Wonosobo, satumenitnews.com – Pengurus Besar E-Sport Indonesia (PB ESI) Kabupaten Wonosobo bergerak cepat menjaring potensi atlet daerah. Menjelang pelantikan pengurus cabang olahraga e-sport tingkat kabupaten, turnamen kompetitif untuk divisi PUBG dan Mobile Legend resmi digelar.
Langkah strategis ini diambil guna merespons antusiasme tinggi dari kalangan pemuda di wilayah eks-Karesidenan Kedu, khususnya Jawa Tengah, terhadap industri olahraga digital yang kian pesat.
Calon Ketua Cabang Olahraga E-Sport Wonosobo, Gatra Lutfi Pranowo, menegaskan bahwa minat e-sport di kawasan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Turnamen ini menjadi bukti komitmen pengurus baru dalam memfasilitasi bakat lokal secara terstruktur.
“Kegiatan dimulai sejak tanggal 19 hingga 21 Februari 2021. Jenis yang dilombakan adalah Mobile Legend dan PUBG,” jelas Gatra Lutfi Pranowo.
Siasat Kompetisi Hibrida di Tengah Pandemi
Kondisi pandemi menuntut pihak penyelenggara memutar otak agar kompetisi bergengsi ini tetap berjalan aman. Panitia akhirnya memberlakukan sistem hibrida untuk menyiasati protokol kesehatan yang ketat.
Babak kualifikasi bergulir murni secara daring pada 19 hingga 20 Februari. Para peserta diwajibkan bertanding dari rumah masing-masing demi meminimalisasi potensi kerumunan massa.
Skema berbeda diterapkan saat babak grand final. Pertandingan puncak ini digelar secara luring namun dengan pembatasan kuota penonton yang disebar ke dalam tiga titik lokasi berbeda.
Titik pelaksanaan grand final tersebut meliputi Miyuki Cafe dengan kapasitas maksimal 30 orang, Aula Balai Latihan Kerja (BLK) untuk 40 orang, dan Cafe Vokasi BLK yang hanya menampung 10 orang.
Dominasi Tim Lokal di Arena Bertempur
Animo kompetisi yang digagas PB ESI ini terlihat jelas dari jumlah pendaftar. Total 26 tim bertempur habis-habisan di arena Mobile Legend. Sementara itu, divisi PUBG diikuti oleh 30 tim yang saling adu strategi bertahan hidup.
“Dari total 26 tim yang bertempur di arena Mobile Legend. Untuk hasil, Juara 1 tim Maximax, Juara 2 tim Cebong eSport dan Juara 3 tim GP Stranger. Sedangkan untuk PUBG yang diikuti 30 tim. Tim Wayang eSport Juara 1, tim FFF Family Juara 2 dan Juara 3 tim Texas Sync,” beber Gatra pada Minggu (21/2).
Panitia telah menyiapkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi bagi para pemenang. Juara pertama berhak membawa pulang hadiah satu juta rupiah, juara kedua sebesar 750 ribu rupiah, dan juara ketiga mendapatkan 500 ribu rupiah beserta trofi dari panitia.
Rangkaian penjaringan atlet Kedu ini dipastikan belum berakhir. Gatra menyebutkan bahwa turnamen lanjutan khusus untuk divisi Free Fire dijadwalkan bergulir pada tanggal 27 dan 28 Februari.
Ajang Pembuktian Jam Terbang
Kehadiran turnamen resmi di bawah naungan asosiasi menjadi angin segar bagi para pegiat e-sport amatir maupun semi-profesional. Kompetisi semacam ini memberikan ruang bagi pemuda untuk mengukur kemampuan tim secara objektif.
Beni, salah satu peserta asal Tosari, menilai turnamen tersebut sangat krusial bagi ekosistem lokal. Ajang ini secara langsung memberikan pengalaman bertanding dalam iklim kompetitif yang sebenarnya.
“Jadi tidak sia-sia latihannya,” ucap Beni.
Rangkaian turnamen ini sekaligus menjadi pemanasan mesin organisasi sebelum pelantikan pengurus cabang e-sport Kabupaten Wonosobo pada 2 Maret 2021 yang akan dipimpin langsung oleh Ketua PB ESI Provinsi Jawa Tengah.