Home » Disparbud Wonosobo Beri Catatan Khusus Untuk Obyek Wisata Alam Seroja

Disparbud Wonosobo Beri Catatan Khusus Untuk Obyek Wisata Alam Seroja

by Wonosobo1menit

WONOSOBO РDesa Tlogo Kecamatan Garung mempunyai rencana membuat obyek wisata beberapa tahun lalu. Pada tahun pertama 2017 Disparbud Wonosobo melakukan pendampingan kepada Desa Tlogo. Pada tahun kedua 2018 mengeksekusi melalui sharing yang dibiayai oleh APBD lewat Banque, APBDES, CSR dan lainya. Pendampingan kepada mereka mulai dilepas setelah tahun ketiganya pada 2019, dalam rangka menyiapkan pengelolaan obyek wisata untuk bisa dilakukan secara mandiri.

Disparbud Wonosobo melalui Bidang Destinasi Wisata, Edi Santoso M.Si mengatakan selama ini selalu melakukan pemantauan terkait kondisi obyek wisata Alam Seroja, hingga memberikan teguran-teguran sebagai catatan khusus untuk pengelola wisata.

“Kami memberikan teguran kepada pengelola obyek wisata untuk kebaikan mereka, bagaimana dalam merespon dan mensikapi dengan cepat dan segera melakukan perbaikan. Kami sangat menyayangkan dengan melihat secara kondisi obyek wisata Alam Seroja saat ini, mereka sudah mengeluarkan energi dan biaya yang tidak sedikit dengan membangun obyek wisata tersebut tetapi dalam perjalanannya belum bisa memberikan manfaat yang optimal,” ujarnya Selasa (12/1).

Baca juga :  Demi Keluarga, Tukijo Rela Menantang Bahaya

Lebih lanjut, melihat kekecewaan masyarakat atas tidak terawatnya Obyek Wisata Alam Seroja Desa Tlogo Kecamatan Garung, pihaknya mempunyai beberapa catatan, salah satunya adalah ketika dieksekusi ada beberapa tempat yang tidak sesuai dengan ATPL.

“Ada catatan tersendiri dari kami yaitu harus ditingkatkanya kembali tata kelola, siapa dan harus berbuat apa harus dipertajam lagi. Jangan sampai ada ketidak-sinkronan di internal pengelola tempat wisata,” ujarnya.

Disparbud Wonosobo Beri Catatan Khusus Untuk Obyek Wisata Alam Seroja

Wisata Alam Seroja Harusnya Tetap Pada Konsep Awal

Menurutnya, harus dikembalikan lagi kerencana awal yang sudah disepakati saat menyusun rencana pembuatan obyek wisata. Proses tersebut juga sudah melalui musyawarah desa, diskusi bersama hingga muncul ide-ide kreatif dalam pengembangan Wisata Alam Seroja.

Baca juga :  Menapaki Natas Angin, Puncak Tertinggi Pegunungan Muria

Disparbud Wonosobo mengungkapkan perlu adanya perbaikan pada Obyek Wisata Alam Seroja Desa Tlogo. Sejak awal Pemdes sudah menyusun peraturan desa tentang zona mana yang bisa dibangun dan yang tidak di area wisata tersebut. Sebagai contoh, pada pinggiran telaga di sepanjang jalan sebenarnya tidak boleh ada bangunan permanen, hal tersebut menurutnya harus mulai dibenahi lagi.

“Hal-hal yang menjadi kelemahan pengelolaan wisata di Desa Tlogo adalah edukasi ke masyarakat, arahan dan kesepakatan diawal harus dilaksanakan saat sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, Desa Wisata Tlogo mempunyai kelebihan pada Bumdes yang menjadi pengelola wisata yang cukup baik. Seharusnya mereka bisa merangkul semua penggiat wisata yang ada. Perlu diketahui bahwa obyek wisata bukan milik beberapa kelompok, akan tetapi milik semua masyaraka desa.

Baca juga :  Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga Kudus Ludes Terbakar

“Dengan merangkul dan bergandengan tangan, Bumdes, Pokdarwis, Perangkat Desa dan masyarakat, mereka akan bisa bersinergi dengan baik dalam mengelola obyek wisata hingga mengembangkanya,” tandasnya.

Pihaknya memberikan catatan buat pengelola Obyek Wisata Alam Seroja dan desa wisata lainnya, tidak ada kata terlambat dalam melakukan penataan atau mereview ulang tempat wisata. Yang dibutuhkan adalah leader yang cukup kuat dari Pemdes atau dari penggiat wisata yang bisa merekatkan kembali semuanya, sehingga mereka bisa bergandengan tangan, bersinergi untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi wisata yang sudah ada.

“Semoga Obyek Wisata Alam Seroja dan Obyek lainnya bisa ditata kembali, sehingga bisa meningkatan perekonomian masyarakat di sekitarnya, ” pungkas Edi Susanto. (Budilaw79/e2)

 

You may also like

Leave a Comment