Home » DLH Wonosobo Catat 3,23 Ton Sampah Menumpuk Usai Festival Balon Udara 2026

DLH Wonosobo Catat 3,23 Ton Sampah Menumpuk Usai Festival Balon Udara 2026

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Langit di atas Alun-alun Wonosobo memang tampak memukau pada Minggu (29/3/2026). Sebanyak 45 balon udara tradisional menjulang serentak dengan sistem ditambatkan, memanjakan ribuan pasang mata yang memadati lokasi sejak dini hari.

Namun, begitu kemeriahan usai dan kerumunan warga berangsur bubar, realita berbeda tersaji di atas rumput alun-alun kota. Plastik, sisa makanan, hingga kemasan minuman tertinggal di area perayaan.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo mencatat timbunan sampah sisa puncak perayaan ini mencapai 3,23 ton. Angka ini menjadi cerminan tingginya antusiasme warga yang hadir dari berbagai penjuru daerah.

“Festival mudik khususnya yang event balon udara hari Minggu 29 Maret di alun-alun, volume sampah yang dihasilkan 3,23 ton,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo Endang Lisdiyaningsih saat memberikan keterangan, Senin (30/3/2026).

Evaluasi Menuju Zero Waste 2027

Tumpukan sampah yang menggunung ini langsung menjadi bahan evaluasi mendalam bagi penyelenggara dan pemerintah daerah setempat.

Endang menilai penanganan kebersihan harus dirancang jauh-jauh hari agar sampah tidak menjadi residu yang menumpuk tak terkendali saat acara sedang berlangsung.

“Tentunya untuk ke depan, tahun 2027 terkonsep dari awal terkait target kemeriahan dan target menekan sampah yang dihasilkan dari event tersebut,” tambahnya.

Baca juga :  DLH Wonosobo Petakan Ribuan Mata Air Demi Cegah Krisis Air Bersih

Tradisi menerbangkan balon udara ini sebenarnya bukan hal baru. Masyarakat Wonosobo telah melestarikannya sejak era 1920-an.

Pemerintah kemudian mengemasnya menjadi festival resmi bersistem tambat guna menjaga keselamatan penerbangan udara sekaligus menjadi daya tarik wisatawan.

Merespons jumlah sampah tahun ini, DLH mulai menyusun konsep penyelenggaraan baru yang mengacu pada prinsip zero waste atau nol sampah.

Pendekatan tersebut menekankan upaya pencegahan dan pengurangan produksi sampah langsung dari sumbernya, bukan sekadar menyapu kotoran setelah acara selesai.

“Yang sudah dibahas konsep dari awal penyelenggaraan berprinsip zero waste, dengan rencana aksi aturan-aturan terkait penanganan sampah baik dari peserta, penyelenggara, pengunjung, maupun sarana fasilitas acara yang lain seperti pedagang,” jelas Endang.

Libatkan Lintas Sektor

Realisasi konsep nol sampah ini dipastikan tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan yang berjaga. DLH merencanakan keterlibatan seluruh elemen yang beraktivitas di sekitar lokasi festival.
Setiap pihak, mulai dari peserta penerbang balon, panitia pelaksana, pedagang kaki lima, hingga wisatawan wajib mematuhi aturan penanganan kebersihan lingkungan.

Baca juga :  Ribuan Umat Islam Padati Alun-alun Wonosobo, Usai Solat Ied Afif Nurhidayat Ajak Masyarakat Lanjutkan Kebaikan Usai Ramadan

Sebagai langkah konkret, peran satuan tugas penanganan sampah di lapangan akan dioptimalkan. Pemerintah daerah juga akan menggerakkan setiap organisasi perangkat daerah untuk turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat di area acara.

DLH mengimbau semua pihak agar mendisiplinkan diri dalam membuang dan memilah sampah. Tingkat kesadaran kolektif akan menjadi penentu apakah volume sampah tiga ton ini bisa dipangkas drastis pada penyelenggaraan tahun depan.

Puncak Festival Balon Mudik 2026 Ubah Alun-Alun Wonosobo Jadi Lautan Manusia

Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2026 Meriah di Alun-Alun, 45 Balon Terbaik Warnai Langit

Ritual Pawang Hujan Tim Kertek Menangkan Alun-alun Wonosobo Lawan Prediksi Hujan Petir BMKG di Festival Mudik 2026

45 Balon Udara Hiasi Langit Alun-Alun Wonosobo pada Puncak Festival Mudik 2026

AHASS Marabunta Wonosobo Dibuka, Servis Motor Honda di Jl. A Yani

Sederhana Bahagia dengan Banyak Cinta, Jaga Perawatan Motor di AHASS Marabunta Wonosobo

Pesona Kawah Sikidang Dieng: Destinasi Wisata Populer Bersama Dieng Travelia

Eksplorasi Taman Langit di Desa Tieng Wonosobo Bersama Dieng Travelia

Es Teler Aloha Kedai Pinggir Kali, Kesegaran Premium Penawar Dahaga Buka Puasa di Wonosobo

Siasat Unik Kedai Pinggir Kali Wonosobo, Manfaatkan Tanaman Karnivora Halau Musim Lalat Slug URL

Mengintip Rencana Pindah Brongkos Handayani: Dari Pojok Alkid ke Timur Superindo Menukan

Dimsum Enak yang Selalu Habis, Antara Rasa Kecewa dan Penasaran di Kedai Pinggir Kali Wonosobo

Timlo Kedai Pinggir Kali, Jawaban Hangat Wonosobo di Tengah Cuaca Ekstrim

Kuliner Legend: Sagon Pak Slamet Bertahan di Lantai 4 Pasar Induk Wonosobo

Jejak Kuliner Legend: Perjalanan Bubur Kacang Ijo Prapatan Pak Selamet di Wonosobo

Melacak Jejak Kuliner Wonosobo: 22 Rekomendasi dengan Panduan Google Maps

Kedai Pinggir Kali, Tempat Kuliner Wonosobo yang Lebih dari Sekadar Kedai Makan Biasa?

Rekomendasi Tempat Makan di Wonosobo: Kedai Pinggir Kali Suguhkan Dimsum, Timlo, dan Rice Spicy Beef

Kedai Estetik Pinggir Sungai Ini Jadi Favorit Baru di Wonosobo

Tongseng Ayam Warung Sendang Rejeki Binangun Wonosobo

Warung Brongkos Legendaris di Kabupaten Semarang, Resep Kuno yang Terus Menghidupkan Rasa

Nikmati Es Teler Aloha di Kedai Pinggir Kali Wonosobo: Sensasi Segar Sambil Mendengarkan Gemericik Air

Tips Cari Tempat Makan di Dieng yang Sesuai dengan Selera dan Budget

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy