Wonosobo, satumenitnews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo secara resmi mencanangkan program Bulan Dana Palang Merah Indonesia tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai respons strategis daerah untuk memperkuat jaring pengaman sosial dan mitigasi krisis di wilayah Jawa Tengah.
Peluncuran program kemanusiaan ini berlangsung di Wonosobo dan dihadiri langsung oleh jajaran petinggi daerah. Agenda pencanangan ditandai dengan peluncuran resmi sekaligus penyerahan kartu bulan dana secara simbolis kepada para pemangku kepentingan terkait.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan instansi vertikal, perwakilan Badan Usaha Milik Negara dan Daerah, para camat, serta jajaran pengurus PMI setempat.
Ambisi Rp1,5 Miliar dalam Tiga Bulan
Pemerintah daerah tidak sekadar meluncurkan program rutinan, melainkan mematok angka pengumpulan yang spesifik. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menargetkan penggalangan dana kemanusiaan ini harus menembus angka minimal satu setengah miliar rupiah.
Waktu yang diberikan untuk pengumpulan dana tersebut ditetapkan bergulir selama tiga bulan ke depan.
Afif menegaskan bahwa perolehan dana ini sangat krusial guna memperkuat kesiapsiagaan kebencanaan yang kerap mengancam kawasan Kedu dan sekitarnya. Alokasi dana tersebut juga diproyeksikan untuk mendukung berbagai program intervensi sosial di daerah.
Gotong Royong dan Janji Transparansi
Ketua PMI Kabupaten Wonosobo Heru Kurniawan Nurdiansyah menggarisbawahi esensi dari pengumpulan dana tersebut. Ia menilai program tahunan ini merupakan wujud nyata dari suburnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.
“Bulan Dana PMI merupakan wujud nyata semangat gotong royong masyarakat untuk mendukung berbagai layanan kemanusiaan, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan darah, hingga bantuan sosial,” ucap Heru.
Menjawab tantangan akuntabilitas, Heru memberikan garansi bahwa pengelolaan dana akan dilakukan secara transparan. Ia berjanji seluruh dana yang berhasil dihimpun akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan yang dieksekusi secara cepat, tepat, dan terukur.
Sinergi Lintas Sektor Hadapi Kondisi Darurat
Dukungan penuh terhadap gerakan kemanusiaan ini juga mengalir dari institusi kepolisian. Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan turut menyerahkan kartu Bulan Dana PMI secara simbolis sebagai wujud nyata dukungan Polri dalam forum tersebut.
Ia meyakini bahwa target ambisius dari pemerintah daerah tidak akan tercapai tanpa adanya partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi pemerintah, PMI, TNI-Polri, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan bantuan kemanusiaan yang lebih cepat dan tepat bagi warga yang membutuhkan, khususnya saat menghadapi bencana maupun kondisi darurat lainnya,” tegas Kasim.
Kasim menaruh harapan besar agar peluncuran program tahun 2026 ini mampu memantik kembali kepedulian publik. Dengan demikian, target penggalangan dana dapat terlampaui dan pemerataan jaminan kemanusiaan di wilayah Wonosobo bisa terealisasi.
Ratusan Personel Polres Wonosobo Amankan Stok Darah PMI Jelang Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80
Krisis Stok Darah Golongan A dan B, PMI Wonosobo Gandeng Prajurit Kodim 0707 untuk Donor Darurat
Strategi HIPMI dan Pemkab Tarik Investasi WIBF Wonosobo 2026 di Tengah Krisis Bahan Baku

