Home » Resmi Dilantik Jadi Bupati Kudus, Hartopo Pulang Hindari Tanggulangin, Ada Apa?

Resmi Dilantik Jadi Bupati Kudus, Hartopo Pulang Hindari Tanggulangin, Ada Apa?

by Rahayu

KUDUS – Usai dilantik menjadi Bupati definitif sisa jabatan 2018-2023 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Hartopo langsung ziarah makam mantan bupati yang letaknya di belakang Masjid Agung.

Itu dilakukan usai dirinya dan rombongan tiba di Kudus. Hartopo dan rombongan yang terdiri dari 22 tamu undangan beserta protokoler tiba di Kudus pukul 15.00. Dengan mengambil rute melewati Semarang–Purwodadi–Bulung Cangkring. Setelah tiba di Kudus mereka menjalankan sholat ashar berjamaah di Masjid Agung Kudus.

Usai di lantik Bupati Kudus ziarah ke makam mantan bupati yang berada di belakang Masjid Agung Kudus

Usai shalat barulah berziarah di makam yang terletak di belakang masjid itu. Yang merupakan salah satu makam bupati Kudus terdahulu.

Saat berziarah, bupati anyar Kudus itu didampingi beberapa tokoh agama. Mereka bersama-sama membaca tahlil dan berdoa. Terlihat Hartopo menundukkan kepala. Matanya berkaca-kaca. Namun tak sampai meneteskan air mata.

Baca juga :  Tim UNNES GIAT 3 Kenalkan Digitalisasi di SMPN 1 Candiroto

Ziarah rampung pukul 15.45. Hartopo dan rombongan menuju Pendopo Kabupaten Kudus dengan berjalan kaki. Di lokasi, rombongan disambut oleh jajaran pimpinan OPD dan pejabat struktural yang telah duduk berderet dengan menjaga jarak.

Di pendopo digelar acara sambutan seremonial tanpa berjabat tangan. Acara dimulai dengan sambutan dari pimpinan Sekretaris Daerah Kudus, Sam’ani Intakoris. Ia menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Hartopo menjadi bupati definitif. Sekaligus menyampaikan dukungan dan harapan.

“Kami selaku sekretaris daerah dan jajaran OPD mendukung pak Hartopo untuk menjalankan tugasnya sampai 2023. Agar tercapai visinya yang cerdas, religius, dan sejahtera,” terangnya.
Dia berharap semua OPD dan perangkat struktural bersama-sama mewujudkan visi-misi itu. Tentunya dengan menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

“Semuanya sengkuyung, bahu- membahu. Dengan tujuan merealisasikan visi misi mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.

Baca juga :  Pemkab Wonosobo Jalin MoU dengan BPOB Guna Percepatan Pengembangan Pariwisata

Selain itu, dia berharap agar Hartopo dapat menjalankan amanah. Sekaligus diberi kesehatan menjalankan tugasnya.

Setelah itu barulah Hartopo memberi sambutan. Dia tidak mencanangkan adanya program 100 hari kerja. Namun ada beberapa program prioritas. Di antaranya mengejar target vaksinasi. Juga tetap mempercantik kota atau menata wilayah tanpa membebankan APBD.

“Yakni dengan melibatkan swadaya masyarakat, stakeholder dan pengusaha. Namanya program GASIK,” jelasnya.

Selain itu, dia akan fokus untuk mengembalikan kondisi perekonomian masyarakat. Karena adanya Pandemi Covid-19 berdampak signifikan bagi masyarakat Kudus. Terlebih sektor UMKM dan dunia usaha.

“Selain upaya dari pemkab, kami harap ada bantuan juga dari pemerintah pusat,” terangnya.

Tak hanya itu, Hartopo juga akan menjalankan program baru yang ia beri nama Gasik. Menurutnya, Gasik adalah gerakan aman, sehat, indah dan kreatif.

“Tapi namanya Gasik sendiri itu artinya bagi saya, kita harus bisa bersih-bersih dan mendahului. Jadi jangan sampai kota ini kotor intinya dan kelihatan cantik,” ucap dia.

Baca juga :  BPIP Kukuhkan Purna Paskibraka Wonosobo Jadi Duta Pancasila

Disinggung soal jalur yang diambil, Hartopo hanya mengikuti arahan. Pihaknya mengaku jika tidak begitu memperdulikan akan adanya mitos-mitos yang ada.

“Saya sendiri tidak tau. Saya mengikuti, saya diarahkan. Ikut lewat kemana, ikut aja,” ujarnya.

Namun, pihaknya dan rombongan memilih jalan berputar lantaran untuk mengikuti saran dari orang tua dan beberapa orang lain.

“Aku pun ngga masalah sebetulnya (melewati jalur Tanggulangin, Red). Banyak yang memberitahu saya, artinya kita harus ngikut, itu kan mitos,” ucap dia.

Dulu, lanjut Hartopo, saat ia dan M Tamzil dilantik pulangnya melalui Jepara. Namun kini pihaknya tak ingin melalui jalur yang sama. Hartopo menyebut tidak ingin mengulangi kejadian yang dialami Tamzil.

“Pelantikan dulu, kan lewat Jepara. Lewat Jepara ternyata tidak aman untuk pak Tamzil, satu aliran sungai,” ucapanya sambil bergurau di depan media.(yk/e2)

You may also like

Leave a Comment