Wonosobo, satumenitnews.com – Tumpukan serbuk gergaji memicu kepanikan warga saat insiden kebakaran depo kayu Gunungtawang Wonosobo terjadi secara mendadak pada Jumat (11/9/2026) siang. Kobaran api yang membakar sisa material grajen di Dusun Gunungtawang RT 01 RW 01, Kecamatan Selomerto ini nyaris membesar sebelum warga sekitar bertindak cepat memadamkannya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 14.15 WIB ketika percikan api terdeteksi menjalar dari bagian bawah belakang pabrik menuju area tumpukan serabut kayu. Aksi sigap warga desa menggunakan alat seadanya berhasil mencegah api melahap bangunan utama dan menyelamatkan kawasan tersebut dari potensi kerugian material yang jauh lebih besar.
Sumber Api Kebakaran Depo Kayu Gunungtawang Wonosobo
Kepanikan berawal dari aktivitas pembakaran sampah sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab tepat di bagian bawah belakang area penggergajian. Tiupan angin siang hari dan kondisi material limbah yang mengering membuat percikan api dengan cepat merambat naik ke bagian atas bangunan.
Percikan tersebut langsung menyambar sisa-sisa grajen yang berserakan di dekat mesin pemotong kayu utama. Limbah serbuk gergaji ini memiliki sifat sangat mudah terbakar dan mampu menyimpan bara panas di bagian bawah tumpukan, sehingga api langsung menghasilkan kepulan asap tebal di sekitar lokasi depo.
Salah seorang warga yang pertama kali mendapat laporan melalui sambungan telepon langsung berlari menuju titik kejadian perkara. Menyadari titik api makin membesar di tumpukan serbuk kayu, saksi seketika berteriak meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan tindakan pemadaman darurat secara mandiri.
Puluhan warga sekitar langsung berhamburan merespons keadaan darurat tersebut dengan menarik selang air dari jaringan pipa PDAM terdekat. Sebagian warga lainnya segera membuat barisan estafet membawa belasan ember berisi air untuk disiramkan langsung ke pusat bara api di tumpukan grajen.
Fokus siraman air yang diarahkan tepat ke titik pusat nyala api membuat si jago merah berhasil ditaklukkan dalam waktu sepuluh menit. Langkah pemadaman manual yang dilakukan warga desa ini terbukti sangat krusial dalam memotong jalur rambatan api menuju pemukiman maupun mesin pabrik.
Proses pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa material yang hangus terbakar hanyalah tumpukan limbah serabut kayu. Posisi limbah tersebut berada di bagian luar samping dan belakang mesin gergaji utama, sehingga seluruh alat produksi dipastikan tetap utuh.
Insiden yang mengejutkan warga Kecamatan Selomerto ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka dari pihak pekerja maupun masyarakat. Pemilik usaha penggergajian kayu juga dipastikan tidak mengalami kerugian finansial karena infrastruktur pabrik sama sekali tidak tersentuh oleh nyala api.
Petugas gabungan dari unsur Polsek Selomerto, Koramil Selomerto, dan SPKT Polres Wonosobo baru memasuki lokasi kejadian guna melakukan pengamanan area pascakebakaran. Tim Damkar dan BPBD Kabupaten Wonosobo yang menyusul ke lokasi langsung mengambil alih komando untuk melakukan proses pendinginan total pada sisa material yang terbakar.
Aparat penegak hukum setempat saat ini masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk melacak identitas pelaku pembakaran sampah tak bertuan tersebut. Kepolisian secara tegas memperingatkan seluruh masyarakat di wilayah Kedu dan Jawa Tengah agar menghentikan kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan, terutama di kawasan industri kayu.
“Fokus kami adalah menyisir dan menyiram ulang seluruh area tumpukan limbah kayu gergajian ini agar tidak ada lagi bara api tersembunyi yang berpotensi memicu kebakaran susulan,” tegas perwakilan petugas Damkar Kabupaten Wonosobo saat menyelesaikan proses pendinginan di lokasi kejadian.

