Sleman, satumenitnews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalurahan Condongcatur melalui Kelompok Kerja (Pokja) IV menggelar monitoring dan evaluasi (monev) pelayanan kesehatan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sosialisasi Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi Tahun 2027.
Sebanyak 40 kader perwakilan Posyandu se-Kalurahan Condongcatur mengikuti acara ini. Lokasi acara berada di Ruang Wacanaloka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Posyandu Condongcatur. Selain itu, monev ini berfungsi untuk memperkuat kompetensi kader dan mengevaluasi pelaksanaan program. PKK Condongcatur juga berupaya mempersiapkan kader berprestasi melalui pembinaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Tindak Lanjut Kunjungan Lapangan
Ketua Pokja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur, Tintrim Tri Pamungkas, S.E., memberikan penjelasan terkait monev ini. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan Pokja IV ke sejumlah Posyandu pada bulan Mei hingga Juni 2026 lalu.
Melalui kunjungan tersebut, Pokja IV melihat langsung kondisi pelayanan dan kebutuhan pendampingan di lapangan. Mereka juga memetakan berbagai tantangan kader dalam menjalankan tugasnya.
Tintrim mengapresiasi dedikasi para kader yang selama ini aktif mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan sejak dini, terutama untuk mempersiapkan kader menghadapi perlombaan.
Menurut Tintrim, proses penunjukan kader untuk kompetisi terkadang berlangsung sangat mendadak. Akibatnya, persiapan para kader belum dapat berjalan secara optimal.
“Kami ingin merangkul dan mendampingi seluruh kader agar pelayanan Posyandu semakin baik. Persiapan lomba juga perlu dilakukan sejak awal, bukan mendadak ketika ada penunjukan. Dengan pembinaan berkelanjutan, kader akan lebih siap dan percaya diri,” ujar Tintrim.
Garda Terdepan Pelayanan Warga
Sementara itu, Staf Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Apri Nugroho, S.IP., memberikan tanggapannya. Ia menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kedekatan kader dengan warga menjadi kekuatan utama untuk mengenali kondisi keluarga. Para kader juga rutin memberikan edukasi dan membantu mendeteksi persoalan kesehatan warga sejak dini.
Apri menilai peningkatan kapasitas kader harus menjadi perhatian bersama seluruh pihak. Sebab, kualitas pelayanan Posyandu sangat bergantung pada pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian para kader.
Rangkaian kegiatan monev ini dipandu oleh Sekretaris Pokja IV, Yaumil Fadribah. Pembukaan acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PKK, dan Sleman Sembada yang dipimpin oleh anggota Pokja IV, Isti Fajarwati.
Evaluasi 40 Posyandu Condongcatur
Dalam sesi pemaparan materi, Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Depok II, Pramidya Ujiana, S.K.M., menyampaikan hasil evaluasi. Ia memaparkan kondisi pelayanan Posyandu bidang kesehatan sekaligus membagikan strategi peningkatan kompetensi kader.
Berdasarkan data evaluasi per Agustus 2026, Kalurahan Condongcatur memiliki 40 Posyandu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 Posyandu atau sekitar 97,5 persen telah memenuhi kriteria Posyandu aktif. Mereka terpantau rutin memberikan pelayanan kesehatan sepanjang siklus kehidupan warga.
Kriteria Posyandu aktif tersebut meliputi kepemilikan minimal lima orang kader. Posyandu juga harus melaksanakan pelayanan minimal delapan kali dalam setahun. Sasaran pelayanan mencakup ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga kelompok lanjut usia.
Evaluasi tersebut juga membahas tindak lanjut terhadap dua Posyandu yang sebelumnya belum memenuhi kriteria. Satu Posyandu telah mendapatkan pendampingan hingga tahap penyelesaian laporan. Sementara itu, satu Posyandu lainnya akan memperoleh pendampingan melalui koordinasi bersama dukuh setempat.
Langkah pendampingan ini diharapkan mampu memastikan seluruh Posyandu di Condongcatur melayani secara aktif. Mereka juga dituntut untuk tertib administrasi secara berkesinambungan.
Persiapan Lomba dan Isu Stunting
Selain mengevaluasi pelayanan, Pramidya memberikan pembekalan teknis mengenai persiapan Lomba Posyandu 2027. Materi pembekalan mencakup kriteria pemilihan peserta, inovasi Posyandu, kelengkapan administrasi, serta penguasaan 25 keterampilan dasar kader.
Evaluasi terhadap lomba pada tahun sebelumnya menunjukkan adanya beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan. Kader harus melatih kemampuan presentasi, kepercayaan diri, penguasaan materi, serta ketepatan menjawab pertanyaan dewan juri. Persiapan ini tentu membutuhkan pendampingan secara bertahap.
“Semoga dari kegiatan hari ini kader dan Posyandu semakin terpantik, bahkan tersulut semangatnya untuk memberikan pelayanan terbaik, yang juga dibuktikan melalui kelengkapan dokumen pendukung,” harap Pramidya.
Pembinaan kader ini sejalan dengan aturan transformasi Posyandu dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Aturan tersebut memperluas peran Posyandu dalam mendukung enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pramidya turut menyampaikan perkembangan kasus stunting di wilayah Condongcatur. Data pemantauan terbaru menunjukkan adanya tren kenaikan kasus. Kondisi ini perlu mendapat analisis bersama guna mengetahui faktor pemicunya.
Dugaan sementara, terdapat balita yang belum mengikuti pemeriksaan validasi stunting. Akibatnya, data pengukuran awal dari Posyandu masih menjadi dasar pencatatan. Padahal pada beberapa kasus, hasil pemeriksaan ulang sering kali menunjukkan balita tersebut tidak memenuhi kriteria stunting.
Perbedaan pencatatan ini menunjukkan pentingnya ketepatan prosedur pengukuran dan keterampilan petugas. Selain itu, alat ukur pertumbuhan anak (antropometri) juga harus melalui proses kalibrasi berkala. Kerja sama kader, tenaga kesehatan, dan pemerintah kalurahan sangat krusial untuk menelusuri validitas data tersebut.
Fokus Utama Pelayanan Masyarakat
Menutup kegiatan, Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, S.IP., menyampaikan apresiasinya. Ia menyambut baik inisiatif Pokja IV TP PKK yang secara aktif mengunjungi dan membina para kader Posyandu.
Saat ini, dari 40 Posyandu yang tersebar di wilayah Condongcatur, sebanyak 18 Posyandu telah dikunjungi oleh Pokja IV. Al Thouvik berharap kegiatan pendampingan ini terus berlanjut hingga mencakup seluruh Posyandu.
Menurutnya, kunjungan langsung merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kader. Langkah ini juga efektif untuk mengetahui kebutuhan riil serta kendala pelayanan di lapangan. Ia mengingatkan agar pembinaan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian prestasi lomba.
“Persiapan lomba memang penting, tetapi tujuan utama kita bukan sekadar meraih juara. Yang lebih penting adalah bagaimana Posyandu mampu memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan kesehatan keluarga, dan mewujudkan masyarakat yang sehat serta terhindar dari risiko stunting,” tegasnya.
Al Thouvik berharap sinergi antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur, TP PKK, Puskesmas, dan seluruh kader terus menguat. Evaluasi dan pembinaan berkelanjutan ini menjadi kunci untuk mewujudkan Posyandu sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang unggul.
Keberhasilan Posyandu bukan hanya diukur dari sekadar penghargaan. Manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dalam mencegah stunting dan membangun keluarga sehat jauh lebih utama.