Wonosobo, satumenitnews.com – Prajurit di jajaran Kodim 0707/Wonosobo kembali menguji insting tempur dan ketahanan fisik mereka. Para anggota TNI ini menjalani serangkaian Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer yang digelar langsung oleh Jasmani Kodam (Jasdam) IV/Diponegoro.
Langkah ini diambil bukan sekadar formalitas program rutin, melainkan menjadi tolok ukur kesiapan taktis personel dalam menghadapi dinamika tugas teritorial di wilayah eks-Karesidenan Kedu dan Jawa Tengah secara umum.

Tim penilai dari Jasdam IV/Diponegoro yang turun ke Wonosobo diketuai oleh Lettu Inf Mutakin. Di bawah pengawasannya, para prajurit diuji secara ketat melalui berbagai materi teknis yang menguras tenaga dan konsentrasi.
Materi ujian tersebut mencakup penguasaan teknik dasar, peragaan jurus, hingga simulasi aplikasi bela diri militer yang wajib dikuasai sesuai dengan tingkatan sabuk masing-masing peserta.
Tuntutan Profesionalisme Prajurit
Ketua Tim Penilai Lettu Inf Mutakin memaparkan bahwa ujian pencak silat militer ini merupakan instrumen penting dalam pembinaan personel TNI Angkatan Darat.
Melalui skema ujian yang terukur, profesionalisme prajurit didorong untuk terus berkembang secara bertahap sesuai jenjang kepangkatan dan kualifikasi tempur mereka.

Menyikapi ujian ini, Komandan Kodim (Dandim) 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Arh Siswoto Nurharjo memberikan instruksi tegas kepada seluruh peserta di lapangan.
Mayor Siswoto meminta seluruh prajurit membuang sikap setengah hati dan wajib menunjukkan kesungguhan penuh di hadapan para penguji.
“Laksanakan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Ikuti seluruh tahapan ujian sesuai petunjuk dari tim penilai dan yang tidak kalah penting tetap menjaga faktor keamanan selama kegiatan berlangsung,” ujar Mayor Siswoto.

Bekal Mutlak Tugas Lapangan
Bagi seorang prajurit teritorial, penguasaan ilmu bela diri adalah sebuah kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar. Kasdim Wonosobo menegaskan bahwa pencak silat militer berfungsi ganda, yakni sebagai penjaga kebugaran fisik sekaligus perisai diri utama saat turun ke lapangan.
Dinamika dan potensi ancaman yang kerap tidak terprediksi menuntut kesiapan mental serta fisik yang paripurna dari setiap abdi negara.
“Ilmu bela diri harus dimiliki oleh seorang prajurit. Kemampuan ini akan sangat membantu dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan, sehingga prajurit selalu siap menjalankan tugas yang diberikan dengan baik,” tegasnya.
Melalui ujian kenaikan tingkat ini, postur prajurit Kodim 0707/Wonosobo ditargetkan makin terampil dan memiliki kepercayaan diri tinggi dalam menopang pelaksanaan tugas pokok TNI di wilayah.
Asah Kemampuan Bela Diri dan Semangat Tempur, Kodim 0707/Wonosobo Gelar Latihan Pencak Silat Militer
Kodim 0707 Wonosobo Asah Naluri Tempur Prajurit Melalui Latihan Pencak Silat Militer Rutin

