Wonosobo, satumenitnews.com – Jajaran Kodim 0707/Wonosobo menggelar Latihan Aplikasi Sistem Blok sebagai langkah taktis merespons ancaman bencana alam di wilayah teritorialnya.
Materi utama dalam agenda ini berpusat pada penanggulangan banjir dan tanah longsor yang menjadi ancaman nyata bagi masyarakat setempat.
Pusat latihan mengambil lokasi strategis di Dusun Sidojoyo, Kelurahan Pagerkukuh, Wonosobo.
Agenda krusial ini menggerakkan seluruh kekuatan satuan, mulai dari jajaran Perwira Staf, Danramil, hingga barisan Bintara dan Tamtama.
Selain internal TNI, latihan ini turut merangkul Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo beserta instansi terkait lainnya untuk menciptakan sinergi penanganan darurat yang komprehensif.

Tingkatkan Kemampuan Teknis Prajurit
Lettu Cba Sutardi selaku Pasi Ops Kodim 0707/Wonosobo menggarisbawahi urgensi kegiatan ini bagi kesiapan prajurit.
Pihaknya merancang latihan ini secara khusus untuk memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan teknis personel saat berhadapan langsung dengan situasi darurat di lapangan.
Menurutnya, penanganan bencana menuntut penguasaan teori yang matang serta eksekusi teknik yang presisi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Wonosobo. Penekanan latihan tidak hanya pada penguasaan teori dan teknik penanggulangan bencana, tetapi juga pada aspek koordinasi lintas sektor, evaluasi strategi, serta pembangunan sinergi antara TNI dan masyarakat,” ujar Lettu Cba Sutardi.

Simulasi Evakuasi hingga Penyiapan Posko
Dalam praktiknya, personel gabungan menjalankan berbagai skenario simulasi secara nyata.
Rangkaian kegiatan bermula dari penyuluhan langsung kepada warga mengenai langkah pencegahan dini terhadap ancaman banjir.
Pasukan kemudian bergerak melakukan penyiapan posko darurat yang berfungsi sebagai pusat komando dan logistik.
Puncak dinamika latihan terlihat pada simulasi penyelamatan korban banjir di area sungai.
Para personel menunjukkan tingkat ketangkasan tinggi serta koordinasi lintas sektor yang solid saat mengevakuasi korban dari titik rawan menuju zona aman.
Kodim 0707/Wonosobo juga menghadirkan sejumlah narasumber dari instansi terkait. Langkah ini bertujuan memperkaya wawasan taktis para peserta dalam memitigasi risiko bencana.

Wujud Nyata Operasi Militer Selain Perang
Komandan Kodim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos., memandang latihan ini sebagai pengejawantahan dari doktrin Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Institusi TNI memiliki mandat kuat untuk selalu siap sedia turun tangan membantu masyarakat di tengah krisis bencana alam.
“Sasaran dari latihan ini adalah terwujudnya konsep strategis penanggulangan bencana yang dapat digunakan sewaktu-waktu, dengan pola kerjasama terpadu yang efektif dan efisien,” tegas Dandim.
Lebih jauh, ia mengingatkan jajarannya agar tidak menganggap latihan ini sebatas agenda rutinitas belaka.
Bagi Letkol Inf Yoyok, kegiatan ini merupakan instrumen strategis untuk mencetak prajurit tangguh yang siap tempur di medan bencana kapan pun negara memanggil.
“Latihan ini harus dijadikan bekal pengetahuan untuk bertindak dan berbuat di lapangan. Bencana tidak mengenal waktu, dan kesiapan adalah senjata utama kita,” tegasnya.
Kodim 0707/Wonosobo Gelar Upacara Harkitnas ke-118 Tahun 2026 Secara Khidmat
Kodim 0707/Wonosobo Gelar Latihan Pencak Silat Militer (PSM) Tingkatkan Kemampuan Bela Diri Prajurit

