Wonosobo, satumenitnews.com – Rentetan kabar di media sosial yang menyebutkan akses wisata menuju Dieng Plateau terputus akibat longsor sempat memicu keresahan di kalangan wisatawan. Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo angkat bicara dan memberikan klarifikasi langsung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa informasi terputusnya akses tersebut tidak terjadi di jalur utama Wonosobo.
“Pemberitaan di media sosial terkait jalan longsor yang memutus akses menuju Dieng itu terjadi pada jalur alternatif melalui wilayah Pejawaran–Batur di Kabupaten Banjarnegara. Jalur utama dari Wonosobo menuju kawasan Dieng kami pastikan tetap aman dan dapat dilalui,” ujar Fahmi memberikan klarifikasi, Sabtu (7/3/2026).
Fahmi menjelaskan bahwa jalur utama dari arah Kota Wonosobo justru saat ini kondisinya sangat prima. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum lama ini merampungkan perbaikan dan pengaspalan di sejumlah titik, membuat jalan menjadi lebih halus dan mendukung kenyamanan perjalanan.
Opsi Rute Alternatif dan Imbauan Keselamatan
Selain mengamankan jalur utama, Fahmi juga memaparkan kelayakan jalur alternatif dari Temanggung menuju Dieng via kawasan Tambi. Rute Ngadirejo–Canggal sepanjang kurang lebih 47 kilometer ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1,5 jam dengan suguhan panorama hamparan
Perkebunan Teh Tambi yang asri.
Pemerintah juga telah melakukan pelebaran jalan di titik-titik krusial, terutama di sekitar kawasan Kebun Teh Sikathok. Namun, Fahmi memberi catatan khusus bagi rombongan wisatawan. Jalur alternatif ini sangat direkomendasikan untuk kendaraan kecil, sementara armada bus besar disarankan tetap menggunakan jalur Parakan–Kledung–Kertek demi keamanan bermanuver.
Opsi lainnya, wisatawan bisa menjajal jalur Temanggung–Kledung–Candiyasan yang mengarah ke kawasan wisata Blembem. Rute ini tak kalah menarik karena melintasi destinasi Telaga Bedakah dan Gunung Cilik sebelum tiba di dataran tinggi Dieng.
“Mengingat karakteristik jalur pegunungan yang penuh tanjakan dan tikungan, kami menyarankan wisatawan melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat. Pastikan kondisi rem, mesin, serta bahan bakar dalam keadaan baik. Manfaatkan juga rest area yang tersedia jika merasa lelah di jalan,” pesannya.
Layanan Darurat Siaga 24 Jam
Untuk mencegah kebingungan akibat informasi liar di media sosial, Fahmi mengimbau calon wisatawan untuk proaktif melakukan pengecekan silang melalui layanan panggilan resmi sebelum memulai perjalanan.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah menyiagakan sejumlah nomor darurat dan layanan aduan yang bisa diakses publik.
- Layanan tersebut meliputi Call Center BPBD di nomor (0286) 322908 atau WhatsApp 081311116976, serta Pemadam Kebakaran di (0286) 325605.
- Bagi wisatawan yang membutuhkan bantuan medis darurat, Public Safety Center (PSC) Dinas Kesehatan siaga di nomor 119.
- Terdapat pula layanan Si Jago (Siap Jemput Ambulans Gratis) RSUD yang bisa dihubungi via WhatsApp di 08112721118.
- Sementara untuk bantuan kepolisian bisa mengakses 110 atau WhatsApp 081181110110.
- Publik juga bisa mengirimkan aduan langsung melalui saluran WhatsApp Lapor Bupati Wonosobo di 082327733373.

