Home » Sumbang 4 Ton Sampah Perminggu ke TPA Wonorejo, Desa Sendangsari Akui Belum Bisa Bersihkan Sampah di Desanya

Sumbang 4 Ton Sampah Perminggu ke TPA Wonorejo, Desa Sendangsari Akui Belum Bisa Bersihkan Sampah di Desanya

HPSN

by Manjie
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Kades Desa Sendangsari Achmad Suwondo dari Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo akui pengelolan sampah di desanya belum optimal.

Meski mengklaim telah sumbang sampah 4 ton perminggu ke TPA Wonorejo desanya masih saja bertebaran sampah.

“Yang kami lakukan sementara ini baru mengumpulkan sampah dan diangkut ke TPA. Memang sudah ada bank sampah di desa kami tapi belum bisa maksimal menangani pengurangan sampah,” ujarnya.

Sementara itu Kadus Sendangsari, Sunyoto membeberkan lebih lanjut mengenai permasalahan pengelolaan sampah di desanya.

Dia mengatakan bank sampah memang telah dijalankan, tetapi karena kesadaran masyarakat masih saja rendah, kegiatan tersebut dinilai tidak efektif.

Baca juga :  TPA Wonorejo Nyaris Penuh, Warga Desa Jojogan Bakar Sampah Sendiri Dengan Modifikasi Alat yang Terus Berkembang

“Bank sampah yang berjalan rutin hanya di Dusun Penampelan. Hal ini karena masyarakatnya sudah memiliki kesadaran lebih dari dusun lainnya,” terangnya, Rabu (7/02/2023).

Dari keterangannya, bank sampah di Dusun Penampelan sudah berjalan cukup baik. Bahkan hasil dari pemilahan sampah tersebut dikatakan telah digunakan untuk berwisata atau zikarah satu kampung.

Namun kesuksesan warga Dusun Penampelan dalam mengelola bank sampah belum menular ke dusun lainnya.

“Secara keseluruhan memang kita belum memprioritaskan pengelolaan sampah di desa, kami masih memprioritaskan pada pengembangan ekonomi masyarakat. Kami yakin, saat dipaksakan mengelola sampah akan jadi hal sia-sia,” beber Sunyoto.

Pemdes Sendangsari meyakini bahwa saat ekonomi membaik pola pikir masyarakat akan mudah dirubah.

Baca juga :  Tekan Angka Stunting, 10 Desa Deklarasikan Gong Ceting

Meski merasa prihatin dengan keadaan yang ada karena masih terlihat sampah bertebaran di desa, ia mengaku tetap berusaha desanya terlihat bersih.

“Komunikasi ke para pendidik di desa juga sudah kita lakukan. Namun masih juga banyak warga yang buang sampah bungkus jajanan sembarangan, terutama ana-anak,” terangnya.

Penggunaan popok sekali pakai juga menjadi masalah tersendiri dalam pengumpulan sampah yang dilakukan pemdes.

Gaya hidup masyarakat cukup mempengaruhi kwantitas yang diangkut ke TPA, hal ini terbukti dari banyaknya sampah popok sekali pakai dan steriofom bekas bungkus makanan yang diangkut.

“Sampah basah dan organik ini pastinya jadi penunjang besaran tonase yang dikirim ke TPA. Sementara yang bisa kami lakukan hingga saat ini adalah mengangkut sampah ke TPA, itupun tanpa kita tampung di TPS atau tong sampah. Warga¬† menaruh sampah dihalaman sesuai jadwal mobil pengangkut sampah bekerja,” katanya.

Baca juga :  Inovasi Absonik Desa Jojogan, Dari Drum Bekas Beralih Plat Baja

You may also like

Leave a Comment