Wonosobo, satumenitnews.com – Menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan 2026, perburuan takjil menjadi aktivitas yang tak terpisahkan bagi masyarakat Kabupaten Wonosobo. Di tengah menjamurnya pedagang es musiman di pinggir jalan, Es Teler Aloha dari Kedai Pinggir Kali muncul sebagai opsi premium yang menawarkan pengalaman berbeda.
Berlokasi di tepian sungai dengan tata ruang terbuka yang asri, kedai ini tidak sekadar menjual minuman pelepas dahaga, melainkan sebuah “kemewahan” sederhana untuk merayakan momen berbuka setelah seharian menahan lapar dan haus.
Komposisi Bahan Premium
Berbeda dengan es teler pada umumnya yang sering kali hanya mengandalkan pemanis buatan, Es Teler Aloha mempertahankan standar kualitas bahan yang ketat. Dalam setiap mangkuknya, pengunjung disuguhi perpaduan melimpah antara potongan alpukat mentega yang legit, irisan nangka manis yang aromatik, serta serutan kelapa muda yang lembut.
Ketiga komponen utama tersebut disatukan dengan kuah santan gurih dan susu kental manis berkualitas, menciptakan harmoni rasa yang creamy namun tetap menyegarkan di tenggorokan.
“Kualitas bahan adalah kunci. Kami menggunakan alpukat mentega pilihan dan nangka yang benar-benar matang pohon. Ini yang membedakan rasa dan teksturnya saat masuk ke mulut,” ungkap manajemen Kedai Pinggir Kali, Selasa (17/2/2026).
Harga Rp18.000: Ada Harga, Ada Rupa
Dibanderol dengan harga Rp18.000 per porsi, menu ini menyasar segmen konsumen yang mengutamakan kepuasan rasa dan kebersihan. Meski sedikit di atas rata-rata harga es pinggir jalan, nominal tersebut dinilai sangat sepadan (worth it) dengan kualitas bahan baku yang digunakan serta porsi yang disajikan.
Bagi warga Wonosobo maupun wisatawan yang singgah, harga tersebut dianggap wajar untuk sebuah jaminan rasa yang konsisten, tanpa rasa khawatir akan pemanis berlebih yang kerap membuat batuk.
Sensasi Ngabuburit Tepi Sungai
Nilai jual lain yang sulit ditiru kompetitor adalah atmosfer lokasi. Menikmati semangkuk Es Teler Aloha sembari menunggu azan Magrib (ngabuburit) diiringi gemericik aliran sungai memberikan ketenangan tersendiri.
Udara sore Wonosobo yang sejuk berpadu dengan dinginnya es teler menjadi kombinasi pas untuk membatalkan puasa. Tak heran jika lokasi ini diprediksi akan menjadi titik kumpul favorit untuk agenda buka bersama (bukber) selama bulan suci ini.
Manajemen menyarankan agar pelanggan datang lebih awal, sekitar pukul 16.30 WIB, guna mendapatkan tempat duduk terbaik dengan pemandangan sungai, mengingat tingginya antusiasme pengunjung di jam-jam krusial menjelang berbuka.

