Wonosobo, satumenitnews.com – Kelompok Tani (Gapoktan) Guyub Rukun kembali menunjukkan kontribusinya dalam memperkuat sektor agraris di kawasan eks-Keresidenan Kedu, Jawa Tengah.
Para petani di Dusun Sigug, Desa Kedalon, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo sukses menggelar Panen Raya Jagung Serentak II dengan hasil produksi yang melimpah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan masa panen bagi para petani lokal, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat.
Rasio Produksi dan Optimalisasi Lahan
Keberhasilan panen kali ini berpusat pada lahan gabungan seluas 6,5 hektare yang dikelola langsung oleh anggota Gapoktan Guyub Rukun.
Pada awal masa tanam, para petani memanfaatkan bibit unggul sebanyak 98 kilogram untuk menutupi seluruh area lahan tersebut.
Kerja keras dan perawatan intensif selama berbulan-bulan akhirnya terbayar lunas.
Dari total lahan seluas 6,5 hektare itu, kelompok tani setempat berhasil mencatatkan volume produksi jagung hingga menyentuh angka 39 ton.
Capaian produksi yang tinggi ini menjadi indikator positif bahwa pengelolaan lahan pertanian di wilayah Wonosobo berjalan secara efektif dan optimal.
Sinergi Lintas Institusi di Tingkat Akar Rumput
Keberhasilan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Kalikajar tidak lepas dari pengawalan ketat dan kolaborasi berbagai elemen pemerintahan dan aparatur keamanan.
Hadirnya unsur Polri dan TNI di tengah area persawahan menunjukkan dukungan penuh negara terhadap para pahlawan pangan.
Turut memantau langsung proses pemetikan hasil bumi ini antara lain Kanit Binmas Polsek Kalikajar Aiptu Teguh Supriyanto, Kanit Samapta Aiptu S. D. Edisetyo, serta Bhabinkamtibmas Bripka Fendi P.
Perwakilan Koramil Kalikajar Peltu Agung, Kasi Kesra Kecamatan Kalikajar, perangkat Desa Kedalon, hingga Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) juga turun ke area ladang bersama Ketua Gapoktan Guyub Rukun dan warga sekitar.
Fokus pada Keberlanjutan Pangan Nasional
Mewakili Kapolsek Kalikajar, Kanit Binmas Aiptu Teguh Supriyanto menegaskan bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah desa, TNI, dan Polri adalah elemen krusial untuk menjaga stabilitas produksi pangan di daerah.
Ia berharap hasil melimpah dari ladang Dusun Sigug ini bisa memicu semangat kelompok tani lain di kawasan Wonosobo untuk terus berinovasi.
“Panen raya ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan hasil produksi,” tegas Aiptu Teguh di lokasi panen.
Ia menambahkan bahwa langkah taktis di tingkat desa ini memiliki efek berantai yang besar bagi kestabilan negara.
“Langkah ini sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan di Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya.
Sinergi Polres dan Pemkab Wonosobo Panen Jagung 7,6 Ton di Mojotengah
Personel Polsek Kalikajar Dampingi Panen Jagung di Simbang, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Polsek Sukoharjo Bersama Petani Panen Jagung, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan
Panen Jagung Kaliwiro, Sinergi Polri dan Petani untuk Pertanian Berkelanjutan
Program Ketahanan Pangan: Polres Wonosobo Dampingi Panen Jagung di Selomerto
Polres Wonosobo Gandeng Bulog dan Dinas Pertanian Analisa Hasil Panen Jagung Binaan Polsek
Sinergi TNI-Polri dan Warga Desa Ngalian, Panen Jagung Wujud Swasembada Pangan

