Sleman, satumenitnews.com – Pekerjaan pembuatan marka Jalan Anggajaya 2 di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, telah rampung. Tahapan pekerjaan akhir ini selesai pada hari Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.
Pekerjaan yang bermula sehari sebelumnya ini sempat tertunda akibat curah hujan pada Rabu (28/10/2026) siang. Para petugas melanjutkan pekerjaannya pada Kamis pagi mulai pukul 08.30 WIB. CV Atmo Putro menjadi pelaksana proyek peningkatan fasilitas publik di Jalan Anggajaya 2 ini.
Tahap pengerjaan akhir meliputi penyelesaian pembuatan marka serong (chevron). Pekerjaan berlangsung di kawasan pertigaan pohon beringin. Pekerja juga menggambar marka penyeberangan pejalan kaki (zebra cross) di depan gerbang Kantor Kalurahan Condongcatur.
Selesainya seluruh pekerjaan fisik ini sangat melegakan masyarakat sekitar. Ruas jalan ini menghubungkan arus dari kawasan Gejayan, Sanggrahan, hingga kawasan Manukan. Permukaan aspal jalan kini terasa jauh lebih rata dan mulus.
Kawasan ini juga telah memiliki kelengkapan marka jalan membujur, chevron, dan zebra cross. Kelengkapan fasilitas tersebut siap mendukung ketertiban serta keselamatan seluruh warga dalam berlalu lintas.
Pekerjaan Sempat Tertunda Hujan
Pekerjaan awal pembuatan marka ini sejatinya bermula sejak hari Rabu (28/10) pada pukul 10.00 WIB. Pelaksana lapangan dari CV Atmo Putro, Hariyanto, S.T., memberikan penjelasannya.
Menurut Hariyanto, pekerjaan tersebut awalnya harus mengejar target penyelesaian sekitar pukul 13.00 WIB pada hari yang sama. Sayangnya, kondisi cuaca ekstrem membuat pekerjaan ini tidak bisa selesai sesuai target waktu jadwal.
Gerimis yang tiba-tiba turun memaksa petugas menghentikan sejenak pembuatan marka jalan di sisi utara. Setelah rintik gerimis mulai reda, petugas baru bisa kembali memulai pekerjaannya.
Mereka harus mengeringkan permukaan aspal terlebih dahulu menggunakan alat road dryer. Permukaan aspal tersebut harus benar-benar dalam kondisi kering optimal. Langkah ini penting agar material cairan termoplastik dari marka jalan bisa melekat sempurna.
“Kalau permukaan aspal masih basah, bahan marka termoplastik tidak bisa menempel. Jika dipaksakan, garis marka bisa cepat mengelupas akibat gesekan ban kendaraan. Karena itu, jalan harus benar-benar kering,” jelas Hariyanto.
Sekitar pukul 12.15 WIB, guyuran hujan kembali turun sehingga pekerjaan terpaksa lumpuh sementara waktu. Pekerja baru sanggup merampungkan pembuatan beberapa buah garis marka membujur lurus.
Pelaksana teknis kemudian memutuskan untuk melanjutkan seluruh sisa pengerjaan pada hari Kamis pagi (29/10/2026).
Pekerja kembali mengeksekusi sisa pekerjaannya, salah satunya adalah perampungan marka chevron. Marka pemisah bersusun garis putih ini berada di dekat kawasan pertigaan pohon beringin. Marka baru ini sangat berguna untuk memisah arah pergerakan laju kendaraan bermotor yang bersilangan.
Fasilitas baru ini dapat membantu memandu arah kendaraan dan mencegah pelanggaran memotong jalur secara paksa. Zebra cross juga menjadi fasilitas pendukung mobilitas pejalan kaki bagi masyarakat sekitar kalurahan.
Pihak pelaksana proyek sangat berharap para pengendara kian tertib mengikuti arah jalur yang benar.
Kisah Hangat Pemkal Condongcatur dan Pekerja
Di balik penundaan proyek ini, terselip sebuah kisah kehangatan yang amat menarik simpati. Hubungan antara para pekerja kasar dengan aparatur Pemkal Condongcatur terjalin secara kekeluargaan.
Siang itu, Pemkal sedang menyelenggarakan kegiatan Pekan Pembayaran PBB-P2 di Pendopo Kromoredjan. Panitia lokal menyediakan hidangan soto ayam dan es teh secara cuma-cuma bagi para masyarakat wajib pajak (WP).
Melihat masih tersedianya porsi berlebih, salah satu staf kalurahan berinisiatif menawarkannya kepada pekerja aspal. Staf itu dengan ramah membagikan soto ayam dan es teh kepada pekerja yang sedang berteduh menunggu redanya hujan.
Tawaran tersebut disambut gembira oleh rombongan pekerja kasar tersebut. Para pekerja bersyukur bisa memanfaatkan waktu istirahat siangnya untuk menikmati kehangatan soto gratis di pendopo kalurahan. Momen makan bersama ini menggambarkan sikap humanis yang tinggi.
Hujan tidak hanya menjadi kendala pelaksanaan proyek, tetapi juga mempererat hubungan antarmanusia dengan hangat. Pembuatan marka jalan ini merupakan salah satu dari serangkaian proyek besar DPUPKP Sleman.
Jalan Makin Lancar dan Penuh Manfaat
Proyek infrastruktur DPUPKP Sleman ini dimulai dengan pembersihan lumpur saluran drainase sepanjang sekitar 300 meter. Tahapan berikutnya berlanjut pada tahapan pengecoran pengerasan kawasan bahu tepi jalan. Proyek kemudian berlanjut ke tahap pengaspalan badan jalan aspal secara merata dengan total panjang 1.600 meter dan lebar mencapai 5 meter.
Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.I.P., M.A.P., sangat mengapresiasi keberhasilan terealisasinya program Pemkab Sleman ini.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Sleman atas terealisasinya peningkatan jalan ini. Kami berharap akses warga makin lancar, aman, dan aktivitas sosial ekonomi kian terbantu,” ujarnya bersyukur.
Ia berharap upaya masif perbaikan kualitas aspal pada ruas-ruas jalan kabupaten lainnya akan terus berlanjut. Banyak masyarakat desa yang telah lama mengusulkan perlunya perbaikan kondisi aspal jalannya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan ini agar manfaatnya terus berlanjut di masa depan,” tambahnya mengingatkan.
Pemerintah juga tak bosan-bosannya untuk terus memberikan imbauan bagi para pengguna jalan aspal yang baru. Para pengendara wajib berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi area yang berisiko, khususnya saat mendekati titik persimpangan, tempat penyeberangan anak-anak (zebra cross), atau melintasi wilayah permukiman yang cukup padat.
Masyarakat sekitar sangat mendambakan keamanan dan keteraturan agar terhindar dari potensi kecelakaan. Oleh sebab itu, warga juga sangat diimbau untuk turut andil aktif membersihkan lingkungan sekitarnya dari kotoran sampah agar fasilitas drainase tidak kembali tersumbat dengan cepat.
Penyelesaian infrastruktur Jalan Anggajaya 2 Condongcatur sukses menjadi simbol penataan tata ruang perhubungan publik yang ideal. Masyarakat sekitar menaruh sejuta harapan besar kepada kelengkapan jalan aspal yang mulus ini agar sanggup mendukung produktivitas kemajuan ekonomi dan memperlancar segala urusan masyarakat.

