Home » Cegah Penyebaran Varian Omicron, Binda Jateng Imbau Masyarakat Kurangi Mobilitas

Cegah Penyebaran Varian Omicron, Binda Jateng Imbau Masyarakat Kurangi Mobilitas

by Hasan

SEMARANG satumenitnews.com  Mencermati perkembangan varian Omicron, Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah, Brigjen TNI Sondi Siswanto mengatakan, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sondi mengatakan pemerintah juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak berpergian keluar negeri terlebih dahulu, disamping tetap membatasi aktivitas di luar rumah. Ini semua sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo mengenai langkah dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi virus omicron atau Pandemi Covid-19.

”Kalau kasus covid-19 naik di kota kita, kurangi mobilitas, dan usahakan untuk tetap stay di rumah saja,” imbau Sondi.

Terutama pada daerah-daerah yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Binda Jawa Tengah, Selasa (8/02/2022)  terus melakukan vaksinasi massal anak / pelajar usia 6-11 tahun dan masyarakat di 13 (tiga belas) wilayah Kabupaten / Kota di Provinsi Jateng dengan target peserta vaksin sebanyak 28.000.

Baca juga :  Pasar Gemolong Disambangi Jokowi Pagi Ini

“Adapun lokasi vaksinasi meliputi, Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Pekalongan, Brebes,” ujar Sondi Siswanto.

Binda Jateng dalam kesempatan ini, mendirikan 14 sentra vaksinasi di kabupaten/kota. “Pelaksanaan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun meliputi Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banyumas, Temanggung, Magelang,” lanjutnya.

Lalu Vaksinasi Booster di Kabupaten Sukoharjo, Demak, Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, Magelang dan Pekalongan.

“Selain itu, untuk vaksinasi door to door ada di Kabupaten Grobogan, Kudus, Banjarnegara, Purbalingga, Wonosobo, Magelang, Pekalongan, dan Brebes dengan target 11.400 dosis vaksin bisa tersalurkan.” Kata Sondi.

Sondi memberikan keterangan bahwa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) atau efek samping dari pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 cenderung lebih rendah dibandingkan pada orang dewasa.

Baca juga :  Ujian Sekolah di Wonosobo Berbasis PTM dan Daring

“Hal ini membuktikan bahwa pemberian vaksinasi Cocid-19 pada anak usia 6-11 tahun aman dan efeknya cenderung ringan sehingga mudah diatasi.” ujar Sondi mengakhiri keterangannya kepada media.

You may also like

Leave a Comment