Wonosobo, satumenitnews.com – Respons cepat langsung terlihat di jajaran militer daerah usai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menabuh genderang perang terhadap sampah. Kodim 0707/Wonosobo beserta seluruh jajaran Koramil bergerak serentak menyisir fasilitas umum di berbagai sudut Kabupaten Wonosobo, Kamis (5/2/2026).
Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., menginstruksikan para Danramil untuk tidak bergerak sendiri. Ia meminta jajarannya menggandeng instansi terkait, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat untuk turun tangan membersihkan lingkungan.

Menurut Yoyok, pelibatan banyak pihak menjadi kunci agar hasil pembersihan lebih maksimal. Ia menegaskan bahwa urusan sampah bukan beban satu institusi semata.
Tugas menjaga kebersihan, khususnya fasilitas umum, merupakan tanggung jawab kita semua. Tidak bisa hanya bergantung pada satu pihak saja. Mari kita wujudkan lingkungan yang bersih melalui gotong royong, ujar Letkol Inf Yoyok Suyitno di sela kegiatan.
Realisasi Instruksi Presiden di Sentul
Gerakan masif ini bukan tanpa sebab. Aksi tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari Instruksi Presiden Prabowo Subianto yang mencanangkan “Indonesia Nyatakan Perang Terhadap Sampah”. Pencanangan ini bermula saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, pada 2 Februari 2026 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa tumpukan sampah telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan memicu potensi bencana. Presiden menilai penanganan masalah ini memerlukan strategi terpadu dari hulu ke hilir.
Pemerintah juga memperkuat gerakan ini melalui regulasi. Presiden menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Aturan tersebut menjadi payung hukum untuk mengolah sampah menjadi listrik, bioenergi, dan produk turunan lainnya. Tujuannya jelas, yakni mengurangi volume timbunan sampah secara signifikan sekaligus mendukung transisi energi bersih nasional. Presiden juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar mulai memilah sampah dari sumbernya.
Menyasar Pusat Keramaian
Kodim 0707/Wonosobo memetakan sasaran pembersihan di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas warga. Personel dari Makodim 0707/Wonosobo berkonsentrasi membersihkan area sekitar Alun-alun Wonosobo yang selama ini menjadi jantung kegiatan masyarakat kota.
Pergerakan pasukan juga terjadi di tingkat kecamatan. Koramil 01/Wonosobo menyasar Pasar Unggas yang kerap menjadi titik kumpul limbah aktivitas perdagangan. Sementara itu, Koramil 03/Mojotengah mengambil peran membersihkan Rest Area Lapangan Kalimojo.

Wilayah dataran tinggi tidak luput dari aksi ini. Koramil 05/Kejajar memfokuskan tenaga mereka di Pasar Kejajar, sedangkan Koramil 11/Kaliwiro bertugas membersihkan area Pasar Kaliwiro.
Letkol Inf Yoyok Suyitno menambahkan bahwa kegiatan rutin semacam ini akan terus berlanjut. Hal ini menjadi bukti komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan.
Sinergi antara TNI, Polri, BUMN, kementerian, dan pemerintah daerah dalam kerja bakti massal ini harapannya mampu menjadikan Wonosobo lebih bersih, sehat, dan indah sesuai visi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

