Wonosobo, satumenitnews.com – Calon Gubernur Jawa Tengah, Andika, melaksanakan serangkaian kegiatan kunjungan di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu, 2 November 2024. Meskipun tanpa ditemani pasangannya, Hendi, yang sedang bertemu relasi penting di Semarang, Andika tetap menjalankan rangkaian acara yang bertujuan mendekatkan diri kepada masyarakat serta menggalang dukungan atas program-program pro-rakyat yang diusungnya.
Agenda Andika dimulai pukul 09.00 WIB di Pondok Pesantren Al Falah Binangun Wringinanom, Kertek, di mana ia menghadiri acara Silaturahmi Kebangsaan bersama para Kyai dan Nyai dari Kampung Jaringan Majlis Yasinan.
Acara ini bukan hanya sebagai pertemuan, tetapi juga kesempatan bagi Andika untuk memperkuat hubungan dengan tokoh agama setempat serta menjelaskan visinya dalam membangun Jawa Tengah yang damai dan sejahtera.
“Kami ingin menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat, termasuk para tokoh agama,” ujar Andika dalam sambutannya.
Setelah itu, pukul 10.15 WIB, Andika melanjutkan perjalanannya ke Kantor DPC PDI Perjuangan Wonosobo untuk menghadiri acara “Pasar Murah Andika.”
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga yang hadir untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Andika menjelaskan bahwa pasar murah ini adalah wujud komitmen pasangan Andika-Hendi untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
“Kami ingin memberikan solusi langsung, sekecil apapun, untuk membantu meringankan masyarakat,” ungkapnya.
Pukul 11.20 WIB, Andika menghadiri Deklarasi Barisan Hokya Andika-Hendi di Gedung Korpri Kabupaten Wonosobo.
Deklarasi tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat yang datang untuk menyatakan dukungannya kepada pasangan calon ini. Suasana di dalam gedung terasa semarak, dipenuhi oleh semangat para pendukung yang berharap pasangan Andika-Hendi mampu membawa perubahan nyata bagi Jawa Tengah.
“Kami yakin Andika-Hendi adalah pasangan yang tepat untuk membawa perubahan di Jawa Tengah,” ujar seorang peserta deklarasi.
Pertegas dirinya Putra Daerah
Dalam setiap pertemuan, Andika kerap menekankan bahwa dirinya adalah putra asli Jawa Tengah.
Andika yang berasal dari Magelang dan istrinya yang merupakan warga Loano, Purworejo, mengungkapkan bahwa kedekatan ini membuat mereka lebih memahami permasalahan dan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kami benar-benar dekat dengan masyarakat, tidak hanya sebagai calon pemimpin, tetapi juga sebagai bagian dari mereka,” jelas Andika.
Rangkaian kunjungan Andika di Wonosobo berakhir pada pukul 12.50 WIB di Pabrik Teh Tambi, di mana ia mengadakan pertemuan dengan para karyawan.
Pada kesempatan ini, Andika menyempatkan diri berdialog dengan para pekerja, mendengar keluhan serta aspirasi mereka.
Ia juga mengapresiasi kontribusi para pekerja di Pabrik Teh Tambi, yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam pergerakan ekonomi daerah.
“Pabrik ini memiliki peran besar dalam perekonomian lokal. Kami menghargai setiap usaha yang dilakukan para pekerja di sini,” ujarnya.
Kunjungan Andika di Wonosobo menampilkan rangkaian kegiatan yang memperlihatkan keinginannya untuk membangun hubungan erat dengan masyarakat setempat.