Viral Video belatung
Home » Video Viral Belatung, Ada Unsur Fetish atau Masokis?

Video Viral Belatung, Ada Unsur Fetish atau Masokis?

by Manjie

Satumenitnews.com  – Kemungkinan ada unsur fetish dalam viral video belatung, sudah pernah dengar istilah ini?

Jenis fetish ternyata memiliki banyak jenis di dunia ini.

Pada dasarnya fetish adalah kondisi ketertarikan seksual pada objek tertentu baik berwujud benda atau kondisi tertentu.

Selain, fenomena fetish yang muncul di Indonesia, banyak kelainan ketertarikan seksual yang paling aneh di seluruh dunia.

Viralnya video belatung kemungkinan menjadi salah satunya.

Selain istilah masokis yang memiliki ketertarikan menyakiti diri atau pasangan untuk kepuasan seksual, ada istilah yang spesifik untuk kemungkinan dalam video viral belatung.

Psikiater RSUD Setjonegoro Wonosobo dr Twiena Fridayani Sp Kj mengatakan ada istilah yang lebih spesifik yang dikenal dengan Formicophilia.

Baca juga :  Kejar Target Vaksinasi Akhir Tahun, BINDA Jateng lakukan Door To Door di Wonosobo Dan Boyolali

Formicophilia adalah fetish terhadap serangga, entah itu hanya melihat, sentuhan bahkan gigitan serangga yang kemudian memperkuat rangsangan seksual.

“Tidak terbatas pada dirinya sendiri, bisa saja melihat pasangannya dikerubuti serangga sehingga orang yang mengidap Formicophilia mengalami rangsangan seksual,” kata dr Twiena.

Pengertian Fetish menurut dr Twiena adalah kondisi di mana seseorang akan melakukan suatu hal untuk memenuhi hasrat dan nafsu seksualnya.

“Masih asing dengan isitilah fetish kan? fetish juga bisa menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan gairah seksual seseorang yang digabungkan dengan objek yang biasanya non-seksual,” ucapnya.

Banyak jenis fetish yang ada di dunia, menurut dr Twiena perilaku ini sebagian masuk katgori kelainan seksual atau penyimpangan seksual.

Baca juga :  Apa Sih Covid Rangers Wonosobo?

“Tak hanya seperti video belatung yang sedang viral, ada juga loh yang bila melihat patung libidonya naik. Kami kenal istilah itu dengan Agalmatophilia,” ujarnya.

Dan inilah beberapa Jenis Fetish yang bagikan dr Twiena:

Autogynephilia, yaitu fetish terhadap diri sendiri dalam bentuk wanita (khusus untuk pria).

Agalmatophilia, yaitu jenis fetish terhadap patung.

Autoplushophilia, adalah fetish terhadap diri sendiri ketika mengenakan kostum kartun hewan raksasa.

Coprophilia, yaitu fetish terhadap kotoran/feses.

Ephebophilia, yaitu fetish terhadap remaja dewasa (15 – 19 tahun).

Hebephilia, adalah fetish terhadap remaja sekolah (11-14 tahun).

Gerontophilia, adalah fetish terhadap orang tua.

Exhibitionism, yaitu fetish menunjukkan kemaluan kepada khalayak umum.

Baca juga :  Shock Factor ataukah Masokis di Adegan Viral Video Belatung?

Frotteurism, adalah fetish menyentuh orang asing di keramaian.

Knismolagnia, adalah jenis fetish terhadap rasa geli.

Katoptronophilia, adalah jenis fetish pada hubungan seks di depan cermin.

Formicophilia, adalah fetish terhadap serangga.

Menurut dr Twiena masih banyak istilah-istilah lain dalam fetish, karena pada kondisi tertentu fetish memang merupakan kondisi yang normal karena hampir setiap orang memiliki ketertarikan seksual.

“Namun, jika gairah fetish tersebut sangat mengganggu fungsi seksual, kehidupan, serta perilaku seseorang. Maka kondisi tersebut dianggap sebagai gangguan seksual. Tak jarang dari kondisi tersebut menganggu norma sosial bahkan melanggar hukum,” jelasnya. (E1)

You may also like

Leave a Comment