Home » Tanah Kasiran Baru Terus Menganga, Warisan Belanda Dituding Jadi Sebab

Tanah Kasiran Baru Terus Menganga, Warisan Belanda Dituding Jadi Sebab

by Manjie
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Peristiwa tanah ambles di permukiman warga Kasiran Baru RT 3 RW 6, Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo, kian mengkhawatirkan. Fenomena ini terus melebar dalam kurun waktu hampir tiga pekan terakhir dan mulai mengancam keselamatan warga sekitar.

Satu rumah yang posisinya tepat berada di sekitar area amblesan terpaksa dibongkar sebagian. Langkah ini diambil karena bangunan tersebut mengalami kemiringan struktur yang signifikan dan dinilai tidak aman jika tetap dipertahankan.

Dampak pergerakan tanah ini juga memukul aksesibilitas warga. Jalan lingkungan yang menjadi jalur utama kini tertutup bagi kendaraan roda empat. Mobil dilarang melintas dan harus memutar mencari jalur alternatif demi mencegah beban berlebih pada tanah yang labil.

Ancaman Tutup Total

Ketua RW 06 Kasiran Baru, Aris Sumarna, menjelaskan situasi terkini di lokasi kejadian. Pihaknya masih memperbolehkan sepeda motor melintas, namun dengan pengawasan ketat dari warga setempat. Opsi penutupan akses sepenuhnya sudah disiapkan jika risiko meningkat.

“Kalau kondisi semakin membahayakan dan lubang bertambah lebar, jalan itu akan kami tutup total,” ujarnya, Minggu (25/1/2026).

Amblesan ini pertama kali diketahui pada Sabtu, 10 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa bermula setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Meskipun saat kejadian cuaca relatif cerah, aliran air hujan dari hari sebelumnya diduga kuat memicu pergerakan tanah di lapisan bawah permukiman. Aris menceritakan kondisi awal saat lubang tersebut pertama kali ditemukan.

“Awalnya lubangnya kecil di dekat gapura. Waktu itu kami tutup karena belum terlihat berbahaya,” ujarnya.

Jejak Air di Bawah Tanah

Seiring berjalannya waktu, warga menemukan adanya rongga di bawah tanah yang bentuknya menyerupai jalur aliran air. Kondisi rongga ini terus membesar setiap kali hujan turun.

Berdasarkan pengamatan terakhir, amblesan diperkirakan telah mencapai kedalaman sekitar tujuh meter dengan lebar mencapai dua meter. Warga menduga fenomena ini berkaitan erat dengan infrastruktur lama yang tertanam di bawah permukiman mereka, yakni gorong-gorong peninggalan era Belanda.

Saluran air tua tersebut disinyalir tidak lagi mampu menahan debit air kiriman dari wilayah perkotaan yang semakin besar.

“Kalau hujan deras, limpahan air dari arah kota masuk semua ke saluran itu dan terus menggerus tanah di bawah,” jelas Aris.

Masyarakat setempat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan konkret. Lokasi amblesan yang berada di kawasan padat penduduk membuat situasi ini dinilai berisiko tinggi jika penanganan terlambat dilakukan.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy