Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo meresmikan hasil pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2025 yang menelan total dana hingga Rp164,6 miliar. Acara peresmian ini dipusatkan di Plataran Seroja, Desa Tlogo, Kecamatan Garung pada Jumat (24/4/2026).
Mengusung tema Satu Detak Membangun Bersama Masyarakat, kegiatan ini menjadi wujud akuntabilitas pemerintah daerah. Peresmian dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, serta warga Desa Tlogo dan Desa Jengkol.
Fokus utama peresmian menyoroti rampungnya pembangunan ruas jalan Jengkol hingga Tlogo sepanjang 1,67 kilometer. Infrastruktur ini dibangun secara bertahap selama dua tahun anggaran sejak 2024 hingga 2025.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan proyek. Ia ingin memastikan seluruh hasil kerja pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa kerja-kerja pembangunan hadir secara nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi bagaimana proses itu dilakukan dengan melibatkan masyarakat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Afif dalam sambutannya.
Pembangunan jalan penghubung ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang erat antara pemerintah dan masyarakat. Proses pembangunannya terwujud berkat hibah lahan sukarela dari warga yang merelakan 100 bidang tanah, mencakup 68 bidang dari Desa Tlogo dan 32 bidang dari Desa Jengkol.
“Yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi juga kepercayaan dan harapan. Inilah kekuatan utama pembangunan kita,” tegas Bupati saat memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang berkontribusi.
Infrastruktur jalan baru tersebut dirancang sebagai pengungkit konektivitas kawasan. Kelancaran akses lalu lintas diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil pertanian sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata Telaga Menjer.
“Dengan akses yang semakin baik, kita berharap pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh dan berkembang,” tambah Afif.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo Mohamad Kristijadi memaparkan rincian sumber dana Rp164,6 miliar tersebut. Anggaran didapat dari DAK Fisik, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, DAU, dan sumber pendapatan lainnya.
Kristijadi menjelaskan bahwa alokasi terbesar terserap untuk infrastruktur dasar senilai Rp91,9 miliar. Dana ini digunakan untuk jalan, jembatan, irigasi, air minum, sanitasi, dan penataan kawasan publik.
Sektor pendidikan dan olahraga menerima kucuran Rp26,1 miliar untuk fasilitas PAUD hingga pondok pesantren. Bidang kesehatan menyerap Rp20,4 miliar yang mencakup peningkatan fasilitas di RSUD KRT Setjonegoro.
Sektor perumahan, permukiman, dan perhubungan dialokasikan Rp21,6 miliar guna pengembangan lingkungan dan kelengkapan marka serta jalur sepeda.
Pemerintah juga menyalurkan Rp963 juta untuk sektor pertanian dan peternakan, disusul Rp3,5 miliar untuk fasilitas umum kewilayahan seperti balai warga dan ruang terbuka hijau.
Rangkaian acara peresmian di Plataran Seroja berlangsung meriah dengan melibatkan 1.000 peserta. Kegiatan diisi dengan touring hemat energi, fun walk, dan pembagian undian berhadiah kendaraan listrik hingga peralatan elektronik.
Musrenbang RKPD Wonosobo 2027: Bupati Afif Tetapkan Arah Pembangunan pada Hilirisasi Pertanian
Sinergi Media dan Pemerintah Desa, Jembatan Baru Pembangunan Wonosobo
Geliat Pemuda Wonosobo di Panggung Pembangunan, Tak Lagi Hanya Jadi Penonton
Memahami DAK, Instrumen Penting untuk Pembangunan Daerah Tertentu
Forum Konsultasi Publik RKPD Wonosobo 2026: Fokus pada Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan
Peresmian Proyek Infrastruktur Wonosobo 2024: Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Refleksi dan Peresmian Pembangunan Wonosobo 2024: Membuka Jalan untuk Masa Depan

