Wonosobo, satumenitnews.com – Udara sejuk dan panorama megah Gunung Sindoro serta Sumbing menyambut ribuan jemaah di lapangan Garung, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo. Area terbuka ini kembali menjadi saksi bisu kekhusyukan pelaksanaan salat Id yang pesonanya kini viral di berbagai platform media sosial.
Personel Komando Distrik Militer 0707/Wonosobo tampak bersiaga penuh di sejumlah titik. Kehadiran aparat TNI ini bertujuan mengamankan jalannya ibadah sekaligus memastikan situasi tetap kondusif di tengah antusiasme jemaah yang datang dari berbagai penjuru.

Pelda Agung selaku personel yang terlibat langsung dalam pengamanan menyampaikan bahwa lokasi ini telah bertransformasi menjadi magnet wisata religi. Daya tariknya tidak hanya memikat warga lokal dan pemudik dari luar daerah, tetapi juga memancing kedatangan warga negara asing.
“Banyak jamaah datang dari berbagai wilayah, bahkan ada yang sengaja datang dari luar negeri. Keindahan pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing membuat ibadah terasa lebih khusyuk dan mendamaikan,” ucap Pelda Agung saat memantau kelancaran arus jemaah di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran aparat keamanan semata-mata untuk memberikan jaminan rasa aman bagi seluruh peserta salat. Personel TNI terus berupaya memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib serta terhindar dari potensi penumpukan massa yang membahayakan.
Sistem Tutup Portal Cegah Penumpukan Jemaah
Langkah antisipasi memang menjadi fokus utama pengamanan pada pelaksanaan ibadah tahun ini. Pelda Agung menyebut pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif dengan panitia penyelenggara dan pemerintah desa setempat terkait manajemen kerumunan.
Panitia akhirnya mengambil kebijakan tegas dengan membatasi jumlah peserta salat Id demi menjaga kenyamanan beribadah. Petugas keamanan akan langsung menutup portal jalan utama apabila kapasitas area parkir yang tersedia sudah terisi penuh.
Keputusan pembatasan kuota ini berkaca pada pengalaman kelam saat pelaksanaan salat Iduladha tahun lalu. Pada waktu itu, jumlah jemaah membeludak tidak terkendali hingga menembus angka puluhan ribu orang.

Kondisi ekstrem tersebut memaksa sebagian jemaah melaksanakan ibadah di area ladang milik petani sekitar. Akibatnya, banyak tanaman warga yang rusak terinjak-injak dan kekhusyukan ibadah pun berkurang drastis karena kepadatan ruang gerak.
Magnet Wisata Religi hingga Mancanegara
Pesona lapangan Garung rupanya benar-benar memikat perhatian dunia internasional. Zalida Ishak, seorang jemaah asal Malaysia, mengaku sengaja memboyong keluarganya ke kawasan lereng gunung ini hanya untuk mengikuti salat Id.
“Kami penasaran karena viral di media sosial, pemandangannya begitu indah. Kami menginap di Wonosobo selama empat hari dan memang luar biasa,” tutur Zalida kepada awak media.
Perempuan tersebut menambahkan bahwa pengalaman spiritual yang ia dapatkan di Dusun Garung ini sangat membekas di hati. Keindahan alam Wonosobo, menurutnya, sukses membuat seluruh keluarganya semakin memuji kebesaran ciptaan Allah SWT.
Pesona visual lapangan Garung memang selalu menjadi sorotan setiap kali perayaan hari besar Islam tiba. Menanggapi tingginya animo ini, panitia setempat terus mengevaluasi dan meningkatkan fasilitas pendukung agar kelak dapat menampung jemaah lebih baik, sembari tetap menjaga kelestarian alam dan kenyamanan warga lokal.

