Kurasi Musik Vol 62, Musik Independen, Bowl Coffee Connection, Evaluasi Panggung, Musisi Lokal
Home » Kurasi Musik Vol 62: Lima Kurator Bedah Kritis Persiapan Panggung Empat Musisi Independen

Kurasi Musik Vol 62: Lima Kurator Bedah Kritis Persiapan Panggung Empat Musisi Independen

by Malindra Anji
Listen to this article

Jakarta, satumenitnews.com – Ajang Kurasi Musik Vol. 62 kembali digelar di Bowl Coffee Connection Jakarta pada Minggu malam, 17 Mei 2026. Edisi kali ini menghadirkan empat musisi independen yang penampilannya dievaluasi langsung oleh lima kurator secara bersamaan.

Kehadiran tim kurator secara penuh menjadi pembeda utama pada perhelatan malam tersebut. Harry Murti, Ully Dalimunthe, Edmond Kemur, Emtee Blackmore, dan Edo dari Urban News hadir memberikan evaluasi tajam dan komprehensif.

Dipandu oleh Dayat Madani sebagai pembawa acara, diskusi difokuskan pada tema Preparation Musik Di Panggung. Obrolan berjalan interaktif dan santai, mengupas tuntas kendala serta potensi yang kerap dihadapi musisi saat tampil langsung tanpa membosankan penonton.

Kurasi Musik Vol 62, Musik Independen, Bowl Coffee Connection, Evaluasi Panggung, Musisi Lokal

Foto Istimewa

Evaluasi Teknis Tata Suara

Grup band pembuka, New Bee, mengawali acara dengan ngegas membawakan empat lagu bernuansa pop Melayu. Gaya musik mereka yang santai, catchy, dan mudah nyangkut di kepala berhasil membangun suasana sejak awal pertunjukan.

Baca juga :  32 Balon Udara Tradisional Hiasi Langit Wonosobo dalam Limbangan Mudal Skyfest 2026

Para kurator memberikan catatan teknis yang sangat spesifik terhadap penampilan New Bee.

“Perhatikan detail pada sound dan frekuensi. Pengaturan yang tepat akan membuat live sound kalian terdengar jauh lebih nendang,” ujar kurator memberikan masukan teknis.

Kurasi Musik Vol 62, Musik Independen, Bowl Coffee Connection, Evaluasi Panggung, Musisi Lokal

Foto Istimewa

Minimalis dan Tantangan Interaksi

Penampil kedua adalah Reevva, solois berusia 18 tahun yang berani tampil minimalis dengan iringan 3-piece instruments. Meski tergolong sangat muda, ia membawakan empat lagu yang sudah menunjukkan karakter yang kuat.

Kurator menititikberatkan evaluasi pada kemampuan komunikasi panggung Reevva.

“Kamu harus mencari cara agar bisa nge-blend dan menyatu dengan audiens. Interaksi ini penting supaya lirik dan feel dari lagu yang kamu bawakan benar-benar nyampe,” saran kurator saat sesi evaluasi.

Kurasi Musik Vol 62, Musik Independen, Bowl Coffee Connection, Evaluasi Panggung, Musisi Lokal

Foto Istimewa

Pesan Tegas untuk Duo Rapper Betawi

Suasana pertunjukan langsung cair ketika duo rapper asal Betawi, Umbrella Boys, naik ke atas panggung. Mereka menyajikan lirik kocak yang penuh gaya lokal, namun tetap dibalut aransemen musik yang sangat rapi dan catchy.

Melihat potensi besar dari perpaduan humor lokal dan keseriusan musik tersebut, para kurator memberikan masukan tegas agar duo ini tidak berhenti di tahap amatir.

Baca juga :  Atraksi 50 Balon Udara Tambat Pukau 12 Ribu Penonton di Mumbul Bareng Randumas Semayu, Wonosobo

“Jangan jadikan musik ini hanya sekadar hobi. Kalian harus berani melangkah menjadi musisi profesional, sayang banget materinya kalau cuma buat iseng,” tegas kurator kepada Umbrella Boys.

Kurasi Musik Vol 62, Musik Independen, Bowl Coffee Connection, Evaluasi Panggung, Musisi Lokal

Foto Istimewa

Penutup Berbobot dari Tone Sea

Rangkaian pertunjukan malam itu ditutup oleh penampilan Tone Sea. Grup ini membawakan empat lagu dengan komposisi aransemen yang sangat serius dan memiliki bobot musikalitas tinggi.

Penampilan Tone Sea terlihat rapi dan berhasil memancing decak kagum seluruh pengunjung yang hadir. Penutup yang pas ini seolah memberikan kesan kuat bahwa Kurasi Musik memang tidak main-main dalam menyajikan karya.

Malam itu bukan sekadar datang, tampil, lalu pulang. Setiap musisi mendapatkan feedback langsung dari kurator yang sudah kenyang pengalaman di industri musik. Bagi para musisi yang hadir, ajang ini seperti mendapat sesi konsultasi gratis sekaligus panggung pertunjukan.

Baca juga :  Lirik Lagu Rasah Bali - Happy Asmara Ft. Delva

Kurasi Musik Vol. 62 sekali lagi membuktikan bahwa panggung-panggung kecil di Jakarta masih menjadi tempat paling jujur bagi musisi untuk terus mengasah karya mereka.

Membedah Ekosistem Musik Wonosobo: Antara Mentalitas dan Industri

Ully Dalimunthe Ungkap Kurasi Musik Bukan Penjurian Bagi Band Wonosobo

Aksi Reza Miranda di Panggung Kurasi Musik Wonosobo Vol 3

Kurasi Musik Wonosobo Volume 3 Uji Kualitas Produksi dan Performa Musisi Lintas Daerah

Kurasi Musik Wonosobo Vol 2: Ully Dalimunthe dan Safir Soroti Masalah Klasik Band Indie

Tiga Kurator Buka Suara, Kurasi Musik Wonosobo Ini Baru Awal, atau Justru Ujian?

 

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy