Pekan Ceria Wonosobo, Gedung Adipura, Musik Independen, Pakaian Bekas, Skena Lokal
Home » Ratusan Pemuda Padati Festival Musik dan Pakaian Bekas di Wonosobo

Ratusan Pemuda Padati Festival Musik dan Pakaian Bekas di Wonosobo

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Ratusan pemuda memadati area Gedung Adipura selama tiga hari berturut-turut untuk memburu pakaian bekas dan menikmati distorsi keras dari panggung skena lokal. Tingginya antusiasme massa ini menjadi bukti nyata bahwa ekosistem fesyen jalanan dan gigs musik independen di Wonosobo memiliki daya tarik ekonomi yang kuat. Mereka memadati area berbelanja sekaligus meramaikan panggung musik yang berlangsung sejak 4 hingga 6 September 2026.

Perputaran uang di lokasi acara terlihat stabil meski regulasi pemerintah pusat terus menekan pasar pakaian impor bekas. Rio, salah satu pedagang pakaian bekas asal Yogyakarta, mengakui daya beli kelompok usia muda di kawasan pegunungan ini sangat menjanjikan. Ia mencatat antusiasme pembeli tetap tinggi tanpa banyak negosiasi harga yang menjatuhkan nilai barang.

Baca juga :  Kurasi Musik Vol 62: Lima Kurator Bedah Kritis Persiapan Panggung Empat Musisi Independen

“Kalau di Wonosobo alhamdulillah marketnya bagus, ramai juga peminatnya, dan harganya stabil,” ungkap Rio.

Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi murni mencari hiburan dari deretan band lokal yang jarang mendapat panggung memadai. Yosep Bagras, pengunjung asal Sudagaran, mengaku hadir secara khusus untuk menyaksikan langsung penampilan musisi-musisi daerahnya.

Gairah Skena Musik Lokal Jawa Tengah Makin Menggeliat

Kawasan Gedung Adipura terbagi menjadi area lapak komersial dan zona musik khusus bernama “Ruang Riang”. Merujuk pada jadwal acara, susunan penampil menyoroti keberagaman genre, mulai dari sesi akustik pada hari pertama hingga penampilan tamu luar kota, Skandal, pada hari kedua. Puncak keriuhan terjadi pada hari ketiga, saat unit hardcore punk Rugnut dan grup rap-core Sunday Murder Club bergantian memanaskan arena moshpit.

Baca juga :  Gebyar YBKS Wonosobo 2024 - Transformasi Toko Kelontong dan Sinergi UMKM

Vokalis Rugnut, TJ Raka, menjadikan panggung ini sebagai pemanasan sebelum merilis Extended Play (EP) perdana mereka bertajuk “Trap In Clowns”. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk menyuarakan kritik tajam terhadap sistem birokrasi pemerintah yang kerap membatasi ruang gerak masyarakat kecil.

“Kita itu sebenarnya seperti diaduk, harus A, B, C, D, itu semua sudah diatur sama yang di atas langsung,” tegas TJ Raka.

Sejalan dengan Rugnut, vokalis Sunday Murder Club, Dhan Priyam, juga bersiap meluncurkan karya terbaru usai merilis single “Halo E”. Panggung mandiri ini membuktikan bahwa minimnya fasilitas publik tidak menghalangi produktivitas musisi bawah tanah untuk terus menciptakan karya.

Ketua Panitia Pekan Ceria Jilid 4, Zafi, menyatakan pemisahan area musik dan pasar bertujuan memberikan ruang aman bagi seluruh pengunjung. Ia menargetkan acara ini menjadi wadah rutin bagi pelaku ekonomi kreatif dan musisi lokal untuk terus berinovasi secara mandiri.

Baca juga :  Enam Titik Lokasi Festival Balon Wonosobo 26 Maret Siap Manjakan Wisatawan

 

Penulis: Andre
Editor: Malindra Anji

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy