Festival Literasi Wonosobo, UMKM Kedu, Arpusda Wonosobo, Literasi Jawa Tengah, Pameran Buku
Home » Warga Padati 54 Tenant UMKM di Festival Literasi Wonosobo

Warga Padati 54 Tenant UMKM di Festival Literasi Wonosobo

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Ribuan warga dan pelajar membanjiri area pameran yang diisi 54 stan produk kreatif dalam ajang festival literasi umkm kabupaten wonosobo. Acara yang memadukan bazar buku dengan pameran produk lokal dari seluruh penjuru kecamatan ini menjadi magnet keramaian baru di pusat kota.

Antusiasme pengunjung terlihat mencolok saat mereka berdesakan memburu buku bacaan murah dan menikmati ragam karya seni buatan pelajar lokal. Kegiatan lintas sektor yang berlangsung hingga Sabtu, 25 Juli 2026 ini secara langsung menggerakkan roda perputaran uang di tingkat pedagang kecil dan komunitas kreatif.

Target Peningkatan 211 Perpustakaan Desa Wonosobo

Proses kurasi ketat diterapkan sebelum puluhan pedagang dan komunitas ini diizinkan mendirikan stan di lokasi acara. Masing-masing pemerintah tingkat kecamatan bersama koordinator wilayah bidang pendidikan bertugas menyeleksi kelayakan produk untuk memastikan kualitas barang yang dijual ke publik.

Baca juga :  Harga Daging Sapi di Wonosobo Tembus Rp150 Ribu

Pameran ini rupanya tidak sekadar menyajikan keramaian transaksi jual beli di lapangan terbuka. Ajang ini sekaligus menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan nonformal yang saat ini masih tersebar belum merata di wilayah pegunungan Kedu tersebut.

Data terbaru menunjukkan baru tercatat 211 dari total 265 desa yang memiliki bangunan atau ruang baca khusus untuk masyarakat umum. Artinya, puluhan wilayah tingkat desa lainnya di Wonosobo masih berstatus tanpa fasilitas baca mandiri yang memadai bagi anak-anak dan warga setempat.

Kualitas layanan ruang baca yang sudah berdiri pun masih membutuhkan perbaikan mendesak secara menyeluruh dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, tercatat baru 60 fasilitas baca tingkat desa yang berhasil memenuhi standar dan mengantongi status akreditasi resmi.

Selama tiga hari pameran, para pengunjung tidak hanya disuguhi lapak dagangan UMKM dan tumpukan buku bacaan. Rangkaian acara turut membedah karya tulis, menggelar diskusi terbuka, serta menampilkan pertunjukan wayang kulit gaya Kedu untuk mempertahankan identitas budaya asli daerah.

Baca juga :  Warga Wonosobo Kini Bisa Laporkan Pelanggaran Dapur Makan Bergizi Gratis Lewat Layanan SAGI 127

Momentum keramaian ini juga dimanfaatkan untuk memacu kompetisi mendongeng tingkat sekolah dasar. Selain itu, panitia mencatat kontribusi sejumlah tokoh masyarakat yang menyerahkan arsip lukisan sejarah dan video pementasan seni tradisional sebagai aset daerah.

Menjelang malam penutupan, suasana lokasi pameran diubah total menyerupai panggung hiburan rakyat yang gemerlap. Empat kelompok musik lokal, termasuk IMPOSTOR Band dan Drunken Master Band, dijadwalkan tampil bergantian memecah keheningan malam dan menghibur para pengunjung pasar malam tersebut.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo, Prayitno, membenarkan bahwa pembiayaan acara bersumber dari kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026. Ia menekankan penggunaan anggaran negara tersebut menuntut pertanggungjawaban nyata melalui pergerakan ekonomi riil di lapangan, bukan sekadar pelaporan kertas administrasi.

Baca juga :  Senderan Arpusda Wonosobo Roboh, Timpa Kendaraan dan Warung

“Yang menghasilkan sesuatu adalah teman-teman di lapangan. Ini mandiri dari korwil, mandiri dari kecamatan, mandiri dari para pelaku UMKM. Kami hanya menyinergikan agar potensi yang ada bisa tampil dan berkembang,” tegas Prayitno.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Rahmah Nur Hayati, mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak lekas berpuas diri. Ia meminta masyarakat sipil dan aparat pemerintah desa bekerja ekstra keras memaksimalkan fungsi gedung baca yang sudah dibangun agar tidak berujung mangkrak.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Wonosobo untuk bersama-sama menumbuhkan perpustakaan. Yang sudah ada mari kita kembangkan agar semakin memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Rahmah.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy