Zakat Wonosobo, BAZNAS Wonosobo, Pasien TBC, Pelajar SMP Wonosobo, RTLH Wonosobo, Z-Mart Kertek
Home » Rp830 Juta Dana Zakat Warga Wonosobo Cair untuk Pelajar dan Pasien TBC

Rp830 Juta Dana Zakat Warga Wonosobo Cair untuk Pelajar dan Pasien TBC

by Malindra Anji
Listen to this article

Wonosobo, satumenitnews.com – Ribuan warga, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga pasien tuberkulosis (TBC), mendapatkan suntikan dana zakat warga Wonosobo senilai total Rp830 juta. Bantuan tunai dan logistik ini didistribusikan pada Senin (13/7/2026) guna memastikan kelompok rentan tetap memiliki akses pendidikan dan nutrisi yang layak.

Di sektor pendidikan, 1.185 siswa SD dan SMP menerima paket perlengkapan sekolah senilai Rp470 ribu per anak. BAZNAS Wonosobo mengerahkan 60 pengemudi ojek online untuk mengantar langsung paket berisi tas, seragam, hingga sepatu tersebut ke sekolah-sekolah bertepatan dengan hari pertama tahun ajaran baru.

Sementara di sektor kesehatan, 157 pasien TBC di 22 puskesmas menerima bantuan susu berprotein tinggi dan suplemen gizi senilai Rp500 ribu per orang. Intervensi ini dirancang untuk mendampingi masa pengobatan pasien selama enam bulan agar pemulihan fisik berjalan maksimal.

Baca juga :  Penyanyi Cilik Unjuk Vokal di Gedung Adipura Wonosobo

Program ini juga menyasar perbaikan 11 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan kucuran dana Rp20 juta per bangunan. Bantuan modal usaha masing-masing Rp8 juta juga diberikan kepada dua warung kelontong mikro di Kampung Kerkop (Wonosobo Barat) dan Kampung Kalituren (Kertek).

Fokus Mengelola Dana Zakat Warga Wonosobo

Separuh dari modal untuk warung kelontong digunakan untuk stok barang dagangan, sementara sisanya untuk penataan etalase fisik. Sebelumnya, pada triwulan pertama 2026, penyaluran zakat difokuskan pada marbot, guru ngaji, dan imam masjid menjelang Idulfitri.

Saat ini, fokus bergeser pada pelajar, pasien penyakit menular, pelaku usaha mikro, serta 250 anak yatim bertepatan dengan momen Tahun Baru Islam. Meski dana ratusan juta telah cair, puluhan proposal dari warga miskin masih berada dalam daftar tunggu akibat keterbatasan saldo lembaga.

Baca juga :  Apel Penghargaan Lomba Perpustakaan dan BAZNAS Awards Digelar di Halaman Pendopo

Tingginya angka kemiskinan di daerah ini mendorong kebijakan pemotongan gaji otomatis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Wonosobo. Langkah strategis ini diambil untuk mengejar target penghimpunan zakat sebesar Rp8 miliar tahun ini.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo, H. Priyo Purwanto, mencatat pengumpulan dana baru mencapai Rp4,6 miliar hingga paruh pertama 2026. Ia menegaskan, prioritas pencairan bersifat dinamis mengikuti urgensi di lapangan.

“Program ini terus berlanjut hingga akhir tahun. Setiap triwulan sasaran prioritasnya berbeda sesuai kondisi riil dan kebutuhan mendesak masyarakat,” tegas Priyo saat memaparkan data keuangan di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, turut menekankan bahwa pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan kas Pemda. Ia menginstruksikan seluruh pengelola zakat bekerja profesional dan akuntabel.

Baca juga :  Prajurit Koramil 01 Wonosobo dan SRC Turun ke Jalan Bagikan Takjil Jelang Buka Puasa

“Pastikan uang yang terkumpul mendarat tepat sasaran, tanpa ada pemotongan di luar ketentuan yang berlaku,” tegas Andang.

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy