Mahasiswa KKM STAN Bantu Digitalisasi Keuangan Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan Yogyakarta

Listen to this article

Yogyakarta, satumenitnews.com – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Demangan Kota Yogyakarta menerima kedatangan 11 mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta. Para mahasiswa ini akan melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2026 selama 10 hari.

Kegiatan KKM STAN Demangan ini diharapkan memacu percepatan digitalisasi keuangan dan administrasi koperasi. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Penerimaan mahasiswa KKM tersebut berlangsung pada Rabu (21/10/2026). Acara bertempat di Bale Marhaen, Pengok, yang menjadi pusat kegiatan KKMP Demangan. Rombongan mahasiswa STAN ini dipimpin oleh Hanif Prasetyawan.

Jajaran pengurus dan pengawas KKMP Demangan menyambut langsung kedatangan mereka. Kepala Dinas PKU, Totok, beserta jajarannya juga turut hadir dalam agenda ini. Hadir pula Lurah Demangan serta para Ketua RT dan RW setempat.

Sinergi Penguatan Ekonomi Rakyat

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor. Koperasi, pemerintah, masyarakat, dan akademisi harus berkolaborasi untuk mendorong penguatan ekonomi rakyat.

Ketua KKMP Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP., menyampaikan apresiasi tertingginya. Ia berterima kasih kepada pihak STAN Jakarta yang menempatkan mahasiswanya di KKMP Demangan.

“Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa tidak sekadar menjadi kegiatan akademik. Mereka harus memberi kontribusi nyata, khususnya dalam digitalisasi keuangan dan administrasi,” ujar Fokki.

Menurut Fokki, digitalisasi merupakan kebutuhan penting bagi koperasi saat ini. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan memperbaiki sistem pencatatan transaksi. Koperasi juga bisa menyusun laporan keuangan secara lebih tertib.

Solusi Aplikatif Pasca-KKM

Fokki berharap mahasiswa STAN mampu mengidentifikasi kebutuhan prioritas koperasi secara tepat. Mereka diminta untuk memetakan persoalan administrasi dan keuangan yang selama ini terjadi. Mahasiswa juga harus menyusun solusi aplikatif yang berkelanjutan.

“Kami ingin ada perubahan yang bisa dirasakan setelah 10 hari kegiatan ini. Jangan sampai ketika mahasiswa selesai KKM, pengetahuan dan sistemnya ikut berhenti,” tegas Fokki.

Ia berharap pengurus koperasi kelak dapat menggunakan perangkat administrasi dan pola pencatatan keuangan tersebut. Rekomendasi digitalisasi harus benar-benar aplikatif untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

Fokki mengingatkan agar modernisasi ini tidak menghilangkan semangat gotong royong. Teknologi bukan sekadar alat untuk mengikuti perkembangan zaman. Teknologi harus mampu memperkuat kepercayaan anggota, meningkatkan efisiensi, dan menyehatkan koperasi.

Harapan Dinas dan Agenda Kegiatan

Sementara itu, Kepala Dinas PKU, Totok, menekankan pentingnya hasil nyata pelaksanaan KKM. Ia berharap program ini tidak berhenti pada sekadar observasi atau penyusunan laporan akademik. KKM harus menghasilkan keluaran dan dampak yang jelas bagi koperasi.

Output program ini diharapkan berupa hasil kerja yang sangat konkret. Contohnya meliputi pembenahan administrasi, sistem pencatatan keuangan, dan rancangan perangkat digitalisasi. Adapun outcome-nya adalah peningkatan kemampuan pengurus dalam mengelola administrasi secara efisien dan transparan.

Pada kesempatan tersebut, salah satu peserta KKM, Navilla, memaparkan agendanya. Ia menjelaskan rancangan kegiatan yang akan berjalan selama 10 hari di KKMP Demangan. Seluruh rangkaian kegiatan akan berpusat di Bale Marhaen.

Melalui agenda ini, mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan para pengurus dan pengawas. Mereka siap memetakan kebutuhan koperasi dan menerapkan pengetahuan akademis untuk membenahi sistem administrasi.

Ruang Kolaborasi Ekonomi Rakyat

Bagi KKMP Demangan, kehadiran mahasiswa STAN menjadi kesempatan yang sangat strategis. Momen ini mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata pergerakan ekonomi rakyat.

Fokki menegaskan bahwa keberhasilan KKM tidak diukur dari sekadar pelaksanaan program selama 10 hari. Manfaat jangka panjang pascaprogram justru menjadi tolok ukur utamanya.

“Harapan kami sederhana: setelah KKM selesai, KKMP Demangan memiliki bekal yang lebih baik. Ada sistem yang bisa digunakan, ada pengetahuan yang ditinggalkan, dan ada perubahan yang dilanjutkan pengurus,” pungkasnya.

Dengan dimulainya KKM STAN 2026, Bale Marhaen diharapkan menjadi ruang belajar bersama. Tempat ini akan menjadi laboratorium praktik untuk mewujudkan koperasi yang mandiri, modern, dan berkelanjutan.

Related posts

Bekali Kaum Ibu Keterampilan Mengurus Jenazah, Pengajian Nurul Istiqomah Kayen Gandeng Squad Muslimah Peduli

JCI Borobudur Donasi 100.000 Liter Air Bersih untuk Warga Sleman

Perkuat Transparansi, Pemkal Condongcatur Gelar Bimtek Pengadaan Barang dan Jasa

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Read More