Wonosobo Expo UMKM 2026, Ekonomi Kerakyatan Wonosobo, Koperasi Merah Putih, Digitalisasi UMKM, Produk Unggulan Wonosobo
Home » Bupati Afif Nurhidayat Pacu Digitalisasi UMKM di Wonosobo Expo 2026

Bupati Afif Nurhidayat Pacu Digitalisasi UMKM di Wonosobo Expo 2026

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Geliat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Wonosobo makin terasa. Pemerintah setempat memfasilitasi ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk unjuk gigi dalam ajang Wonosobo Expo UMKM 2026 yang resmi dibuka di Gedung Sasana Adipura, Kamis (23/4/2026).

Acara ini bukan sekadar pameran biasa. Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyebut perhelatan ini adalah langkah konkret daerah untuk merespons Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. Harapannya, kearifan lokal Wonosobo tidak hanya jago kandang, tetapi bisa berekspansi ke pasar yang lebih luas.

“Melalui kegiatan ini, kita membangun zona terpadu promosi potensi daerah, memperkuat branding Kabupaten Wonosobo sebagai daerah dengan kekuatan ekonomi kerakyatan, serta membuka peluang kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat,” ujar Afif.

Belasan Ribu UMKM Kantongi Legalitas

Di hadapan para peserta, Afif membeberkan sejumlah angka yang menunjukkan pergerakan positif di tingkat akar rumput. Sampai saat ini, Wonosobo sukses mendirikan 265 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari jumlah itu, 44 di antaranya sudah aktif beroperasi.

Baca juga :  Kalikajar Luncurkan Koperasi Merah Putih Pertama di Wonosobo Bahkan Jawa Tengah

Urusan fasilitas juga terus dikebut. Tercatat ada 15 gedung yang sudah rampung dibangun untuk mendukung aktivitas warga, sementara 153 lainnya sedang dalam proses konstruksi. Menariknya lagi, 96 koperasi sudah mandiri menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang melibatkan hingga 6.800 anggota.

Soal legalitas dan jaminan mutu, pelaku usaha di Wonosobo rupanya mulai sadar akan pentingnya perlindungan produk. Hingga Maret 2026, tercatat ada 40 pelaku usaha yang sukses mendapatkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Angka yang lebih fantastis terlihat pada kepemilikan sertifikasi halal. Tercatat sebanyak 19.073 UMKM lokal telah mengantongi sertifikat halal self-declare hingga tahun 2025 lalu. Meski begitu, Afif tetap mewanti-wanti agar kualitas produk dan inovasi tidak jalan di tempat mengingat persaingan ke depan bakal jauh lebih brutal.

Tantangan Transformasi Digital di Depan Mata

Rentetan capaian manis itu tak lantas membuat pemerintah berpuas diri. Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Koperasi RI, Fiter Baresman Silaen, mengingatkan bahwa ada satu tantangan besar di depan mata, yakni digitalisasi.

Baca juga :  Dandim di Dampingi Pasi Ter Kodim 0707/Wonosobo Tinjau Pembangunan KDKMP di Tiga Desa, Pastikan Progres Sesuai Target

Fiter menilai batas-batas geografis kini sudah hancur lebur oleh internet. Jika UMKM daerah masih mengandalkan cara konvensional, mereka dipastikan akan tergilas zaman.

“Digitalisasi menjadi keharusan. Pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital agar tidak tertinggal. Tantangan utama saat ini adalah menemukan pasar yang tepat, dan itu bisa dibantu melalui pemanfaatan teknologi,” ungkap Fiter.

Ia juga memberi acungan jempol kepada Pemkab Wonosobo yang konsisten menggelar expo semacam ini. Menurut Fiter, selain untuk berjualan, pameran adalah ruang pertukaran ide dan literasi agar UMKM daerah bisa segera naik kelas.

Curi Momen Pasca-Lebaran

Secara waktu, pelaksanaan Wonosobo Expo 2026 dinilai sangat strategis. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Wonosobo, Achmad Fathoni, melihat momen tepat pasca-Lebaran sebagai celah emas bagi UMKM untuk mendongkrak omzet lewat promosi tatap muka.

Baca juga :  Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno Lepas Tiga Prajurit Purna Tugas, Tekankan Ikatan Jiwa Korsa Tak Akan Luntur

Pameran yang digelar selama empat hari hingga 26 April 2026 ini tak main-main. Ada 130 stand yang disiapkan dan buka mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB. Pesertanya beragam, mulai dari koperasi, pelaku usaha umum, pengusaha disabilitas, hingga instansi BUMN dan perwakilan dari luar daerah.

“Expo ini tidak hanya menjadi sarana pameran, tetapi juga momentum memperkuat identitas Wonosobo sebagai daerah dengan produk lokal yang inovatif, kreatif, dan memiliki daya saing tinggi,” jelas Fathoni.

Selain urusan pameran dagang, acara ini juga diisi dengan rentetan kegiatan pendukung. Mulai dari Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pendampingan digitalisasi, workshop bisnis, hingga hiburan pagelaran seni dan budaya untuk menarik massa.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Kabupaten Wonosobo optimis kegiatan ini mampu menjadi pengungkit nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy