Home » Inovasi Absonik Desa Jojogan, Dari Drum Bekas Beralih Plat Baja

Inovasi Absonik Desa Jojogan, Dari Drum Bekas Beralih Plat Baja

HPSN

by Manjie
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com –  Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar , Kabupaten Wonosobo – Jawa Tengah sukses berinovasi mengelola sampah organik dan non organik dengan nama absonik.

Modifikasi alat Pembakaran Sampah Organik dan Anorganik (Absonik) diinisiasi oleh Sukoco, warga asli setempat.

Menurut Subhi, salah satu warga yang ikut merancang alat tersebut bersama Sukoco awalnya alat dibuat dengan menggunakan drum bekas.

“Awalnya menggunakan drum bekas, namun cuma bisa bertahan sekitar 2 bulan. Sekarang kami gunakan plat besi tebal sekitar 5 ml, agar bisa bertahan di suhu tinggi,” jelasnya.

Penggunaan drum bekas hanya bertahan 2 bulan, kini mereka beralih menggunakan plat baja tebal

Dari keterangan Subhi suhu panas saat menggunakan drum bekas kisaran 600 hingga 700 derajat celcius.

Baca juga :  Digitalisasi Berkas dan Naskah Pemkab Wonosobo Segera Terwujud

“Sekarang setelah menggunakan Plat baja dan modifikasi pembakaran lebih lanjut suhu bakat bisa sampai 800 derajat,” katanya.

Penggunaan bahan plat baja menurutnya bisa bertahan lebih lama hingga bertahun tahun kedepan.

Subhi juga menyampakan inovasi akan terus dikembangkan, bulan Februari ini mereka berencana memasang alat penghisap asap agar bisa difilter dan mengurangi pencemaran udara.

“Kita akan pasang alat untuk menetralkan asap pembakaran, jadi asap pembakaran tidak mengganggu warga sekitar dan mengurangi polusi,” ujarnya.

Penggunaan Absonik sendiri dinilai ekonomis karena hanya membutuhkan sekitar 3 liter oli bekas untuk membakar 500 kg sampah kering. Sedangkan untuk sampah basah  dibutuhkan sekitar 5 liter oli bekas.

Masih menurut Subhi, sisa pembakaran sampah yang berupa abu mereka ayak dan dimanfaatkan untuk pupuk tanaman.

Baca juga :  Warga Dieng Wetan Audiensi ke DPRD Soal Aset Tanah Desa

“Sudah kita coba dibeberapa titik lahan pertanian, namun karena memang cuaca sedang banyak hujan hsilnya belum bisa dijadikan patokan karena banyak tanaman yang kemudian membusuk,” bebernya lagi.

Berminat memesan alat Pembakaran Sampah Organik dan Anorganik (Absonik)?

Di Desa Jojogan telah memiliki 2 Alat ini, kapasitasnya lebih besar dan berbentuk kotak dengan daya bakar 2 kali lipat dari yang berbentuk tabung.

Subhi juga membeberkan beberapa desa telah membeli alat serupa dari Desa Jojogan , Berikut desa yang telah menggunakan alat serupa:

  1. Desa Sikunang
  2. Desa Tieng
  3. dan Desa Sariyoso

“Tahun ini mereka minta dibuatkan lagi untuk masing-masing desa 2 unit lagi. Desa Patak Banteng juga sudah memesan 5 unit untuk tahun ini,” ujarnya.

Baca juga :  TPA Wonorejo Nyaris Penuh, Warga Desa Jojogan Bakar Sampah Sendiri Dengan Modifikasi Alat yang Terus Berkembang

Nah ada yang tertarik?

You may also like

Leave a Comment

error: Content is protected !!