Wonosobo, satumenitnews.com – Ratusan warga di Desa Tegeswetan dan Desa Selokromo menerima 60 paket bahan pangan dasar pada akhir pekan ini. Aksi pembagian kebutuhan pokok tersebut mengiringi derap langkah pasukan estafet tunas kelapa Wonosobo yang berjalan kaki melintasi batas-batas kecamatan.
Perjalanan fisik melintasi berbagai desa ini bukan sekadar rutinitas baris-berbaris bagi para peserta. Iring-iringan tersebut membawa misi kampanye ketahanan pangan turun langsung ke permukiman warga.
Rute pergerakan ini sekaligus menguji ketahanan fisik peserta dalam menghubungkan titik wilayah Kedu dari Purworejo hingga menembus perbatasan Banjarnegara. Rombongan mulai bergerak pada Sabtu (5/9/2026) usai menyambut kedatangan delegasi pembawa pataka dari Kabupaten Purworejo.
Pertemuan dua kelompok lintas kabupaten ini mengambil titik kumpul di Lapangan Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil. Proses peralihan melibatkan penyerahan langsung dari perwakilan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Purworejo kepada Anggota Mabicab Wonosobo.
Sejak dari titik perbatasan Kepil tersebut, bibit kelapa dikawal ketat melewati kontur jalanan perbukitan. Sasaran pemberhentian utama mereka adalah Balai Desa Selokromo yang masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Leksono.
Selama masa persinggahan di Selokromo, konsentrasi massa diarahkan pada aktivitas kesehatan dan sosial. Warga sekitar berbaur dengan peserta untuk menyerahkan kantong darah melalui aksi donor massal.
Pembagian puluhan paket bahan pokok juga langsung dieksekusi di lapangan kepada kelompok rentan. Target penerima paket difokuskan pada penduduk Desa Tegeswetan dan Desa Selokromo yang wilayahnya menjadi rute perlintasan utama.
Rute Pasukan Estafet Tunas Kelapa Wonosobo Berlanjut
Pergerakan rombongan kembali memadati jalanan pada Minggu (6/9/2026) pagi. Bibit kelapa diangkat dari titik persemayaman Desa Selokromo menuju pemberhentian sementara di Sub Terminal Sawangan.
Dari terminal tersebut, barisan meneruskan perjalanan ke arah barat menuju Desa Tunggoro. Di wilayah perbatasan ini, delegasi dari Kabupaten Banjarnegara telah bersiaga untuk mengambil alih tugas pengawalan tunas kelapa selanjutnya.
Selain aktivitas jalan kaki, penyelenggara juga menggelar forum edukasi kepramukaan yang membedah isu kemandirian pangan agar sejalan dengan target penciptaan generasi unggul pada 2045. Keterlibatan lembaga zakat, palang merah, dan pihak swasta tercatat menopang kelancaran logistik para peserta selama berada di jalan.
Kelancaran mobilitas antar-kabupaten ini sangat bergantung pada sistem pengamanan dan koordinasi lintas instansi. Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Wonosobo dikerahkan untuk memastikan jalur yang dilewati aman dari kepadatan lalu lintas.
Sejumlah tokoh internal organisasi turut memantau jalannya pengawalan melintasi rute perdesaan ini. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Satuan Kwartir Cabang Wonosobo, Kholik Idris, bersama praktisi media Malindra Anji, hadir memberikan materi edukasi ketahanan pangan kepada penduduk setempat.
Pihak Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Wonosobo mengklaim seluruh pergerakan ini dirancang untuk membiasakan anggotanya turun memetakan kondisi sosial di lapangan. Mereka menuntut peserta yang terlibat mampu menginisiasi penanaman bibit atau gerakan pangan mandiri setelah rangkaian acara berakhir.
“Kegiatan ini secara khusus bertujuan mendorong peran aktif masyarakat luas dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional,” tegas perwakilan panitia pelaksana dari Kwartir Cabang Wonosobo.

