Ojol Wonosobo, Terminal Wonosobo, WDOB, Keselamatan Berkendara, Bencana Alam
Home » Jelang Magrib, Kapolres Wonosobo Duduk Bersama 120 Driver Ojol, Doakan Keselamatan Negeri

Jelang Magrib, Kapolres Wonosobo Duduk Bersama 120 Driver Ojol, Doakan Keselamatan Negeri

by Nanang Wibowo
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Sekitar 120 pekerja transportasi mematikan mesin kendaraan mereka secara serentak pada Sabtu (29/8/2026) sore. Kehadiran ratusan pengemudi ojol terminal wonosobo ini memadati area Paseban Gerbang Mandala Wisata murni demi mendoakan para korban bencana alam yang melanda berbagai wilayah Nusantara.

Para pekerja harian tersebut rela menghentikan sementara pencarian penumpang dan menunda target pendapatan riil mereka. Langkah ini diambil atas dasar solidaritas kemanusiaan lintas provinsi bagi warga terdampak rentetan musibah di Kalimantan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga daratan Papua.

Tidak hanya mendoakan korban bencana nasional, kumpulan pengemudi roda dua ini juga mengheningkan cipta bagi rekan sejawat mereka di jalan raya. Banyak pekerja ojek daring tingkat daerah yang harus meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas saat memenuhi pesanan pelanggan.

Baca juga :  Polres Wonosobo Evakuasi Material Tanah Longsor di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah

Ketua Wonosobo Driver Online Bersatu (WDOB), Afat Fauzi, menyatakan aksi menepi massal ini merupakan bentuk nyata keprihatinan dari para pekerja lapangan. Menurutnya, rasa empati sosial tidak boleh tergerus meskipun para pengemudi setiap hari berhadapan dengan kerasnya tekanan target pekerjaan dan kepadatan lalu lintas Jawa Tengah.

“Ini murni bentuk kepedulian kami untuk saudara sebangsa yang terkena musibah, sekaligus mengenang kawan-kawan ojek yang telah mendahului kami saat bertugas di aspal,” tegas Afat saat ditemui di lokasi acara.

Solidaritas Ratusan Pengemudi Ojol Terminal Wonosobo di Tengah Target Harian

Aksi komunal ini berlangsung selama kurang lebih dua jam sejak pukul 16.00 WIB. Ratusan helm dan jaket seragam yang biasanya mendominasi sudut-sudut jalan raya Kabupaten Wonosobo, sore itu tertata di area kompleks terminal.

Baca juga :  Di Tengah Sunyi Longsor Situkung, Anjing Pelacak K9 Menuntun Tim SAR ke Titik Kematian

Menjelang waktu Magrib, rangkaian solidaritas tersebut memuncak melalui tausiyah yang dipimpin langsung oleh Imam Masjid Agung Jami’ Wonosobo, Kyai Arif Romadhon. Lantunan doa lintas wilayah ini bergema sebelum para pekerja aspal tersebut kembali menghidupkan mesin motor mereka untuk kembali bekerja.

Sebagai penutup hari, 120 pengemudi tersebut pulang dengan membawa paket pemenuhan kebutuhan pokok keluarga. Masing-masing orang mendapatkan pasokan 2,5 kilogram beras, gula pasir, teh, minyak goreng, serta mi instan untuk menopang ketahanan dapur rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.

Keberadaan elemen institusi keamanan terlihat berbaur di barisan paling belakang para pengemudi, termasuk Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja dan Dandim 0707 Letkol Inf. Yoyok Suyitno. Bersama perwakilan Kesbangpol Kabupaten Wonosobo, mereka menempatkan diri sebagai pendengar inisiatif warga kelas pekerja tersebut.

Baca juga :  Polsek Garung Tanggap Datangi Lokasi Angin Puting Beliung Terjang Desa Siwuran

Bagi aparat pertahanan dan keamanan, kelompok ojek daring memegang fungsi strategis jauh melebihi status mereka sebagai pengantar penumpang. Pekerja jalanan ini berinteraksi langsung dengan berbagai situasi riil setiap menit, menjadikan mereka mata dan telinga krusial bagi stabilitas kawasan Kedu.

Pihak kepolisian lantas meminta para pengemudi untuk tetap menjadikan standar prosedur keamanan berkendara sebagai prioritas utama mengingat tingginya risiko medan pegunungan. Solidaritas sosial antarpengemudi dituntut berjalan lurus dengan kedisiplinan mematuhi instruksi lalu lintas demi meminimalisasi angka fatalitas di jalan raya.

“Jaga keselamatan, jaga persaudaraan dengan semangat Salam Satu Aspal. Mari bersama menjaga keamanan lingkungan Wonosobo,” pesan Ricky menutup pertemuan tersebut.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy