Wonosobo – Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos memberikan sambutan dalam acara Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo yang digelar di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Dandim menekankan bahwa Idul Fitri bukan sekadar ajang saling memaafkan, melainkan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, mempererat silaturahmi, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. (15/4/2026)
Tema yang diusung “Dengan Spirit Idul Fitri, Kita Tingkatkan Pengabdian Terbaik untuk Negeri’. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Letkol Inf Yoyok Suyitno. Dandim memaparkan dinamika global yang semakin kompleks, terutama konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Konflik tersebut telah mengganggu distribusi minyak dunia, memicu kenaikan harga energi, inflasi global, pelemahan nilai tukar, hingga gangguan rantai pasok yang berdampak hingga ke tingkat daerah, termasuk peningkatan biaya hidup masyarakat.
Di sisi internal, Dandim menyoroti tantangan krisis karakter di kalangan generasi muda, seperti menurunnya nilai moral, kedisiplinan, etika, dan semangat kebangsaan. Menurutnya, ulama sebagai penjaga nilai moral dan spiritual serta umaro sebagai pemegang kebijakan harus bersinergi untuk menjaga stabilitas sosial dan ketahanan bangsa.
“Kodim 0707/Wonosobo sebagai bagian dari TNI AD berkomitmen memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, bersinergi dengan ulama dan pemerintah daerah, membangun karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, dan cinta tanah air, serta mengantisipasi dampak gejolak sosial akibat tekanan ekonomi,” tegasnya.
Dandim mengajak seluruh pihak menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara demi mewujudkan masyarakat yang kuat, berkarakter, dan bersatu.
Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam sambutannya menegaskan sinergi ulama dan umaro sebagai pilar utama menjaga stabilitas dan memajukan daerah. Ia mengapresiasi peran MUI Wonosobo yang menyatukan berbagai ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan Rifa’iyah sebagai jembatan efektif bagi pemerintah dalam pembangunan yang selaras dengan nilai keislaman.
“Ulama sebagai pengawal moral dan kami di jajaran umaro sebagai pelaksana kebijakan harus berjalan seirama demi kemaslahatan bersama. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar kemajuan Wonosobo tidak hanya terukur dari pencapaian fisik, tetapi juga dari kualitas karakter masyarakat yang unggul,” kata Bupati.
Afif Nurhidayat juga mendukung penuh program MUI seperti bimbingan teknis bagi imam dan khatib kader muda, pelatihan pemulasaraan jenazah, serial khutbah Manarul Ummah, serta gerakan K3 Masjid (Kebersihan, Keindahan, dan Kemanfaatan Masjid).
Ia menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dakwah wasathiyah (moderat) di tingkat desa dan kecamatan. Terkait regulasi nasional, Bupati mengingatkan bahwa mulai 18 Oktober 2026 mendatang, seluruh produk makanan, minuman, hasil jasa penyembelihan, bahan baku, hingga kosmetik wajib memiliki sertifikat halal.
Ia mengharapkan peran aktif alim ulama dan ormas Islam dalam mensosialisasikan kebijakan ini kepada pelaku usaha guna melindungi konsumen muslim sekaligus meningkatkan kualitas produk dalam negeri. Acara Halal Bihalal MUI Wonosobo berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan, memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Wonosobo yang lebih maju dan berkarakter.
Pendim0707

