Home » Warga Dusun Wonokasihan Sulap Ban Bekas Jadi Barang Ramah Lingkungan

Warga Dusun Wonokasihan Sulap Ban Bekas Jadi Barang Ramah Lingkungan

by Wonosobo1menit
Listen to this article

WONOSOBO – Mungkin terlintas di benak kita apabila mendengar kata ban bekas yang identik dengan sampah atau limbah yang berbahaya. Bagaimanapun limbah ini tidak akan hancur oleh tanah dan bisa menjadi sarang nyamuk apabila dibuang begitu saja. Di Dusun Wonokasihan Kelurahan Sojokerto Kecamatan Leksono limbah tersebut di sulap menjadi pot dan tempat sampah oleh warga.

Warga Dusun Wonokasihan Sulap Ban Bekas Jadi Barang Ramah Lingkungan

Pembuatan Pot bunga dan tempat sampah dari ban bekas

Arif Alfatah warga Dusun Wonokasihan Kelurahan Sojokerto Kecamatan Leksono melihat program penghijauan metode tanam menggunakan polibek di dusunya kurang efektif karena media tanam tersebut cepat rusak da tidak tahan lama. Berangkat dari kejadian tersebut ia memutuskan mencari alternatif media tanam lainnya yang bisa lebih awet dan akhirnya ban bekas menjadi pilihannya.

Baca juga :  Lantik Baznas Wonosobo, Afif: Dongkrak Ekonomi Masyarakat

“Metode tanam menggunakan polibek tidak tahan lama. Saya coba mengganti dengan membuat pot bunga menggunakan ban bekas yang pernah saya pelajari melalui Chanel You Tube. Setelah membuat barang tersebut di respon baik oleh warga dan pemdes setempat, modifikasi masih saya kembangkan terus hingga sekarang,” katanya, Senin (01/03/21).

Arif mengaku menggeluti usaha sebagai pengerajin ban bekas sekitar satu tahun sebelum masa pandemi Corona, dia berhasil merubah ban bekas yang diambil dari tambal ban pinggir jalan menjadi berbagai benda ramah lingkungan dengan melibatkan warga setempat yang ingin medapatkan penghasilan meskipun tidak seberapa dan juga hasil dari penjualan sebagian di masukan kas RT.

Baca juga :  Hari ke 3 Pelaksanaan TMMD Sudah Selesai Pasang Bata Ringan
Warga Dusun Wonokasihan Sulap Ban Bekas Jadi Barang Ramah Lingkungan

pot bunga dari ban bekas karya warga Desa Sojokerto

“Ban-ban bekas saya ambil dari tempat tambal ban pinggir jalan yang sudah menumpuk. Ban tersebut kami jadikan pot dan tempat sampah berbagai jenis ukuran. Rata-rata setiap hari kami mengerjakan 5 pot bunga dan 10 tempat sampah, harga mulai 35000-75000 dengan omset Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta per bulan,” bebernya.

Untuk pemasaran Arif  mengaku menawarkan melalui whatsapp dan menawarkan secara langsung kepada relasi atau orang perkantoran kenalannya, ternyata responnya cukup bagus dan masih dikembangkan sampai sekarang.

“Perkembangan sampai saat ini cukup bagus, saat ini kami sedang mengerjakan pesanan beberapa unit pot bunga dan tempat sampah yang akan ditempatkan di res area wilayah Kertek,” jelas Arif. (Budilaw79)

Baca juga :  Sukseskan TMMD Tahap II Pasi Kodim Tinjau Lokasi

You may also like

Leave a Comment