenaga dengan kompetensi manajerial mumpuni. Jangan sampai koperasi berdiri tanpa kehadiran tenaga profesional penggerak roda bisnis.

Baca juga :  Bupati Wonosobo Buka Jalan Sehat Hari Koperasi ke-78 dan Serahkan Bantuan Koperasi

Fokki berharap kajian akademis mahasiswa UGM ini tidak berhenti sebagai tugas kuliah belaka. Riset ini harus memberikan kontribusi nyata terhadap evaluasi kebijakan pemerintah. Kajian ini bisa mengidentifikasi kesenjangan desain kebijakan KDKMP dengan kebutuhan lapangan.

Ia menegaskan keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak diukur dari banyaknya jumlah gerai. Keberhasilan justru terlihat dari kemampuan koperasi menciptakan transaksi ekonomi yang sehat.

“Koperasi Merah Putih jangan berhenti menjadi proyek pembangunan gerai fisik semata,” kata Fokki.

Koperasi harus menjadi entitas bisnis ekonomi rakyat yang hidup dan produktif. Kehadirannya wajib memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Segera turunkan bantuan alat transportasi dari Agrinas dan tempatkan manajer bisnis,” pungkas Fokki.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy