Wonosobo, satumenitnews.com – Suasana di Ruang Mangunkusumo Setda Wonosobo terasa lebih sibuk dari biasanya pada Jumat (6/3/2026) siang. Jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, hingga aparat penegak hukum duduk bersama dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Agenda utamanya sangat krusial: memastikan perayaan Idul Fitri 1447 H di Wonosobo berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, yang membacakan arahan Bupati, langsung membuka rapat dengan nada tegas. Ia mengingatkan kepada seluruh peserta rapat bahwa momentum menjelang Lebaran selalu memicu lonjakan permintaan kebutuhan masyarakat serta layanan umum secara drastis.
“Kondisi ini tidak boleh kita sepelekan,” tegas Andang di hadapan forum. Ia menuntut adanya sinergi dan kolaborasi lintas sektor agar sistem pelayanan publik berjalan optimal, sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman.
Lima Instruksi Strategis Pemkab
Dari meja pimpinan rapat, Andang merinci lima hal strategis yang harus segera dieksekusi oleh instansi terkait. Perhatian pertama tertuju pada stabilitas harga dan pasokan bahan pokok. TPID diinstruksikan bergerak cepat memantau pasar agar distribusi lancar dan harga tetap terjangkau.
Fokus kedua menyasar jaminan pasokan BBM dan LPG. Pemerintah daerah akan langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan pengelola SPBU setempat. Selanjutnya, Andang menyoroti kesiapan infrastruktur. Jalan, jembatan, dan trayek angkutan umum harus dipastikan dalam kondisi layak guna menyambut gelombang pemudik.
Sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Tengah, kesiapan sektor pariwisata menjadi poin keempat. Sarana prasarana wisata dituntut mengutamakan aspek keselamatan pengunjung. Terakhir, layanan kesehatan dan mitigasi bencana diinstruksikan untuk siaga penuh, mengingat kondisi geografis Wonosobo yang cukup dinamis.
Andang juga meminta sistem deteksi dini diaktifkan hingga tingkat desa. Tujuannya agar setiap potensi gangguan keamanan atau distribusi pangan bisa direspons dengan cepat.
Ratusan Personel Turun ke Jalan
Sejalan dengan arahan Sekda, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Satriyatmo, kembali menekankan pentingnya pengawasan arus lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, serta fasilitas medis yang harus siaga menghadapi situasi darurat.
Menjawab tantangan tersebut, Wakapolres Wonosobo Kompol Agustinus David Putraningtyas yang turut hadir memaparkan skenario pengamanan di lapangan. Ia memastikan jajarannya segera menggelar Operasi Ketupat Candi 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 26 Maret 2026.
David menyebutkan ada 394 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan tim kesehatan yang siap diterjunkan. Ratusan personel ini akan menempati tujuh pos pengamanan dan pelayanan yang disebar di titik-titik krusial.
Tujuh titik tersebut meliputi Pospam Dieng, Gardu Pandang, Telaga Menjer, Pos Terpadu Alun-Alun Wonosobo, Pospam Simpang 4 Kertek, Posyan Terminal Mendolo, dan Pospam Terminal Sawangan.
Sebelum menutup pemaparannya, David melontarkan peringatan khusus. Selain fokus pada kelancaran arus lalu lintas, kepolisian akan menindak tegas masyarakat yang masih nekat bermain petasan atau menerbangkan balon udara liar yang sangat membahayakan keselamatan umum.

