sekolah rakyat, saifullah yusuf, pemkab wonosobo, angka putus sekolah, kemensos
Home » Mensos Kebut Pembangunan 104 Sekolah Rakyat 2026, Wonosobo Siap Berantas Angka Putus Sekolah

Mensos Kebut Pembangunan 104 Sekolah Rakyat 2026, Wonosobo Siap Berantas Angka Putus Sekolah

by Malindra Anji
Listen to this article

Jakarta, satumenitnews.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial terus mengejar target penyelesaian pembangunan sekolah rakyat permanen. Sebanyak 104 unit gedung sekolah khusus keluarga prasejahtera ini ditargetkan rampung secara nasional pada tahun 2026.

Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu wilayah sasaran strategis pelaksanaan program ini. Pemerintah daerah setempat kini bergerak cepat memantapkan sinergi dengan kementerian terkait untuk memastikan hak pendidikan anak-anak di kawasan Kedu dan Jawa Tengah terpenuhi secara layak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo turun langsung menghadiri rapat koordinasi optimalisasi program tersebut di Jakarta. Ia hadir membawa formasi lengkap bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Sosial, serta perwakilan Bappeda Kabupaten Wonosobo.

Rapat koordinasi tingkat nasional ini dipimpin langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono beserta jajaran pejabat teras kementerian turut mendampingi perumusan kebijakan strategis pengentasan kemiskinan tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo (kiri), didampingi Kepala Dinas PUPR dan Kadinsos Wonosobo, menyimak paparan Menteri Sosial di Jakarta.

Transparansi Data Putus Sekolah

Menteri Sosial menyoroti pentingnya program ini sebagai implementasi riil dari Pasal 34 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Negara memiliki kewajiban konstitusional mutlak untuk memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar melalui pemberian akses pendidikan yang bermutu.

Baca juga :  Sukseskan G20, Bandara Ahmad Yani Semarang Siapkan Fasilitas Lengkap

Saifullah Yusuf juga membawa pesan khusus dan tegasan dari Presiden Republik Indonesia. Seluruh kepala daerah dan pemangku kebijakan dituntut untuk jujur dan terbuka membaca kondisi riil di lapangan.

Data angka putus sekolah yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik menjadi rujukan yang tidak boleh lagi ditutup-tutupi. Kementerian memandang akurasi data sebagai fondasi utama penyusunan kebijakan publik yang presisi dan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akar rumput.

“Melalui keterbukaan data dan sinergi seluruh pihak, kita dapat memberikan perhatian yang lebih optimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan salah satu mandat Presiden yang harus dilaksanakan bersama oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” ungkap Menteri Sosial dalam arahannya.

Baca juga :  Guru Madrasah Swasta Berunjuk Rasa: Menegakkan Hak Kuota PPPK

Sinergi Daerah Entaskan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Wonosobo merespons cepat arahan krusial dari pemerintah pusat. Keberadaan gedung sekolah rakyat di wilayah ini diproyeksikan mampu memutus rantai kemiskinan struktural melalui perbaikan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo menegaskan komitmen penuh daerahnya terhadap percepatan eksekusi program ini. Ia menilai langkah kementerian sangat sejalan dengan taktik pemerintah daerah dalam menekan angka putus sekolah di wilayah Wonosobo.

“Program Sekolah Rakyat merupakan bentuk kepedulian negara yang sangat strategis untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh hak pendidikan yang layak. Pemerintah Kabupaten Wonosobo siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan maupun penyelenggaraan program ini,” ujar Andang.

Andang berharap percepatan infrastruktur pendidikan ini berimplikasi langsung pada peningkatan taraf hidup siswa secara nyata. Akses pendidikan yang merata menjadi kunci bagi anak-anak prasejahtera untuk merajut cita-cita tanpa terhadang regulasi biaya.

Baca juga :  Pemkab Wonosobo dan BPR Perseroda Salurkan Bantuan RTLH

“Harapan kami, Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Dengan pendidikan yang berkualitas, mereka akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan taraf hidup dan mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ucap Andang menutup pernyataannya.

Saifullah Yusuf Kunjungi Wonosobo, Pantau Program Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli 2025, Anak Miskin Jadi Sasaran Utama

100 Hari Luthfi-Yasin, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis Lewat Program Kemitraan Gubernur

Rombongan Danrem 072/Pamungkas dan Forkopimda Disambut Anak Sekolah

Ngobrolin ‘Brain Rot’ Sampai Coding Kardus: Begini Cara Wonosobo Siapkan Generasi Emas di Hardiknas 2026

Refleksi dan Aksi Nyata di Hari Kesehatan Nasional ke-61, Wonosobo Fokus pada Layanan dan Kesehatan Jiwa

Panen Ceria di Kebun Belajar Tani, Siswa Wonosobo Petik Sendiri Hasil Jerih Payah

Universitas Pertahanan RI Kunjungi Kebun Belajar Tani, Perkuat Pendidikan Pertanian di Wonosobo

Kebun Belajar Tani Session 2, Dinas Pertanian Wonosobo Ajak Siswa Cintai Pertanian Modern

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy