Bidpropam Polda Jateng Bersama Polres Wonosobo Salurkan Air Bersih

Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Warga Dusun Kajoran, Desa Somogede sibuk menata ratusan jeriken dan ember plastik di area penampungan darurat desa pada Selasa (22/9/2026). Sebanyak 8.000 liter air bersih mengalir ke permukiman tersebut untuk memecahkan masalah krisis air warga Wadaslintang Wonosobo. Pasokan dari dua truk tangki besar ini langsung diserbu warga yang sudah menanti sejak pagi demi memenuhi kebutuhan memasak dan air minum harian.

Kondisi sumber air permukaan di wilayah Dusun Kajoran memang sangat rentan menyusut tajam saat debit curah hujan menurun. Hal ini memaksa warga mencari alternatif pasokan dari luar daerah agar sanitasi, kesehatan keluarga, dan aktivitas mencuci tetap berjalan normal. Kedatangan dua truk tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter ini setidaknya mampu mengisi lebih dari 400 jeriken ukuran standar milik warga yang sudah kehabisan stok.

Medan menuju Kecamatan Wadaslintang yang berbukit di wilayah selatan Kabupaten Wonosobo cukup menantang bagi kendaraan berat. Namun, truk tangki tersebut berhasil menembus lokasi dan mendistribusikan muatannya terpusat di satu titik terbuka. Posisi ini memudahkan akses selang utama dari tangki untuk menjangkau seluruh wadah warga dengan cepat.

Proses pengisian air berlangsung sangat dinamis dengan sistem antrean berbanjar. Setelah penampungan komunal milik desa terisi penuh, sisa air langsung dialirkan merata ke wadah-wadah portabel milik warga. Skema pembagian ini memastikan setiap kepala keluarga mendapatkan jatah literan yang adil tanpa ada sisa air yang terbuang ke tanah.

Pasokan Air Bersih Wadaslintang Wonosobo Jadi Solusi Darurat

Rifa, seorang warga Dusun Kajoran, langsung membawa pulang dua jeriken penuh berkapasitas 20 liter setelah gilirannya tiba. Ia menyebut pasokan air bersih ini menjadi jalan keluar cepat untuk keperluan dapur keluarganya yang sempat terhenti. Sulitnya mencari air bersih dalam beberapa hari terakhir sempat membuat sejumlah warga terpaksa sangat menghemat air untuk mandi.

“Air ini sangat bermanfaat bagi kami yang sedang kesulitan pasokan bersih. Kami harap distribusi seperti ini bisa rutin datang sampai sumber air desa kembali normal,” ungkap Rifa di sela-sela kesibukannya memindahkan jeriken.

Banyak warga lain yang menggunakan gerobak dorong atau sepeda motor untuk mengangkut drum plastik dari titik kumpul menuju rumah masing-masing. Aktivitas massal ini memperlihatkan betapa berharganya pasokan air bersih bagi kelangsungan hidup harian warga di pelosok kawasan Kedu dan Jawa Tengah tersebut.

Pasokan air darurat di desa ini difasilitasi oleh jajaran kepolisian yang tengah memperingati Hari Jadi Propam ke-24. Rombongan pembawa truk tangki dipimpin langsung oleh Kanit Hartib 3 Subbidprovos Bidpropam Polda Jateng, AKP Vani Fadersair. Ia didampingi Wakapolres Wonosobo, Kompol Nana Edi Sugito untuk memantau langsung pengosongan tangki air di lokasi.

Kompol Nana Edi Sugito menegaskan bahwa pengiriman tangki air ke Somogede adalah respons atas kondisi faktual masyarakat di lapangan. Ia meminta anggotanya untuk tidak sekadar menjaga keamanan fisik wilayah, melainkan wajib turun tangan mengurus problem primer masyarakat pedesaan.

Personel kepolisian dari Sipropam Polres Wonosobo dan Polsek Wadaslintang bahkan terlihat ikut mengangkat jeriken berat milik warga lanjut usia ke gerobak mereka. Aksi tenaga di lapangan tersebut menjadi akhir dari distribusi 8.000 liter air di Desa Somogede, sebelum armada tangki ditarik kembali ke pusat kota Wonosobo.

Related posts

Fokki Ajak GPM Sleman Jadikan Soekarno Way sebagai Arah Pergerakan

ORADO DIY Gelar Musyawarah Serentak, Bersiap Tatap Open Kejurda 2026

38 Pejabat Baru Hadapi PR Kemiskinan dan Jalan Rusak di Wonosobo

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More