Petani Wonosobo, Penyuluh Swadaya, Pertanian Jawa Tengah, Budidaya Melon, Ketahanan Pangan
Home » Belasan Petani Latih Sesama Warga Atasi Minimnya Tenaga di Wonosobo

Belasan Petani Latih Sesama Warga Atasi Minimnya Tenaga di Wonosobo

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Belasan petani dari berbagai kecamatan kini mengambil alih peran edukasi secara mandiri kepada sesama warga di lahan garapan. Sebanyak 15 warga ini resmi bergerak menjadi petani penyuluh swadaya di Wonosobo untuk langsung mengatasi minimnya tenaga pendamping di wilayah pedesaan.

Kondisi ini dipicu oleh terbatasnya jumlah petugas resmi yang membuat layanan sektor pangan belum maksimal menjangkau semua area lahan. Para warga terpilih ini merupakan sosok yang sudah memiliki rekam jejak panjang dan terbukti berhasil mengelola komoditas tertentu di kebun mereka sendiri.

Mereka kini membagikan teknik bertani secara riil dari pengalaman bertahun-tahun menghadapi gagal panen maupun serangan hama. Langkah ini memotong rantai instruksi berbelit, sehingga warga lain bisa langsung menerapkan ilmu yang terbukti rasional dengan kondisi iklim lokal.

Baca juga :  Babinsa Kodim 0707/Wonosobo Turun ke Jalan, Bantu Atur Lalu Lintas di Pospam Mudik Kertek

Sebelum resmi mengajar kelompok tani, 15 orang ini lebih dulu menerima pematangan dasar kepenyuluhan operasional. Fokus materi mencakup teknik membaca potensi geografis desa, strategi komunikasi massa, hingga pembuatan media pembelajaran mandiri yang aplikatif.

Praktik nyata penyebaran ilmu ini perlahan mengubah kebiasaan interaksi para penggarap lahan setempat. Pertemuan rutin tak lagi berisi arahan satu arah, melainkan menjadi ajang adu strategi menanam yang dipandu oleh sesama warga.

Praktik Lapangan Petani Penyuluh Swadaya di Wonosobo

Model edukasi berbasis pengalaman riil ini terbukti memiliki keunggulan telak di lapangan. Materi yang diajarkan tidak terhenti pada teori teks, melainkan langsung menyentuh persoalan sehari-hari seperti cuaca ekstrem di area pegunungan Kedu atau fluktuasi harga pupuk.

Pendekatan ini terlihat jelas pada program kelas khusus budidaya melon yang saat ini berjalan intensif di tingkat desa. Instruktur yang turun tangan sama sekali bukan dari kalangan birokrat, melainkan sosok yang lahannya sudah berulang kali mencetak panen melon secara stabil.

Baca juga :  Nasib Salak Wonosobo di Tengah Penurunan Produksi dan Harga

Andi Setiawan adalah satu dari belasan instruktur mandiri yang kini mengawal kelas terbuka tersebut. Ia membongkar seluruh rahasia teknis menanam melon kepada warga sekitar berdasarkan hitung-hitungan modal dan risiko yang ia jalani sendiri.

Keterlibatan warga sebagai pengajar ini menciptakan ruang interaksi tanpa sekat, di mana kelompok tani bebas bertanya tentang kendala penyakit tanaman yang sedang mewabah. Andi menilai cara ini akan membuat profesi sektor pangan jauh lebih memikat bagi generasi muda.

“Semoga ke depan makin banyak praktisi pertanian atau petani yang bisa bergabung menjadi pendamping, agar lebih banyak yang belajar dari sesama rekan di lapangan,” ungkap Andi di tengah rutinitas lahannya.

Baca juga :  Bhabinkamtibmas Turun Tangan, Polres dan Dinkes Wonosobo Kebut Pelacakan Suspek TBC Paru

Sistem saling bimbing ini dirancang murni untuk mengisi celah kekosongan pendamping di desa-desa pelosok Jawa Tengah. Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo menempatkan belasan warga pengajar ini sebagai mitra taktis lapangan.

Umar Shoid, Kepala Bidang Bina Program dan Penyuluhan membenarkan bahwa komunikasi antarsesama warga terbukti jauh lebih efisien. Ia menyebut instruksi lebih cepat diserap karena bahasa yang digunakan sama-sama bahasa keseharian ladang.

Ke depan, jangkauan pengajar mandiri ini akan terus diperluas oleh Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama Satyani Budyayu. Menurut Dwiyama, warga yang memiliki kemampuan khusus pada satu komoditas akan terus didorong menjadi sumber rujukan utama bagi masyarakat sekitarnya tanpa menunggu instruksi panjang dari institusi.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy