Home » Berburu Takjil dan Ngabuburit Asik di Kudus

Berburu Takjil dan Ngabuburit Asik di Kudus

by Rahayu

KUDUS – Berburu kuliner di bulan Ramadhan merupakan salah satu kegiatan yang asik dan menarik, sembari menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit. Kini di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, Jawa Tengah, menghadirkan Pasar Ramadhan.

Menurut pantauan di lapangan, warga akan disambut dengan berbagai penjual takjil yang rapi berjualan.

Tidak hanya takjil, pengunjung juga bisa mendapati dagangan lain, mulai dari pakaian, tanaman hias, sepatu, hingga wahana permainan bagi anak-anak. Pasar Ramadhan yang berlokasi di sebelah timur Lapangan Sepak Bola Desa Megawon ini pun cocok sebagai tempat ngabuburit sambil menanti waktu berbuka puasa.

Kepala Desa Megawon Nurasag, mengatakan, adanya Pasar Ramadhan dimaksudkan untuk menggeliatkan kembali perekonomian warga. Apalagi di masa pandemi seperti saat ini, warga yang biasanya berjualan di sekolah maupun lokasi ramai lainnya sempat tersendat karena larangan berkerumun.

Baca juga :  Resmi Dilantik Jadi Bupati Kudus, Hartopo Pulang Hindari Tanggulangin, Ada Apa?

“Sebelumnya kita sering kita adakan semacam Pasar Ramadhan, yang dulunya diadakan di depan balai desa. Cuman beberapa tahun terakhir kami off, salah satunya karena pandemi,” tuturnya.

Rencananya, Pasar Ramadhan tersebut akan digelar selama 14 hari. Akan tetapi, bila antusias pembeli dan pengunjung meningkat maka akan diperpanjang hingga akhir Bulan Ramadhan.

“Rencana diadakan sampai pertengahan bulan ramadhan, tapi itu tidak terikat. Kalau antusias warga pengen diperpanjang, desa memfasilitasi sampai akhir ramadhan,” tandasnya.

Setiap pedagang, kata Nurasag, difasiliasi tempat seluas 2×4 meter persegi, dilengkapi dengan tenda dan listrik. Warga juga dibebaskan untuk berjualan dari pagi hingga malam ataupun diwaktu sore hari saja.

Baca juga :  Pemkab Wonosobo Luncurkan Sistem Penilaian Kinerja Baru

“Kita tidak pungut biaya apapun bagi penjual, ini kami fasilitasi secara gratis, yang mau berjualan silahkan bisa datang ke sini,” imbuhnya.

Dari 32 stand yang disediakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Megawon, ada sejumlah 40-an penjual yang memadati lokasi Pasar Ramadhan. Baik itu pedagang dari perwakilan RT desa setempat, maupun pedagang lain yang biasanya mangkal di sepanjang jalan tersebut.

Sementara itu, untuk mengantasipasi terjadinya penyebaran kluster baru virus corona (covid 19), pihaknya mengimbau bagi para penjual dan pembeli untuk tertib memakai masker. Disamping itu, setiap stand penjual juga diminta untuk menyediakan minimal handsanitazer.(yk/e2)

You may also like

Leave a Comment