Wonosobo, satumenitnews.com – Tragedi tewasnya seorang pengemudi ojek online bernama Affan di tengah kerusuhan demonstrasi Jakarta setahun lalu masih menyisakan duka mendalam. Mengenang peristiwa kelam yang merenggut nyawa pekerja jalanan tersebut, ratusan pengemudi ojol Wonosobo gelar doa bersama di Paseban Mandala Wisata pada Sabtu (29/8/2026).
Aksi solidaritas ini tidak hanya menyoroti tingginya risiko nyawa di aspal, tetapi juga menjadi momen empati bagi para korban bencana alam lintas pulau. Para pekerja transportasi berbasis aplikasi ini mengirimkan doa khusus untuk masyarakat di kawasan Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua yang kini tengah berjuang menghadapi krisis akibat rentetan bencana.
Solidaritas Ojol Wonosobo Gelar Doa Bersama di Tengah Ancaman
Cuaca ekstrem yang memicu kerusakan di berbagai wilayah turut memberikan dampak psikologis bagi masyarakat, termasuk para pekerja lapangan di kawasan Kedu dan Jawa Tengah. Mereka menyadari bahwa krisis ekologi dan ketidakstabilan cuaca dapat memukul sektor ekonomi kelas bawah secara telak kapan saja.
Kejadian nahas yang merenggut nyawa Affan akibat terjebak pusaran konflik massa setahun silam menjadi tamparan keras bagi komunitas ojek online di seluruh Indonesia. Peristiwa tersebut membuka mata banyak pihak bahwa pekerja transportasi sangat rentan menjadi korban tak langsung dari gesekan sosial.
Beban kerja pengemudi yang terus meningkat berbanding lurus dengan ancaman keselamatan lalu lintas setiap harinya. Kelompok pekerja informal ini seringkali tidak memiliki jaminan perlindungan fisik yang memadai saat harus menerobos cuaca buruk demi mengejar target pendapatan harian.
Suasana di Paseban Mandala Wisata tampak hening saat ratusan pengemudi yang masih mengenakan seragam kebanggaan mereka tertunduk di lapangan terbuka. Aksi ini sekaligus mengirimkan pesan tegas kepada publik bahwa pekerja informal memiliki tingkat kesolidan tinggi yang mampu melampaui batas wilayah geografis.
Ketua Paguyuban Ojol Kabupaten Wonosobo, Avat Fauzi, menyebut langkah kumpul massal ini merupakan ikhtiar nyata para pengemudi untuk mencari ketenangan batin. Ia menegaskan bahwa mendiang Affan adalah pahlawan keluarga yang gugur saat bertaruh nyawa demi tuntutan ekonomi rumah tangga.
“Kita berdoa bersama agar negeri kita dijadikan negeri yang damai. Doa ini juga kita tujukan kepada almarhum Affan, semoga mendapatkan tempat terbaik,” tegas Avat Fauzi di hadapan ratusan rekannya.
Pihak aparat kewilayahan setempat turut menyoroti tingginya angka risiko kecelakaan kerja bagi pengemudi lintas aplikasi ini. Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, membenarkan bahwa rutinitas pekerjaan di jalan raya menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari ancaman kelengahan.
“Jaga diri masing-masing karena banyak kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berada di jalan,” ungkap Yoyok mengingatkan para pengemudi yang hadir.
Turut memantau situasi di lokasi, Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja beserta perwakilan Kesbangpol dan sejumlah tokoh agama lokal. Jajaran keamanan lintas instansi ini bersepakat untuk terus menjaga iklim kondusif di wilayah Wonosobo demi kelancaran aktivitas ekonomi warga.

