Bantul, satumenitnews.com – Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Condongcatur terus memperkuat transformasi digital secara masif. Upaya ini mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Pemkal mewujudkannya melalui bimbingan teknis (bimtek) lanjutan Sistem Informasi Desa (SIDES).
Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan kompetensi aparatur perangkat desa. Pemerintah juga bertekad menguatkan efektivitas administrasi secara lebih terintegrasi.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor CV Infotech Engineering, Pleret, Kabupaten Bantul. Acara berjalan pada hari Jumat (30/10/2026) mulai pukul 08.00 hingga 11.15 WIB. Bimtek ini merupakan tindak lanjut program pelatihan digitalisasi kalurahan pada Juni 2026.
Sejumlah staf Pemkal Condongcatur, khususnya para administrator sistem, mengikuti acara ini. Perwakilan anggota Karang Taruna juga turut hadir berpartisipasi. Mereka mendapat pendampingan dari Kaur Pangripta, Wahyu Nurendra, S.AP., dan Kaur Tata Laksana, Andree Setiawan, S.H.I.
Praktisi Pemerintahan Bangun SIDES
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli perancang aplikasi SIDES. Keduanya adalah Lurah Pleret Bantul, Taufiq Kamal, S.Kom., M.Cs., dan Carik Sendangsari Kulon Progo, Sigit Rahmanto, S.Pd.
Kehadiran kedua narasumber ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi peserta. Keduanya sangat memahami aspek teknis pengembangan rekayasa aplikasi tersebut. Mereka juga merupakan praktisi pemerintahan yang berhadapan langsung dengan dinamika pelayanan masyarakat.
Pengembangan SIDES ini menggunakan pendekatan berbasis pengalaman riil di lapangan. Berbagai fitur aplikasinya telah melewati uji coba dan penyempurnaan secara berkala. Sistem ini sangat dinamis menyesuaikan tren kebutuhan administrasi dan regulasi terbaru.
Pendekatan aplikatif ini membuat peserta lebih mudah menyerap materi pelatihan. Narasumber tidak sekadar memaparkan teori konsep semata di depan kelas. Mereka juga membagikan pengalaman praktis dan solusi atas kendala administrasi lapangan.
Praktik Langsung Fitur Aplikasi
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendalami berbagai fitur utama SIDES secara detail. Fitur ini meliputi proses pemutakhiran data kependudukan dan administrasi persuratan. Aplikasi juga menyediakan fitur administrasi keuangan, kepegawaian, hingga pengarsipan dokumen digital.
Materi bimtek turut mencakup praktik ekspor dan impor data kependudukan. Peserta mensimulasikan praktik penyusunan laporan administrasi dan keuangan secara digital. Mereka mempraktikkan langsung pengoperasian SIDES menggunakan perangkat komputer masing-masing secara interaktif.
Melalui pendampingan intensif ini, proses administrasi kalurahan diharapkan menjadi lebih ringkas. Sebelumnya, para staf bekerja menggunakan dokumen fisik dan aplikasi yang saling terpisah. Kini, sistem baru SIDES akan lebih terintegrasi, tertib, dan sangat mudah diakses.
Peningkatan Kapasitas SDM Aparatur
Kaur Pangripta Condongcatur, Wahyu Nurendra, memberikan penjelasannya kepada publik. Kegiatan bimtek ini merupakan wujud komitmen kalurahan dalam membangun pemerintahan yang modern. Tata kelola birokrasi harus semakin efektif dan berbasis pemanfaatan teknologi informasi.
Menurut Wahyu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor kunci keberhasilan. Transformasi digital harus berjalan berkelanjutan untuk memberikan manfaat nyata.
“Sebagai tindak lanjut pelatihan digitalisasi kalurahan yang telah dilaksanakan pada Juni 2026, hari ini kami kembali melakukan pendalaman materi, khususnya pengelolaan dan ekspor-impor data kependudukan, administrasi persuratan, serta penyusunan laporan keuangan secara digital,” ujarnya.
Wahyu menyebut integrasi sistem administrasi ini akan mengurangi tumpang-tindih pekerjaan. Proses pencarian data warga akan menjadi lebih cepat dan ketertiban dokumentasi makin meningkat. Koordinasi antarbagian di Pemkal Condongcatur juga akan berjalan jauh lebih mudah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kapasitas aparatur semakin meningkat, proses administrasi menjadi lebih efektif dan akuntabel, serta pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan profesional,” katanya.
Wahyu menegaskan bahwa digitalisasi tidak sekadar pengadaan perangkat keras komputer. Transformasi ini sangat menuntut perubahan pola kerja dan peningkatan kompetensi aparatur pelaksana.
“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi merupakan langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan kalurahan yang lebih baik. Kita harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi untuk Condongcatur yang semakin maju,” tegasnya.
Persiapan Penerapan Sistem Bertahap
Kaur Tata Laksana Condongcatur, Andree Setiawan, turut memberikan pandangannya. Ia berharap penerapan SIDES ini dapat berjalan secara bertahap di Condongcatur. Implementasinya harus mempertimbangkan kesiapan aparatur dan kelengkapan data setiap unit kerja.
Keberhasilan proyek digitalisasi tidak murni bergantung pada kecanggihan teknologi semata. Aparatur pemerintah harus mahir mengoperasikan sistem dan rutin memperbarui data masyarakat.
“Harapan kami, sistem ini dapat diterapkan secara bertahap di Pemerintah Kalurahan Condongcatur. Ke depan, masyarakat juga diharapkan dapat mengakses layanan yang tersedia secara langsung dengan lebih mudah dan praktis,” ujarnya.
Andree berharap sistem ini segera mendukung proses kerja yang jauh lebih akuntabel. Pengelolaan data secara terpusat akan mempermudah inventarisasi dan proses penyusunan laporan. Data terpadu ini sangat penting untuk mendukung perencanaan program kerja kalurahan.
Kendati demikian, penerapan sistem ini harus benar-benar memperhatikan validitas data masyarakat. Para pengelola aplikasi wajib menjaga ketat keamanan informasi dan perlindungan data pribadi warga.
Amanat Nasional Undang-Undang Desa
Penguatan digitalisasi desa ini sangat sejalan dengan arah kebijakan strategis nasional. Hal ini termuat secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Aturan perubahannya juga telah tercantum pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.
Regulasi tersebut menegaskan pentingnya akses sistem informasi desa yang berkelas modern. Pengembangannya wajib mendapat dukungan penuh berupa perangkat teknologi, jaringan, dan SDM mumpuni.
Kalurahan Condongcatur sendiri memiliki cakupan wilayah administratif yang sangat luas. Wilayah subperkotaan ini mencakup 18 padukuhan, 64 RW, dan 212 RT. Ketersediaan data kependudukan yang mutakhir menjadi kebutuhan birokrasi yang sangat vital.
Oleh karena itu, peningkatan kompetensi administrator sistem menjadi perioritas utama pihak kalurahan. Pemkal juga menggandeng pemuda Karang Taruna untuk memperluas partisipasi pemanfaatan teknologi informasi.
Rangkaian kegiatan bimtek tersebut berjalan sangat interaktif dan lancar tanpa kendala. Acara edukatif ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber.
Pemkal Condongcatur berharap proses evaluasi penyempurnaan SIDES dapat berjalan secara berkelanjutan. Langkah ini memastikan sistem yang diterapkan benar-benar menjawab kebutuhan administrasi lapangan.
Transformasi digital yang bermula dari penguatan sistem internal ini siap menjadi fondasi utama. Harapannya, terwujud pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, dan dekat dengan masyarakat.

