Home » TNI Bisa Juga Main Kuda Kepang

TNI Bisa Juga Main Kuda Kepang

PENDIM 0707/WONOSOBO

by Kodim 0707 Wonosobo
Listen to this article

Kesenian Kuda Kepang merupakan kesenian tradisional yang sangat diminati dan banyak penggemarnya di kalangan masyarakat Jawa, terlebih di Kabupaten Wonosobo. Kuda Kepang sudah ada sejak jaman dahulu kala sehingga keberadaannya sudah mendarah daging di setiap hati sanubari masyarakat.  Pada pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap II di Desa Deroduwur, Mojotengah setelah acara pembukaan disuguhi tarian kuda kepang.(13/7/2023)

Melihat kesenian kuda kepang/kuda lumping Serka Misgiyanto anggota Staf Ter Kodim 0707/Wonosobo ikut ambil bagian bergabung dengan kesenian Kuda Kepang Lestari dari Dusun Bululawang, Desa Deroduwur. Kesenian Kuda Kepang Lestari dengan pelatih Muhari yang juga merupakan binaan dari Babinsa Serka Budi Susanto.

Baca juga :  Serius Garap Informasi Publik, Desa Sumberdalem Bentuk PPID

Setelah bersama – sama memainkan kuda Kepang Serka Misgiyanto menyampaikan bahwa kita sebagai TNI barus bisa berbaur dengan masyarakat luas.  Banyak cara yang bisa dilakukan dalam upaya dekat dengan rakyat luas. Salah satu caranya adalah melalui kesenian kuda kepang ini.

“Kuda kepang merupakan salah satu kesenian yang banyak penggemarnya.  Sehingga sangat tepat untuk dijadikan sarana komunikasi dengan masyarakat. untuk itu kami sebagai aparat teritorial berupaya bisa memainkan kuda kepang sekaligus untuk menghibur masyarakat.” kata Serka Misgiyanto.

Adapun filosofi kesenian kuda kepang adalah merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Kuda adalah simbol kekuatan secara fisik. Hal ini terlihat dari gerakan-gerakan ritmis, dinamis, dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu, menirukan gerakan layaknya seekor kuda di tengah peperangan.

Baca juga :  Gaungkan Perlindungan Sosial, Sebanyak 1451 Orang ditetapkan Menjadi Petugas Regsosek

“Kita sebagai aparat pemerintah berupaya ikut melestarikan kesenian tradisional yang saat ini mulai tergerus oleh budaya asing.  Cara yang dilakukan adalah ikut serta latihan bersama dengan kelompok kesenian yang ada serta mengajak generasi muda agar mereka peduli dan mencintai warisan leluhur kita.  Karena disana banyak filosofi yang bisa kita peroleh” pungkas Serka Misgiyanto.

You may also like

Leave a Comment