Wonosobo, satumenitnews.com – Ribuan jemaah memadati Alun-alun Wonosobo dalam gelaran selawat akbar memperingati Hari Lahir Muslimat Nahdlatul Ulama ke-80 dan Fatayat NU ke-76 pada Minggu (24/5/2026). Peringatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menagih peran aktif kader perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
Acara yang mengusung tema Istiqomah, Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban ini dihadiri sekitar 3.000 peserta. Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah juga tampak hadir membaur bersama masyarakat, termasuk Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Amir Husein, Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, dan Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan.

Tantangan Kompleks Era Digital
Dalam pidatonya, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat memberikan apresiasi atas rekam jejak panjang pergerakan perempuan NU. Ia menilai kedua badan otonom tersebut selalu hadir sebagai pilar penting dalam pembangunan masyarakat, khususnya di wilayah Wonosobo.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo saya mengucapkan selamat Hari Lahir Muslimat NU ke-80 dan Fatayat NU ke-76. Selama puluhan tahun Muslimat dan Fatayat tidak pernah lelah bergerak di garis depan masyarakat,” kata Afif di hadapan ribuan kader yang hadir.
Afif menyoroti lanskap sosial yang berubah cepat akibat disrupsi digital. Menurutnya, tantangan yang dihadapi institusi keluarga dan generasi muda di Wonosobo kini semakin kompleks dan rentan terdegradasi.
Kondisi ini menuntut kader perempuan NU untuk tidak hanya bertumpu pada rutinitas kegiatan keagamaan semata, tetapi juga harus berani mengambil peran sentral dalam membentengi moral dan memperkuat ketahanan keluarga dari level terbawah.

Prioritas Penurunan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
Lebih jauh, Afif secara spesifik meminta Muslimat dan Fatayat NU untuk ikut melakukan intervensi langsung dalam menangani isu kesehatan dan ekonomi kerakyatan. Penurunan angka stunting dan pemberdayaan ekonomi perempuan melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi dua agenda krusial yang saat ini tengah digarap serius oleh daerah.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program-program maslahat yang diinisiasi Muslimat dan Fatayat NU. Sinergi yang sudah terjalin baik harus terus dijaga dan ditingkatkan,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo meyakini bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan lewat kemandirian UMKM akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas gizi keluarga. Siklus positif dari kemandirian ekonomi inilah yang diharapkan bermuara pada turunnya kasus stunting anak yang masih menjadi pekerjaan rumah lintas sektoral di Wonosobo.
Merawat Tradisi Islam Rahmatan Lil Alamin
Rangkaian acara selawat akbar ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, disusul lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars NU, serta mars kebesaran Muslimat dan Fatayat NU. Tausiah keagamaan serta doa bersama menjadi puncak dari kegiatan tersebut.
Pertemuan ribuan kader di Alun-alun Wonosobo ini sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi organisasi untuk terus menebarkan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin. Para pengurus cabang merawat harapan agar usia organisasi yang semakin matang dapat membuat Muslimat dan Fatayat NU semakin berdaya saing dan membawa keberkahan nyata bagi kemajuan daerah.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir, agenda akbar di pusat kota Wonosobo ini mendapat pengamanan humanis dari aparat kepolisian dan prajurit TNI, sehingga acara berjalan dengan lancar, aman, serta penuh khidmat.
Harlah Muslimat dan Fatayat NU 2026, Bupati Wonosobo Dorong Peran Aktif Tekan Angka Stunting
Semarak Harlah Fatayat NU dan Muslimat NU di Wonosobo, Forkopimda Turut Hadir Bersama Jamaah
Kisah Inspiratif: Perjalanan Penjual Daun Pisang Wonosobo Menuju Tanah Suci
Bupati Afif Nurhidayat Pacu Digitalisasi UMKM di Wonosobo Expo 2026

