Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan perombakan tata kelola pengadaan barang dan jasa untuk menekan angka pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Langkah nyata ini terwujud melalui agenda penandatanganan kontrak payung konsolidasi pengadaan kertas HVS untuk Katalog Elektronik tahun 2026 pada Senin (8/6). Acara ini berlangsung tertutup bagi publik di Ruang Rapat Mangunkusumo, Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.
Lewat sistem terintegrasi ini, pemerintah daerah menargetkan efisiensi belanja negara hingga Rp737,67 juta yang akan berlaku sepanjang periode 2026 hingga 2027.
Coret Praktik Nepotisme Pengadaan
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyoroti pentingnya sikap profesional dalam setiap tahapan pengadaan barang pemerintah. Ia mendesak seluruh pihak mematuhi regulasi, menjaga standar kualitas, dan mengedepankan asas akuntabilitas.
“Ke depan tidak bisa lagi kita membeli berdasarkan kedekatan atau nepotisme. Kita harus memastikan proses pengadaan berjalan secara fair dengan memilih penyedia yang benar-benar memenuhi kriteria,” ungkap Andang Wardoyo dalam arahannya.
Menurut Andang, sistem lelang yang bersih menjadi pondasi utama agar serapan anggaran tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas di Jawa Tengah.
Ia juga mendesak para pelaku usaha lokal agar sadar diri untuk terus meningkatkan kompetensi dagang mereka. Para penyedia jasa wajib melengkapi legalitas usaha dan menjaga kualitas layanan jika ingin bersaing mengambil porsi dalam lelang pengadaan pemerintah daerah.
Andang mengingatkan bahwa sistem pengawasan saat ini sangat ketat. Pemantauan bukan sekadar datang dari lembaga resmi negara, melainkan dari warga masyarakat yang makin kritis mengawal jalannya pemerintahan agar tetap pada koridor tata kelola yang baik.
Efisiensi Anggaran Tembus 23 Persen
Ketua Tim Pelaksana Konsolidasi Pengadaan Alat Tulis Kantor untuk Katalog Elektronik Kabupaten Wonosobo, Mohamad Kristijadi, menjabarkan proses panjang sebelum kontrak payung ini resmi diteken.
Tim pelaksana sebelumnya telah melakukan koordinasi lintas perangkat daerah serta melakukan cek ombak atau market sounding langsung kepada para penyedia barang. Langkah strategis ini menjamin proses pemilihan pihak ketiga berjalan sangat terbuka dan kompetitif.
Kristijadi memaparkan data perhitungan tim yang mencatat efisiensi anggaran mencapai 23,95 persen jika disandingkan dengan standar harga lama yang berlaku. Angka persentase tersebut bernilai sama dengan penghematan uang daerah sebesar Rp737,67 juta.
Konsolidasi pengadaan kertas HVS ini sekaligus membuka panggung yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal, khususnya di wilayah Kedu, untuk terlibat memasok kebutuhan logistik pemerintah. Transaksi melalui sistem Katalog Elektronik ini juga berfungsi sebagai benteng transparansi pengelolaan belanja daerah.
Setda Wonosobo Bilang ASN Punya Aturan Sendiri Dalam Kontestan Pilkada

