Yogyakarta, satumenitnews.com – Demokrasi tidak cukup hanya warga rayakan setiap pemilihan umum (pemilu). Generasi muda perlu memahami berbagai macam proses politik kepemerintahan. Mereka harus bersikap kritis terhadap derasnya arus informasi digital.
Pemuda juga harus berani ikut menentukan arah kebijakan publik. Pesan penting ini mengemuka dalam diskusi Cakrawala Politik Gondokusuman. Acara diskusi edukatif ini berlangsung di Kemantren Gondokusuman, Kota Yogyakarta.
Muhammad Fais Hakim Rasyid, Duta Demokrasi dari Kemantren Gondokusuman memandu langsung jalannya diskusi tersebut. Acara ini mengusung tema “Generasi Muda Melek Politik, Kritis di Era Digital, Aktif Membangun Demokrasi.” Pemuda juga dituntut makin kritis merespons era digital yang dinamis. Forum ini mengajak pemuda aktif membangun sistem demokrasi kerakyatan.
Diskusi ini menghadirkan tokoh penting seperti Bapak Eko Suwanto. Ia merupakan Ketua Komisi A DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hadir pula Ketua Bidang Poldagri Kesbangpol Kota Yogyakarta, Polana Setiya Hati.
Mantri Pamong Praja Kemantren Gondokusuman juga turut hadir langsung. Mereka bersama-sama memberikan pandangan strategis mengenai isu perpolitikan di daerah ini.
Politik Bukan Sekadar Pemilu
Duta Demokrasi mengangkat persoalan penting saat memandu jalannya diskusi. Persoalan ini menyoroti hubungan erat antara generasi muda dengan agenda politik.
Saat ini masyarakat sangat mudah mengakses informasi melalui media sosial. Oleh karena itu, kemampuan warga dalam memahami persoalan publik menjadi kebutuhan mutlak.
Generasi muda tidak cukup hanya sekadar membaca berita politik. Mereka tidak boleh sebatas menyampaikan pendapat di ruang digital semata. Pemuda perlu memahami proses dan tahapan terbentuknya sebuah kebijakan pemerintah.
Mereka harus tahu dampak keputusan publik terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari. Warga juga harus mampu menyampaikan aspirasi publiknya secara etis dan bertanggung jawab.
Tantangan ini semakin relevan dengan dinamika media sosial saat ini. Berbagai ragam informasi yang beredar di internet tidaklah selalu akurat. Karena itu, kemampuan memeriksa fakta berita menjadi hal yang sangat penting.
Pemuda harus bisa memahami konteks dan menghargai setiap perbedaan pandangan pendapat. Langkah saling menghargai ini sangat penting untuk membangun budaya demokrasi yang menyehatkan.
Melalui forum ini, penyelenggara sangat mendorong partisipasi aktif dari generasi muda. Mereka tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton dalam perputaran proses demokrasi.
Pemuda harus turut mengambil bagian melalui berbagai wadah dialog publik. Mereka bisa aktif berorganisasi dan mengikuti rangkaian kegiatan kemasyarakatan tingkat lokal. Pemuda juga berhak melakukan pengawasan langsung terhadap implementasi berbagai kebijakan publik.
Perkuat Wawasan dan Literasi Politik & Demokrasi
Polana Setiya Hati memberikan penjelasan ringkas mengenai makna program Cakrawala Politik. Program ini bertujuan utama memperkuat wawasan dan literasi politik bagi masyarakat luas.
Program unggulan ini merupakan wujud hasil kolaborasi strategis lintas sektor. DPRD Kota Yogyakarta dan Kesbangpol Kota Yogyakarta saling bersinergi erat untuk mewujudkannya.
Selain meningkatkan pemahaman politik, masyarakat mendapatkan ruang khusus untuk berdiskusi. Mereka bisa menyampaikan beragam pertanyaannya secara langsung kepada pengambil kebijakan. Warga juga bebas memberikan kritik, saran, serta masukan yang membangun pembangunan daerah.
Polana juga menyoroti besarnya tantangan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Berdasarkan datanya, tingkat partisipasi pemilih di Kota Yogyakarta masih tergolong sangat rendah. Angka partisipasi pemilih tersebut tercatat baru berada pada kisaran angka 64 persen.
Ia turut memaparkan hasil kajian lembaganya bersama kampus FISIPOL UGM Yogyakarta. Kajian ini menunjukkan generasi muda sebagai kelompok mayoritas yang memilih jalur golput. Banyak warga dari kalangan kelompok muda yang masih enggan menggunakan hak pilihnya.
Kondisi memprihatinkan ini tentu perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Anak muda harus semakin menyadari betapa pentingnya keterlibatan suara mereka. Agenda demokrasi daerah sangat membutuhkan besarnya dukungan partisipasi nyata dari generasi muda.
Selain itu, Polana menyampaikan rencana kerja strategis untuk tahun 2027 mendatang. Kota Yogyakarta bersiap menjadi proyek percontohan pengukuran nilai Indeks Demokrasi tingkat kota.
Upaya besar ini tentu membutuhkan sinergi erat dari berbagai unsur pihak terkait. Kolaborasi bersama ini bertujuan menjaga sekaligus meningkatkan kualitas demokrasi daerah secara berkelanjutan.
Demokrasi Butuh Etika dan Partisipasi
Eko Suwanto turut membagikan pandangan politiknya dalam forum diskusi interaktif ini. Ia menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar arena kebebasan menyuarakan pendapat semata. Demokrasi yang menyehatkan juga sangat membutuhkan landasan etika dan standar moral tinggi.
Masyarakat juga harus senantiasa mengedepankan sikap dan perilaku yang saling menghargai. Eko mengingatkan pentingnya implementasi nilai luhur Pancasila serta kearifan budaya Jawa. Nilai-nilai luhur ini harus terus dihidupkan dalam setiap praktik demokrasi bangsa.
Perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi alasan provokasi saling menjatuhkan. Masyarakat harus giat menjaga kerukunan dalam pergaulan sehari-hari maupun di jagat maya.
Eko mencontohkan kembali kearifan musyawarah dalam pemilihan pengurus RT dan RW. Pemilihan akar rumput ini menjadi contoh nyata praktik demokrasi di tingkat masyarakat terbawah.
Warga sebenarnya memiliki banyak pengalaman matang dalam membangun sebuah kesepakatan secara mufakat. Pengalaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran publik yang sangat berharga nilainya. Masyarakat bisa mengembangkan praktik demokrasi lokal yang jauh lebih dewasa dan bermartabat.
Ia turut mengusulkan pelaksanaan kajian budaya pemilihan RT/RW ini pada tahun 2027. Eko juga menggagas pembentukan forum pembelajaran etika demokrasi untuk lintas sektor pimpinan.
Forum ini nantinya akan melibatkan pengurus lingkungan dan jajaran anggota dewan daerah. Para pimpinan partai politik lokal juga akan ikut belajar bersama di dalamnya.
Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Gondokusuman memberikan apresiasi yang sangat positif. Ia menilai forum diskusi ini sebagai ruang sambung rasa bagi masyarakat sekitar. Warga bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan para tokoh pengambil kebijakan.
Melalui forum ini, warga tidak perlu takut menyampaikan aspirasi kejujurannya. Masyarakat bebas menyuarakan berbagai keluhan pelayanan publik maupun ragam gagasan inovatif. Semua masukan ini bertujuan mulia demi kemajuan perbaikan fasilitas di wilayahnya.
Generasi Muda Penentu Arah Kebijakan
Diskusi ini membawa pesan yang berharga bagi arah kemajuan demokrasi bangsa. Penguatan demokrasi daerah sangat membutuhkan tingkat keterlibatan publik yang meluas. Generasi muda menjadi sasaran aktor utama dalam pergerakan politik ini.
Kesadaran politik warga perlu tumbuh melalui pemberian edukasi pemahaman yang matang. Pemuda harus terus menumbuhkan sikap kritis dalam menyaring derasnya arus informasi. Mereka juga wajib memiliki keberanian tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam ruang publik.
Semangat juang tersebut tercermin sangat kuat dalam pemaknaan program Cakrawala Politik. Kata Cakra memiliki filosofi kuat, sedangkan kata (W)a mempunyai definisi wawasan. Adapun suku kata (L)a diikuti Politik di akhirnya mengandung arti khusus, yakni literasi politik.
Ketiganya kini menjadi landasan yang esensial untuk membangun karakter hebat generasi muda. Anak muda masa kini harus memiliki kesadaran politik dan wawasan kebangsaan yang mapan.
Pemuda harus mampu memahami berbagai dinamika birokrasi ini secara cerdas dan kritis. Segala tindakan politik mereka juga harus bisa dipertanggungjawabkan secara logis kepada publik.
Sebagai moderator acara, Duta Demokrasi memimpin apik jalannya diskusi publik tersebut. Ia bertekad menjadikan perhelatan politik ini sebagai ruang pembelajaran dan partisipasi berharga warga.
Politik tidak boleh lagi sekadar warga anggap sebagai ajang arena perebutan kekuasaan. Ruang politik harus kembali bertransformasi menjadi sarana mulia untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Demokrasi berkualitas tentu sangat bergantung pada keberadaan warga yang berani dan kritis. Warga harus terbuka terhadap segala perbedaan argumentasi dan bersedia mengawal jalannya kebijakan.
Karena itu, generasi muda sangat perlu untuk berani mengambil peran nyata sedini mungkin. Mereka sama sekali tidak boleh berdiam diri pasif sebagai seorang penonton. Pemuda harus proaktif memupuk iklim demokrasi yang lebih sehat di wilayah Kota Yogyakarta.

