Home » TMMD Sengkuyung II Adakan 3 Penyuluhan Dalam Sehari

TMMD Sengkuyung II Adakan 3 Penyuluhan Dalam Sehari

by Manjie

WONOSOBO – Penyuluhan sebagai wujud kegiatan non fisik Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkyung Tahap II tahun 2021 di Desa Kalibenging, Kecamatan  Sukoharjo berjalan dengan lancar dengan Prokes ketat. Terjadwal ada 3 penyuluhan untuk hari ini, Rabu (30/6).

Danramil 14/Sukoharjo, Kapten Inf Kusno Miharto mengatakan ada 3 kegiatan non fisik berupa penyuluhan di program TMMD pada hari ini. Yang pertama adalah penyuluhan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 12 Tahun oleh Sugiri.R, S.Pd dari Disdikpora Kab.Wonosobo, yang kedua penyuluhan Sosialisasi Penanganan Covid19 dan Kebersihan Lingkungan oleh Dwi Asih Rahmawati,S.ST dari Puskesmas 2 Sukoharjo dan terakhir enyuluhan Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) oleh Sapto Hari Segi dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wonosobo.

Baca juga :  Jam Masuk Dibagi Dua Tahap, Simulasi PTM di Kudus Mulai Digelar

“Saya harap materi kegiatan ini nantinya bisa ditularkan ke masyarakat sekitar oleh peserta. Sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh masyarkat luas,” harap Kapten Inf Kusno.

Pendidikan penting untuk generasi bangsa, maka harus tuntaskan wajib belajar 12 tahun

Sementara itu dalam materi penyuluhan wajib belajar 12 tahun, Sugiri menyampaikan pentingnya masyarakat untuk mengutamakan masalah pendidikan. Dari Fakta yang ada disampaikan bahwa saat ini di desa masih ditemukan anak yang hanya tamat SD walaupun jumlahnya sedikit. Yang hanya tamat SMP jumlahnya agak banyak, yang tidak tamat SMA lebih banyak lagi. Sementara ini persaingan dunia kerja dibutuhkan tenaga yang mempunyai keahlian.

Penyuluhan yang diadakan dalam progra TMMD diharap dapat menggugah masyarakat agar mengajak generasi mudanya mau sekolah minimal SMA.

Baca juga :  Wonosobo Kembali Viral Video Buang Sampah di Sungai

“Saat ini juga peran orang tua agar lebih memperhatikan anak–anak dalam belajar. Sekolah jangan asal berangkat, akan tetapi anak–anak harus betul-betul mengerti dan mampu apa yang diajarkan di sekolah. Apalagi saat musim pandemi seperti ini anak–anak belajar lewat online, menggunakan internet. Jika orang tua tidak peduli maka bahaya internet sangatlah besar,” kata Sugiri. (manjie/e1)

 

You may also like

Leave a Comment