Wonosobo, satumenitnews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kembali memicu terjadinya bencana alam. Sebuah tebing penahan tanah atau senderan setinggi enam meter ambrol dan menimpa permukiman warga di Dusun Kalikuto, Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek, pada Selasa (16/02).
Insiden ini menyebabkan rumah milik seorang warga bernama Amidi mengalami kerusakan parah. Material tanah dan bebatuan menghantam struktur bangunan hingga miring dan dindingnya retak-retak.
Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi yang melanda kawasan Kedu sejak pukul 16.00 WIB menjadi penyebab utama rapuhnya struktur tanah di lokasi tersebut.
Detik-Detik Tembok Ambrol dan Evakuasi Keluarga
Kepala Dusun Kalikuto, Pangestu, mengonfirmasi bahwa material tebing tersebut runtuh pada malam hari sekitar pukul 18.30 WIB. Situasi saat itu cukup menegangkan karena para penghuni masih berada di dalam rumah.
Saat kejadian berlangsung, Amidi beserta tiga anggota keluarga lainnya sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka sama sekali tidak menduga tebing di dekat rumah mereka akan runtuh secara tiba-tiba.
“Tiba-tiba ada suara keras dan bangunan rumah miring dan retak. Dan saat kejadian, kaki kanan pak Amidi terluka kena pecahan tembok,” terang Pangestu saat memberikan keterangan resmi melalui pesan WhatsApp.
[Placeholder: Link ke berita terkait sebelumnya]
Ancaman Longsor Susulan dan Pemasangan Garis Polisi
Hujan deras yang terus mengguyur semalaman membuat proses penanganan material longsor tertunda. Relawan bencana alam yang tiba di lokasi belum bisa melakukan tindakan pembersihan secara maksimal mengingat kondisi medan yang berisiko.
Hasil perkiraan sementara di lapangan menunjukkan bahwa tebing setinggi enam meter dengan bentangan panjang mencapai 30 meter tersebut masih menyimpan ancaman. Tanah yang labil membuat kawasan ini memiliki risiko tinggi terjadinya longsor susulan.
Sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan warga, anggota Polsek Kertek langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara usai menerima laporan.
Aparat kepolisian segera memasang garis polisi atau police line di sekitar area reruntuhan. Tindakan pencegahan ini diberlakukan secara ketat untuk memastikan warga sekitar tidak mendekati zona merah yang masih sangat rawan pergerakan tanah.
Kodim Wonosobo Sengkuyung Apel Gelar Relawan Dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana
Babinsa Watumalang Bersinergi Dengan Masyarakat Perbaiki Jembatan


