Wonosobo – Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos mendampingi Forkopimda Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Bupati Kabupaten Wonosobo.
Rombongan peserta dipimpin Laksma Dr. Dwi Hartono selaku Perwira Penghubung dan Ketua Rombongan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Bupati Wonosobo beserta jajaran Forkopimda yang telah menerima rombongan peserta P4N Angkatan ke-70.
Ia menjelaskan bahwa rombongan terdiri dari 12 peserta yang berasal dari TNI AD, TNI AU, Polri, ASN, dan non-ASN. Selain di Kabupaten Wonosobo, studi strategis juga dilakukan di Banjarnegara, Surakarta, dan Klaten di Provinsi Jawa Tengah.
“Kami berharap para peserta P4N 70 memperoleh masukan dan informasi tentang ketahanan energi di Kabupaten Wonosobo. Besar harapan kami agar peserta dapat mengetahui kebijakan dan implementasi pemerintah daerah, termasuk permasalahan yang dihadapi, sehingga memiliki gambaran tentang tata kelola pemerintahan daerah terkait ketahanan energi. Kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati beserta jajaran,” ujar Laksma Dr. Dwi Hartono.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan menghasilkan kajian strategis sebagai bagian dari penugasan peserta. Di akhir sambutan, ia kembali menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta SSDN P4N Angkatan 70 Tahun 2026.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan selamat datang. Tentunya merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima Bapak/Ibu sekalian secara langsung sekaligus bersama-sama menyaksikan bagaimana kebijakan pembangunan diterjemahkan di daerah,” kata Bupati Afif.
Ia menekankan bahwa membicarakan pembangunan Indonesia tidak cukup hanya dari ruang kebijakan. Kebijakan perlu bertemu dengan kondisi nyata di lapangan, potensi, keterbatasan kewenangan, dan terutama kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan selama berada di Wonosobo, Bapak/Ibu tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga melihat bagaimana kami mencoba menjawab persoalan pembangunan dengan kondisi dan kemampuan yang kami miliki,” ucapnya.
Terkait ketahanan energi, Bupati Afif mengungkapkan bahwa Wonosobo memiliki modal besar berupa panas bumi, sumber daya air, tenaga surya, biogas, dan potensi mikrohidro. Tantangannya bukan sekedar memanfaatkan potensi tersebut, melainkan mengelolanya dengan benar sambil menjaga lingkungan, memberikan nilai tambah, dan manfaat luas bagi masyarakat.
Arah kebijakan energi dan sumber daya alam di Wonosobo ditempatkan pada tiga prinsip: sesuai kewenangan, keberlanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah. Sumber daya harus dikelola secara bijak, manfaatnya dirasakan masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Jadi kita tidak hanya berbicara seberapa besar potensi energi yang dimiliki Wonosobo, tetapi juga melihat peran pemerintah daerah dan bagaimana potensi tersebut didorong menjadi manfaat nyata. Inilah fokus kami: dari kebijakan, kewenangan, hingga implementasi,” tegas Bupati Afif Nurhidayat.
Kunjungan ini menjadi ajang saling berbagi pengetahuan dan pengalaman antara peserta P4N dengan pemerintah daerah, khususnya dalam isu ketahanan energi dan tata kelola pemerintahan di tingkat lokal.

