Wonosobo, satumenitnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Wadaslintang mengakibatkan bencana tanah longsor di Dusun Medasih, Desa Sumberejo, Kabupaten Wonosobo, pada Kamis (30/04/2026). Ironisnya, struktur senderan tebing yang ambrol tersebut baru saja selesai dibangun sekitar dua pekan sebelum kejadian.
Peristiwa ini bermula saat hujan lebat mulai membasahi wilayah Desa Sumberejo sejak pukul 13.00 WIB. Setelah hujan berangsur reda sekitar pukul 16.00 WIB, warga dikagetkan dengan suara gemuruh yang berasal dari arah samping pemukiman. Tepat pukul 16.30 WIB, dinding penahan tanah tersebut tidak lagi mampu menahan beban tanah yang jenuh air.
Kronologi dan Dampak Kerusakan
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa getaran dan suara gemuruh terdengar jelas sesaat setelah hujan berhenti. Hasil pengecekan warga menunjukkan senderan tebing dengan panjang sekitar 17 meter dan tinggi mencapai 10 meter telah luluh lantak. Material longsoran berupa tanah dan bongkahan batu menutup sebagian akses jalan lingkungan di Dusun Medasih.
Longsoran ini juga mengancam salah satu rumah warga yang berada tepat di samping titik kejadian. Meski tidak ada korban jiwa, pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan pendataan awal, estimasi kerugian akibat rusaknya infrastruktur privat tersebut mencapai Rp25.000.000.
Ironi Bangunan Berusia Dua Minggu
Ada fakta menarik yang ditemukan petugas saat melakukan verifikasi di lapangan. Senderan tebing yang memiliki dimensi cukup besar itu diketahui baru saja rampung dikerjakan sekitar dua minggu yang lalu. Kuat dugaan, bangunan tersebut belum cukup stabil atau tidak mampu menahan tekanan air tanah yang meningkat drastis akibat hujan lebat berdurasi tiga jam.
Kapolsek Wadaslintang beserta personel dari Polres Wonosobo segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan warga. Polisi bersama unsur TNI dari Koramil, pihak Trantib Kecamatan, serta relawan SAR langsung melakukan sterilisasi area untuk menghindari longsor susulan yang mungkin terjadi jika hujan kembali turun.
Respons Petugas dan Mitigasi Bencana
Upaya penanganan awal difokuskan pada pembersihan material yang menutup jalan lingkungan agar mobilitas warga tidak lumpuh total. Petugas gabungan bergotong-royong bersama warga sekitar untuk menyingkirkan puing-bangunan dan tanah yang menimbun bahu jalan.
Polres Wonosobo menginstruksikan masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan dan wilayah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang tidak menentu dan cenderung ekstrem menjadi ancaman nyata bagi stabilitas struktur tanah di wilayah Wadaslintang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya di tengah kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang dapat memicu terjadinya longsor di wilayah rawan,” tulis pernyataan resmi Polres Wonosobo dalam keterangannya.
Petugas juga menyarankan warga untuk segera melaporkan jika menemukan retakan tanah atau tanda-tanda kerusakan pada dinding penahan tanah di sekitar pemukiman mereka guna mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar.
Bencana Longsor di Dusun Gemantung, Rumah Warga Terdampak Material Tanah
Sinergitas Polri, TNI, dan Stakeholder Tangani Banjir Bandang serta Tanah Longsor di Wonosobo
Koramil 04/Garung Kodim 0707/Wonosobo Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Desa Sitiharjo
Tebing Parkir Curug Sikarim Longsor, Kerugian Capai Puluhan Juta

