Yayasan Al Maksum Jlamprang
Home » Yayasan Al Maksum Jlamprang Disiapkan Sebagai Edu Tourism di Wonosobo

Yayasan Al Maksum Jlamprang Disiapkan Sebagai Edu Tourism di Wonosobo

by Tri Laksono Adi Prabowo

WONOSOBO, [SATUMENITNEWS.COM] – Yayasan Al Maksum Jlamprang disiapkan sebagai alternatif wisata edukasi alias edu tourism di Kabupaten Wonosobo.

Wonosobo saat ini tengah mengembangkan wisata edukasi melalui kerjasama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo bersama Yayasan Al Maksum Jlamprang.

Adapun kerjasama tersebut memiliki beberapa tujuan yakni pengembangan seni dan budaya yang dikemas menjadi produk wisata kampung bahasa berbasis pondok pesantren.

Nota kesepahaman antara keduanya dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Agus Wibowo bersama dengan Ketua Yayasan AL Maksum Agus Wahid dengan disaksikan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat beserta jajaran Pemkab Wonosobo pada Rabu (30/11) bertempat di Pendopo Selatan.

Kadisparbud Wonosobo Agus Wibowo memaparkan adapun bentuk kerjasama yang telah terjalin dalam rangka promosi wisata, membentuk daya tarik wisata edukasi melalui kampung bahasa berbasis pondok pesantren.

Baca juga :  Bupati Apresiasi Berdirinya RS AISs Wonosobo Untuk Bantu Masyarakat

Pengembangan bahasa yang ada di Yayasan Al Maksum sendiri bisa dikatakan lengkap yakni meliputi pelatihan Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta Bahasa Mandarin. Ketiga bahasa tersebut saat ini ramai digunakan orang diseluruh Dunia hingga menjadi bahasa Internasional dalam PBB.

Dengan integrasi antara bidang keagamaan serta pelatihan bahasa yang representatif, diharapkan dimasa mendatang dapat mengembangkan industri pariwisata khususnya edu tourism di Kabupaten Wonosobo.

Sebagai langkah awal, saat ini Dinas Pariwisata Wonosobo mengaku telah mengirim tiga perwakilan santri terbaik untuk menimba ilmu Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.

Untuk implementasi kerjasama tersebut, saat ini untuk pelatihan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dilakukan di Lab Bahasa Unsiq Wonosobo.

Sedangkan untuk pelatihan Bahasa Mandarin dilakukan di Xin Long Yogyakarta agar ketiga santri yang telah dikirim tersebut dapat melakukan transfer knowledge kepada santri lain di Ponpes tersebut.

Baca juga :  PPDI Kabupaten Wonosobo Gemuruhkan Aspirasi ke Jakarta

Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sendiri sebelumnya sudah banyak dikuasai oleh para santri Ponpes Rohmatul Ummat bahkan telah menjadi alat komunikasi di antara para santri. Temuan semacam ini tentunya sangat menarik untuk kita ketahui bersama.

Walaupun begitu, harapan kedepan agar para santri yang telah menguasai ketiga bahasa tersebut dapat belajar berkomunikasi kepada masyarakat sekitar ponpes hingga nantinya dapat terbentuk kampung bahasa berbasis pondok pesantren.

Dimasa mendatang, kampung bahasa tersebut diproyeksikan sebagai destinasi wisata berbasis edu tourism yang menarik para pelancong untuk datang berkunjung maupun yang hanya datang hanya sekedar untuk melatih kemampuan bahasa asing di kampung bahasa tersebut.

“Hal ini jelas akan merangsang tumbuhnya ekonomi baru di sekitar pondok pesantren dan kampung Bahasa tersebut. Banyak orang akan datang belajar, tentu butuh penginapan dan amenitas yang lain. Ini akan merangsang munculnya homestay, warung-warung, rumah makan, lahan parkir, dan fasilitas lainnya”, ujar Kadisparbud Wonosobo.

Baca juga :  Tabah Setyo Pambudi Terpilih Ketuai KNPI Wonosobo Periode 2022-2025

Ketua Yayasan Al Maksum Agus Wahid mengaku bersyukur di mana Pondok Pesantren yang ia kelola bersama pengurus Yayasan Al Maksum dapat menghasilkan kemajuan.

Agus tak lupa juga berterimakasih kepada Pemkab Wonosobo melalui Disparbud Wonosobo yang telah memberikan kesempatan bagi para santri untuk mengasah kebolehannya dalam berbahasa asing.

“Dengan adanya ragam bahasa asing yang membudaya menjadi alat komunikasi di kalangan santri dan masyarakat kampung di sekitar ponpes, menjadi keunikan dan keunggulan tersendiri dan jelas akan menarik banyak wisatawan untuk datang ke Kampung Bahasa,” ujar Agus. ***

You may also like

Leave a Comment