Wonosobo, satumenitnews.com – Kodim 0707/Wonosobo kembali menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbakjatri) Semester I Tahun Anggaran 2026. Latihan yang berlangsung selama tiga hari di Lapangan PT Tambi, Kecamatan Sapuran ini tetap berjalan optimal meskipun para prajurit tengah disibukkan dengan berbagai agenda pembinaan teritorial di masyarakat.
Seluruh prajurit tanpa terkecuali, mulai dari jenjang Komandan Rayon Militer (Danramil) hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa), turun langsung ke lapangan. Mereka kembali memegang senjata tempur untuk memelihara insting militer dan kemampuan dasar prajurit.

Rutinitas Wajib Pemelihara Profesionalisme
Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., melalui Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Lettu Cba Sutardi menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas semata. Latbakjatri adalah program rutin wajib dari TNI AD yang harus dieksekusi secara terukur setiap semesternya.
“Latihan ini merupakan bagian penting dari pembinaan kemampuan dasar prajurit. Kemampuan menembak harus selalu dijaga dan ditingkatkan agar setiap prajurit siap melaksanakan tugas dengan baik kapan pun dibutuhkan,” tegas Lettu Cba Sutardi di lokasi latihan.

Prosedur Ketat Keselamatan Latihan
Mengelola senjata api di lapangan terbuka memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, sebelum pelatuk pertama ditarik, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pengarahan keselamatan menembak atau safety briefing yang sangat ketat dari tim pelatih.
Instruksi komando menekankan tingkat kewaspadaan yang tinggi serta pengutamaan faktor keamanan personel maupun materiil. Setiap prajurit dituntut untuk tunduk pada prosedur tetap operasional guna menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan tanpa insiden sekecil apa pun.

Tiga Sikap Menembak dan Fokus Perwira
Pelaksanaan praktik di lapangan dipecah secara bertahap. Prajurit dituntut untuk menembak secara presisi dari jarak 100 meter menggunakan senjata laras panjang. Penilaian mencakup tiga sikap dasar tempur, yakni posisi tiarap, duduk, dan berdiri.
Sementara itu, untuk jajaran perwira, menu latihan disesuaikan. Para perwira difokuskan pada peningkatan akurasi bidikan serta kecepatan reaksi tembak menggunakan senjata jenis pistol.
Lebih dari sekadar ajang mengasah kemampuan militer secara teknis, Pasiops menilai momen kumpul di lapangan tembak ini menjadi ruang krusial untuk merawat kekompakan antar anggota Kodim.
“Semangat dan kekompakan dalam latihan seperti ini akan sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan tugas di lapangan. Prajurit yang profesional lahir dari latihan yang disiplin dan konsisten,” pungkasnya.
Kodim 0707 Wonosobo Asah Naluri Tempur Prajurit Melalui Latihan Pencak Silat Militer Rutin
Polres Wonosobo Gandeng Mafindo Gelar Pelatihan AI untuk Pelajar
Dua Opsi Pelatihan Kerja di Jepang, Biaya Terjangkau, Kelas Lengkap, dan Mentor Berpengalaman
Latihan Menembak Laras Licin, Personel Raimas Asah Kemampuan dan Kedisiplinan
Polres Wonosobo Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Lewat Pelatihan Identifikasi Jagung
Pelatihan Gender dan Pencegahan TPPO di Sekolah, Membangun Kesadaran Siswa di Wonosobo
Dapur MBG Sapuran Dibekali Pelatihan Penjamah Makanan Demi Penuhi Standar SLHS
Polres Wonosobo Gelar Latihan Dalmas, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

